<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745</id><updated>2011-09-02T02:12:15.515+07:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Multikultural'/><category term='Global Warming'/><category term='Kenangan'/><category term='Pendidikan'/><category term='Desa Bergerak'/><category term='Budaya'/><category term='Renungan'/><category term='Kabar Hangat'/><category term='Kampanye Perdamaian'/><title type='text'>Ketika Kedamaian Terkoyak</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4593413803658389850</id><published>2011-07-23T16:35:00.005+07:00</published><updated>2011-09-01T05:45:30.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menulis Hingga Detak Jantung Terakhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0y6E2HHjzGw/TiqYhjvI6fI/AAAAAAAAAXM/38NYPFHyifM/s1600/nurul-f-huda-150x150.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0y6E2HHjzGw/TiqYhjvI6fI/AAAAAAAAAXM/38NYPFHyifM/s200/nurul-f-huda-150x150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632481986276289010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…  Penulis, sekaligus pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) Nurul F Huda,  meninggal dunia, Rabu (18/5) pukul 03.15 WIB di RS Sardjito Yogyakarta.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya  baik-baik saja, biasa-biasa saja…”. Itulah pesan terakhir Nurul F Huda,  yang dikirim ke inbox (pesan masuk) facebook Ketua Forum Lingkar Pena  (FLP) Batam Erni Mustika beberapa hari sebelum meninggal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Erni memang rutin menanyakan kabar  seniornya itu lewat facebook-nya. Nurul pun tak pernah berhenti  membalasnya. Namun Nurul tak ingin teman-temannya resah, sehingga selalu  membalas dengan kata-kata “kondisinya baik”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Karakternya memang begitu, tidak suka mengumbar penderitaannya,” kata Erni, tadi malam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-50"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun kabar dari teman-temannya dari  aktivis FLP maupun organisasi lain yang aktif berkomunikasi dengan Erni  mengatakan, bahwa kondisi Nurul terus memburuk, terutama setelah  meninggalkan Batam, kembali ke Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dia sempat mengungsi saat Merapi  meletus, Setelah itu kondisinya terus menurun (ada infeksi paru-parui  selain Jantung, red),” kata Erni.
Kabar terakhir sebelum koma, berat badan Nurul turun drastis, tinggal 34  kilo gram. “Tapi dia selalu bilang kondisnya baik, bahkan menjelang dia  koma empat hari lalu,” ujar Erni.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat Nurul, Lely Tanjung seperti yang  dimuat Ira MH.Syamsuddin di blognya http://dibumi.wordpress.com, juga  mengambarkan kondisi terakhir Nurul, saat ia menjenguk di RS Sardjito  Yogyakarta, Sabtu (14/5) lalu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Semakin kurus dan tirus, tangannya  sudah sangat kecil karena kurusnya, mengis-mengis (ngos-ngosan, red) dan  kalo berbicara hampir tak terdengar suaranya, sudah transfusi darah  satu kantong kemungkinan malam ini kantong kedua. Mohon doa dan  supportnya selalu sahabat…,” ujar Lely di blog Ira tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melalui blog itu pula, Ira mengetuk  pintu hati teman-temannya untuk memberikan bantuan kepada Nurul. Salah  satunya dengan menawarkan membali buku-buku Nurul yang covernya dipajang  di blog tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Termasuk buku terbaru Nurul berjudul:  Hingga Detak Jantungku Berhenti. Sebuah buku yang mengisahkan  penderitaan Nurul yang sejak kecil sakit Jantung dan terpaksa menjalani  beberapa tahapan operasi katup jantung, ditambah infeksi  paru-paru  menahun yang makin membuat kondisi kesehatan Nurul menurun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ujian yang sungguh berat dengan status  single mother dengan sepasang putra putri yang tak pernah pupus harapan  untuk kesembuhan ibundanya,” tulis Ira di blognya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dukungan moral juga terus berdatangan  dari teman-teman Nurul. Itu terlihat dari pesan-pesan yang masuk ke  Facebook-nya maupun di blog Nurul yang hingga saat ini masih aktif.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun ternyata, Allah berkendak lain.  Perjalanan panjang Nurul melawan sakit jantung dan infeksi paru-paru,  plus kemelut rumah tangganya (berpisah dengan suaminya, red) berakhir  Rabu (18/5) dinihari, pukul 03.15 di di RSUD Sardjito Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Informasi wafatnya sang penulis, sang  inspirator, sang novelis dan sang aktivisi Forum Lingkar Pena (FLP) ini  pun menyebar cepat. Facebook Nurul pun penuh dengan ucapan belasungkawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Erni, selaku teman dekat Nurul selama  bertahun-tahun di Batam, mengaku sangat kehilangan. Apalagi baginya,  Nurul adalah sosok penuh dengan ide-ide cemerlang, penuh cita-cita dan  semangat yang meluap-luap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Erni juga mengakui, Nurul adalah sosok  perempuan hebat dan berbeda dengan perempuan lain. Pemikirannya yang  luas dan penuh dengan ide kreatif menjadikannya selalu lebih maju  selangkah dibandingkan yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dia terus mengajarkan agar tetap  berpikir positif walau dalam keadaan sesulit apapun,” ujar Erni. Ia tak  dapat membendung air matanya karena kehilangan sahabat yang ia kagumi  itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Erni menambahkan, kepribadian Nurul yang  supel, menjadikannya mampu bergaul dengan siapapun bahkan cepat  diterima dikalangan manapun. Dalam berdialog atau berbicara dengan siapa  pun itu, sosok Nurul selalu mampu menyesuaikan diri dan cepat menerima  serta mengerti maksud orang tersebut. “Tulisan dan kepribadiannya penuh  inspirasi. Dia sosok perempuan yang sangat sabar,” imbuhnya sembari  menghela nafas panjang.
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukan hanya Erni, lebih dari 4.992 sahabatnya di Facebook juga sangat  kehilangan. Ucapan duka terus mengalir, meski Nurul tak mungkin lagi  membaca ucapan-ucapan itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu, pencinta buku-buku karya  Nurul juga sangat kehilangan. Sekadar informasi, Nurul telah membuat  puluhan buku dan telah beredar di masyarakat. Antara lain, &lt;em&gt;Balada  Cinta Sikembar, Bayangan Bidadari, DET 1 Story At School, DET 2 Story At  Yogyakarta, DET 3 Story At Loji House, DET 4 Story At The Party, DET 5  Story At The Store, DET 6 Story At Dinner, Dua Lelaki Pilihan, Hantu  Pocong, Hanya Karena Cinta, Hati Pualam Adinda, Kisi hati Bulan, La  Tansa, Menjemput Bidadari, Muslimah Apartemen, Pangeran Impian, Parcel  Mini Latansa, Pipit Tak Selamanya Luka, Proses Kreatif Penulis Hebat,  Sebab Aku Cinta, Semua Atas Nama Cinta, Kiat Membentuk Anak Berkarakter  Hebat,&lt;/em&gt; dan yang terbaru berjudul: &lt;em&gt;Hingga Detak Jantungku Berhenti. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nurul memang dikenal penulis handal.  Bahkan, untuk menularkan semangat menulis dan terus berkarya, ia  mendirikan komunitas Forum Lingkar Pena (FLP) dan juga aktif di berbagai  organisasi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun yang paling terpukul kebergian  Nurul adalah Pipiet Senja. Dia juga penulis sama seperti Nurul. Ia  menulis buku remaja, anak-anak, ABG dan memoar; 103 judul, menulis dalam  bahasa Indonesia dan Sunda, serta masih banyak lagi karyanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah forum jejaring sosial,  kemarin, Pipiet menuliskan kisah pertemanannya dengan Nurul dengan  judul: Selamat Jalan Nurul F Huda: Telah Kusunting Karya Terakhirmu:  Hingga Detak Jantungku Berhenti. Kenangan Bersama Nurul F Huda: Buku  Senantiasa Menautkan Kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di forum itu, Pipiet menceritakan  pertemuannya hingga jelang ajal menjemput Nurul. Antara lain, Pipiet  menceritakan pertemuannya awal 2010 lalu. Saat itu Nurul bersama dua  anak dan seorang temannya sempat menemuinya. Nurul sempat curhat kondisi  kesehatan dan kemelut rumah tangganya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ini hanya kepada Teteh, mohon jangan  disampaikan kepada teman-teman kita, ya,” katanya sambil menahan  kepedihan yang dalam di matanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sepertinya, saya akan memutuskan satu pilihan dalam sejarah hidupku,” ujar Nurul pada Pipet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Jika menurutmu itu lebih baik, ya,  ambil sajalah. Tidak mengapa hidup menjadi seorang janda, Dek. Insya  Allah, Teteh percaya, dirimu tangguh, muslimah yang istiqomah,” kata  Pipiet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Rekam sejarahmu, Dek, ayo, jangan  pernah malu untuk menuliskannya. Menulis ini bisa menjadi terapi jiwa  untuk kita, Dek, biarlah apa kata orang. Kita menulis, menulis, menulis  sajalah,” ujar  Pipet yang ia tuliskan dialognya dengan Nurul di forum  itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, kata Pipiet, terkirimlah  dari tangan Nurul sebuah naskah, kisah inspirasi. “Sepanjang menyunting  bukunya ini, air mataku sering mengalir deras,” kenang Pipet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan, akhirnya sekitar dua bulan yang  lalu, Pipiet mengabarkan ke Nurul via SMS bahwa bukunya telah turun  cetak. “Senangnya, beneran ya Teteh (Nurul memanggil Pipiet Teteh,  red)?” kata Nurul saat itu ke Pipiet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terakhir Pipiet bertemua Nurul di  Kaliurang, saat Munas FLP. “Dia tampak kurus sekali, napasnya  tersengal-sengal saat menaiki undakan tangga dan dia memang khusus  menemuiku,” kata Pipiet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Demi Tetehku sayang aku ke sini,” ujar  Nurul riang pada Pipet. Mereka berpelukan erat sekali. Seolah-olah  takkan pernah berpelukan lagi, dan ternyata demikianlah adanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Insya Allah karyamu akan diterbitkan,” kata Pipiet menegaskan. “Itu baru satu sekuel, ya, hayo ditambah lagi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ya, Teteh, aku akan terus menulis…yah,  hingga detak jantungku berhenti!” jawa Nurul pada Pipet. “Harus tebal,  ya Dek,” kata Pipiet lagi.
“Iya, Teteh…, doakan ya, doakan,” jawab Nurul sambil kembali berpelukan dan bertangisan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pipet juga merasa senasib dengan Nurul,  sebagai penulis dan punya kelainan bawaan. Sepanjang hayat Pipiet harus  terhubung dengan dokter, peralatan medis dan berbagai hal urusan obat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kami sama-sama mengalami berbagai hal  keajaiban dalam hidup; pertolongan dari Sang Maha Kasih, setiap kali  kami merasa terpuruk, terzalimi atau teraniaya,” tulis Pipiet di forum  itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Selamat jalan, adikku cinta (Nurul)…  Insya Allah, dirimu akan mendapat tempat terindah di jannah-Nya. Karena  engkau muslimah yang solehah, tangguh, mandiri dan pantang menyerah.  Doaku untukmu, Dinda Nurul F Huda!” tulis Pipiet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pipiet juga sempat menuliskan prolog Nurul di buku terakhirnya berjudul:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Hingga Detak Jantungku Berhenti&lt;/em&gt;. Berikut prolognya: Prolog Nurul F Huda:
Saat ini, aku menjadi single mother bagi dua anakku, Fathin (saat buku  ditulis umurnya 8 tahun) dan Azizah (7 tahun). Secara fisik, anak-anakku  tumbuh dengan sehat, relatif gemuk (makan  sehari kadang 4 kali,  pagi-siang-sore-malam). Belum termasuk cemilan dan susu. Mereka juga  menikmati bermain, melakukan apa yang disenangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fathin hobi ilmu pengetahuan dan  teknologi, Azizah hobi seni, dan relatif tidak mengalami kendala  psikologis yang berarti meski harus menghadapi kenyataan memiliki  keluarga yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya, tentu mereka pernah menanyakan,  dengan nada protes ataupun sedih, tetapi tidak sampai membuat mereka  murung. Aku berusaha menciptakan kondisi senyaman mungkin bagi mereka  agar kesedihan terkurangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membangun kedekatan, optimisme, dan  keyakinan bahwa kondisi ini adalah yang lebih baik dari sebelumnya.  Tentunya dengan terus berusaha membawa kondisi kami menjadi semakin  baik, semakin baik lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fathin dan Azizah bagiku adalah  mukjizat. Di saat ada ibu-ibu sehat yang melahirkan bayi cacat, ibu-ibu  yang tidak mengkonsumsi obat “berbahaya” dan ternyata melahirkan bayi  tidak sempurna, maka atas nama apa aku memaknai keberadaan Fathin dan  Azizah jika bukan mukjizat-Nya? Karena itu, aku berusaha agar selalu  ingat bahwa mereka harus aku didik menjadi hamba-Nya yang sepenuhnya  mengabdikan hidup untuk jalan Tuhan. Semoga aku mampu, dengan  pertolongan-Nya. Amin…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekadar gambaran juga, buku baru Nurul  itu dipastikan menguras air mata pembacanya. Sedikit penggalan isinya:  Thik thik thik… Ya Tuhan! Bunyi apa itu? Kenapa suaranya begitu dekat  dan… seolah dari dalam tubuhku? Tadi siang, suaranya itu tidak kudengar.  Saat di ICCU juga. Ruang yang sunyi di larut malam itu makin  mengeraskan bunyi aneh tersebut. kudekatkan kepala ke dada. Ya Tuhan!  Benar! Dari dalam sana! Otakku segera bekerja. Operasi katup jantung dan  bunyi yang keras. Satu-satunya kemungkinan adalah; katupku yang  berbunyi itu, Mengapa? Itu yang akau tidak tahu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Paginya, barulah aku diberitahu Abah dan  ibu tentang semua proses operasiku dari saat aku mulai tidak sadar  hingga kembali ke sal. Sebuah proses operasi yang menegangkan. Pertama,  jalannya operasi itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kulit diiris, tulang dada digergaji,  jantung diangkat, diiris di bagian atas, dan diperbaiki yang sakit.  Kedua, operasiku diulang dua kali secara bersusulan hingga waktu operasi  yang sedianya 4 jam menjadi 10 jam karena operasi pertama dengan  perbaikan katup tidak membuat kondisiku membaik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Jadi… Ini katup platina, katup yang  harus membuat Ani (nama panggilanku di keluarga) minum obat, cek laborat  dan cek ke rumah sakit seumur hidup…” aku sedih. Episode sakit jantung  selama 4 tahun berobat jalan ternyata masih ada kelanjutannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dr H. Budi Yuli Setianto,  SpPD(K),SpUP(K), Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah di RSUP  Dr.Sardjito yang selama ini merawat Nurul pun memberikan pengantar di  buku Nurul itu:  “Menjalani kehidupan sebagai pasien jantung sejak  kecil, dioperasi dan diganti katup bilik kirinya dengan katup metal  sehingga harus minum obat pengencer darah, dicheck kekentalan darahnya,  bukanlah hal yang diharapkan siapapun. Juga Nurul. Namun, ketika itu ia  alami, saya melihat pasien yang mengobati diri dengan pikiran positif.  Ia selalu tersenyum saat Check up. Ia memberikan kontribusi dan peran  lewat tuliwsan-tulisannya. Buku ini bukan sekadar kisah pasian jantung,  buku ini sebuah inspirasi tentang bagaimana menjalani kehidupan, apapun  hal yang kita hadapi.” &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;


&lt;iframe src="http://www.globaladsense.com/show.php?z=29&amp;pl=4505&amp;rl=60" width="468" height="60" marginwidth="0" marginheight="0" hspace="0" vspace="0" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4593413803658389850?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4593413803658389850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2011/07/menulis-hingga-detak-jantung-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4593413803658389850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4593413803658389850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2011/07/menulis-hingga-detak-jantung-terakhir.html' title='Menulis Hingga Detak Jantung Terakhir'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0y6E2HHjzGw/TiqYhjvI6fI/AAAAAAAAAXM/38NYPFHyifM/s72-c/nurul-f-huda-150x150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4586242344409453601</id><published>2010-07-21T18:56:00.011+07:00</published><updated>2011-09-01T05:43:55.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mungkin Aku Adalah Pecundang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/TEbkPBcYANI/AAAAAAAAAWI/JOkJrkSlu8A/s1600/cccc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/TEbkPBcYANI/AAAAAAAAAWI/JOkJrkSlu8A/s200/cccc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496331341988888786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul di atas sedikit menggambarkan kondisiku saat ini, dimana keberanian dan keyakinan akan bisa melakukan sesuatu lenyap seketika. Logika ini telah lebur bersama rutinitas yang tak kunjung usai, semangat menulis dan melakukan analisis seperti biasanya aku lakukan lenyap bersama kehampaan yang aku rasakan saat ini.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah sebuah kemunafikan bila aku tidak menyadari bahwa saat ini aku dalam kondisi krisis kepercayaan diri, mungkin sudah bisa masuk dalam kategori stadium 5 yang artinya sudah tidak ada lagi tersisa sedikitpun rasa percaya diri itu.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep yang coba aku bangun dan tularkan ke beberapa orang kawan seolah-olah menjadi senjata makan tuan bagiku sendiri, ya begitulah adanya. Kondisi yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, aku yang dikenal oleh sahabat-sahabatku sebagai seorang yang selalu murah senyum dan riang kini telah merubah menjadi orang yang sangat tertutup.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hilang semua akal sehat ini, hilang semua planning yang terbangun sejak dulu, yang tersisa hanya ketakutan akan diri sendiri bahwa tidak merasa tidak mampu melakukan niat dan keinginan. Ya mungkin pantas aku dikatakan pecundang, sosok bocah desa yang telah kalah bertarung sebelum bertarung, entah sampai kapan ini akan terjadi aku tidak tahu, tetapi yang jelas saat ini yang pantas mungkin julukan untukku hanyalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PECUNDANG...&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;




&lt;p class="alert"&gt; Note : Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.&lt;/p&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
zone = "17";
pl = "4504";
shape = "1";
c_border = "ffffff";
c_background = "ffffff";
c_text1 = "000000";
c_text2 = "0000ff";
c_text3 = "0000ff";
url = "http://www.globaladsense.com";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.globaladsense.com/show.js"&gt;&lt;/script&gt;


&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4586242344409453601?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4586242344409453601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2010/07/mungkin-aku-adalah-pecundang.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4586242344409453601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4586242344409453601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2010/07/mungkin-aku-adalah-pecundang.html' title='Mungkin Aku Adalah Pecundang'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/TEbkPBcYANI/AAAAAAAAAWI/JOkJrkSlu8A/s72-c/cccc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4265914093291921</id><published>2009-12-23T05:39:00.002+07:00</published><updated>2009-12-23T05:44:44.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>The Music</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Carl Sagan observed, "If you want to make an apple pie, you must first create the universe." If you want to build an audio circuit, you will make the decision as to how much you will actually build yourself, and how much you will buy fabricated.    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" id="lipsum"&gt; &lt;p&gt;I invite you to take a look at some audio devices I developed especially for those who are addicted to enjoying the music - like me. There should be something for the one or the other of you ...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sit down, forget everything around and&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt; listen only to the music&lt;/span&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Akhirnya Saya Ucapkan Selamat Tahun Baru 2010&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Sukses Selalu Buat Semua
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4265914093291921?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4265914093291921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/12/music.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4265914093291921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4265914093291921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/12/music.html' title='The Music'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7487488553502851704</id><published>2009-11-30T02:02:00.003+07:00</published><updated>2011-07-17T18:34:50.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Buat Yang Tercinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SxLInMNr0UI/AAAAAAAAAWA/inhpcZrdfms/s1600/s100000422935450_8867.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SxLInMNr0UI/AAAAAAAAAWA/inhpcZrdfms/s200/s100000422935450_8867.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409606678044463426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta…
Dia tidak bisa disamakan dengan Macromedia Dreamweaver..

Yang bisa kita isi dengan kumpulan kode logika..

dan berharap itu berlajan sesuai dengan keinginan kita…

Archimedes dan Newton tak akan mengerti

Medan magnet yang berinduksi di antara kita

Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc²

(??? ga ngerti... bukannya einstein yang bikin? apa g salah nyatetnya yah?)

Ah tak sebanding dengan momen cintaku



Cinta..
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku

Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum

Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa

Cintaku lebih besar dari bilagan avogadro...

Dia datang tanpa diketahui..

Masuk ke sistem kita.. Sebagai Super User..

menanam dirinya di tempat yang paling sensitif..

Dan merubah konfigurasi yang ada di diri kita…


 
Cinta…
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium

Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku

Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih

Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Dia hanya berukuran tidak lebih dari 500Kb

Tapi, Dikala dia aktif, Dia bisa berubah menjadi 2Gb..

Memenuhi semua kapasitas memori yang ada..


 
Cinta..
Dia tidak berjalan sebagai aplikasi..

Tapi dia berjalan sebagai service..

Diam…

Tapi bergerak stabil dan pasti..

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi

Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya

Energi kinetik cintaku = -mv~

Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita


Lihat hukum cinta kita

Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu

Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna

Dengan inersia tak terhingga

Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya

Inilah resultan momentum cinta kita

Apakah aku seorang NEWBIE..

Yang terserang dengan virus kecil..

Yang bernama Cinta… ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7487488553502851704?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7487488553502851704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/11/buat-yang-tercinta.html#comment-form' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7487488553502851704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7487488553502851704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/11/buat-yang-tercinta.html' title='Buat Yang Tercinta'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SxLInMNr0UI/AAAAAAAAAWA/inhpcZrdfms/s72-c/s100000422935450_8867.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-8539378251993409699</id><published>2009-11-18T05:25:00.003+07:00</published><updated>2009-11-18T05:48:29.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Thanks For All Friends</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SwMjsn2sfNI/AAAAAAAAAV4/k5_5lruiAvU/s1600/Picture+001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SwMjsn2sfNI/AAAAAAAAAV4/k5_5lruiAvU/s200/Picture+001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405203227294334162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan November 2009 ini hjampir genap setahun aku di pulau Industri BATAM, berbagai fenomena dan pengalaman Impirik, Religi dan Lucu aku dapatkan. dan bulan november ini pula aku akan mengakhiri proses yang begitu menjenuhkan bahkan membuat aku streeeeeeng (emang jupiter apah.....hehehehehe). Mungkin sangat narsis posting di blog ancuur ini pake foto cupu segala, namun aku hanya ingin menampilkan wajah saja (bagi cewek yang belum kenal siapa tau tertarik..wakakakakak). Terlepas dari itu semua saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan dunia maya yang setia menemani bercanda, tukar pikiran, ngajarin sesuatu yang baru ampe nasehatin bahkan sampai ngajak ngerayu cewe....Begghhhh pas soal ini ga mau ketinggalan dech.

Selain itu buat kawan-kawan dunia nyata yang ada di batam terimakasih yang segede-gedenya udah mau nemanin, ngajak share bahkan ngajarin juga ampe ane sedikit ganteng wakakakak. Dari sekian hal yang aku dapatkan ini, ternyata satu hal yang tidak bisa aku katakan dengan kata-kata dan tidak akan pernah terlupakan,  hanya ucapan syukur dan perasaan gembira tak terhingga yang bisa aku rasakan. Hal yang telah meyakinkan aku bahwa sesuatu yang Indah itu akan datang ketika kita telah berusaha sekuat tenaga tanpa harus membeo, pantang mundur/menyerah serta putus asa tidak karuan serta yang paling penting tidak menganggap diri paling bisa atau pintar dalam segala sesuatu..

Walau pekerjaan ini sangat berat (berapa ton tuhhh) dan membutuhkan pikiran serta stamina yang stabil tapi aku yakin dengan bersama-sama kawan-kawan yang aktif, ulet dan humoris apalagi masih dikasi waktu ngeblog, maen fb-an semuanya ringan, Perjalanan ini akan sangat menyenangkan dan tidak akan terasa berat.... Okeh, Makasih banyak atas dukungannya semua kawan-kawan, pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan...

Happy Blogging....I Love Indonesia, I Hate Bangsa Penjiplak
Happy New Years..opsss salah Happy Blogging lagi dech........

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-8539378251993409699?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/8539378251993409699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/11/thanks-for-all-friends.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8539378251993409699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8539378251993409699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/11/thanks-for-all-friends.html' title='Thanks For All Friends'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SwMjsn2sfNI/AAAAAAAAAV4/k5_5lruiAvU/s72-c/Picture+001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3316412318888451983</id><published>2009-11-06T13:44:00.003+07:00</published><updated>2009-11-06T13:58:21.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>JatimCrew Genap 1 Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SvPI5oFxLlI/AAAAAAAAAVw/jj02G3dD34g/s1600-h/jc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SvPI5oFxLlI/AAAAAAAAAVw/jj02G3dD34g/s200/jc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400881270487068242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbicara tentang komputer memang terlalu luas dan tidak akan pernah habis, mulai dari nol ampe angka seribu gede, pembahasan komputer tidak akan selesai-selesai. Terlebih lagi kalo berbicara soal komputer dengan internet, beghhh semua persoalan yang sangat panjang dan begitu komplek. Mulai dari berbicara proses pengamanan yang baik sampai pada proses pencegahan dan perbaikan. Namun terlepas dari itu semua, saya secara pribadi lewat postingan ini karena saya masih NEWBIE, saya hanya ingin mengucapkan selamat Ulang Tahun terhadap JATIMCREW sebuah komunitas pecinta Komputer dan Ilmu Komunikasi serta tetek bengeknya.
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari pemberitaan yang pernah miring terhadap JATIMCREW sebagai sebuah komunitas hacking golongan hitan, namun sepengetahuan dan melihat secara kacamata obyektif selama ini JATIMCREW selalu mengedepankan etika dan prosedur yang normal dengan tetap memberikan kelonggaran terhadap para master web design yang memiiliki kerjaan jaga website, server atau apapun istilahnya.


Pahit dan manis di lewati oleh JATIMCREW sendiri, mulai dari pembusukan nama JATIMCREW oleh orang-orang yang tidak suka, mencoba menghancurkan forum dan lain-lain, namun sangat di ancungkan jempol, satu-satunya komunitas yang tidak mampu diserang dan jebol pertahanannya sampai saat ini. Semua ini berkat kerjasama dan komunikasi yang aktif antara para anggota beserta para pendiri JATIMCREW sendiri. Tidak ada yang merasa lebih bisa atau pintar, semua sama terlihat dari postingan dan share yang ada di dalam forum sendiri.


Apapun pandangan anda sekalian tentang postingan JATIMCREW ini, saya melihat bahwa komunitas-komunitas ini baik JATIMCREW atau pun lainnya merupakan pondasi dasar guna membangun sebuah leadership community yang mengedepankan mekanisme komunikasi dan kesetaraan. Akhirnya Saya ucapkan selamat ulang tahun yang &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;pertama &lt;/span&gt;buat JATIMCREW, semoga makin merapikan diri dan mengencangkan ikat pinggang sehingga semua rintangan bisa di lalui tanpa ada masalah.
&lt;/div&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3316412318888451983?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3316412318888451983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/11/jatimcrew-genap-1-tahun.html#comment-form' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3316412318888451983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3316412318888451983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/11/jatimcrew-genap-1-tahun.html' title='JatimCrew Genap 1 Tahun'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SvPI5oFxLlI/AAAAAAAAAVw/jj02G3dD34g/s72-c/jc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-5008706412596707711</id><published>2009-10-11T20:53:00.003+07:00</published><updated>2009-10-11T21:05:04.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kembali Ngeblog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/StHl8TyUJiI/AAAAAAAAAVY/bY7JkUMDBvI/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/StHl8TyUJiI/AAAAAAAAAVY/bY7JkUMDBvI/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391343053205415458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Setelah sekian lama mencoba bersibaku dengan kehidupan nyata, akhirnya kerinduan akan dunia blogspot pun muncul kembali, entah mengapa padahal udah ada domain sendiri, tapi agak males update and lebih tertarik untuk melanjutkan kembali untuk tetap mengupdate blogspot ini.&lt;/span&gt;
Sebelumnya thanks buat kawan-kawan di dunia nyata telah memberikan luang waktu dalam seminggu hanya 2 hari untuk enjoy menikmati istirahat dari aktifitas. Seperti biasa blog ini saya persembahkan untuk menjadi diary Online saya sehingga catatan diskusi di angkringan dan pengalaman perjalanan terdokumentasikan walaupun belum rapi.
Buat Kang Jaloe, walau jarang saya commnet tapi memang blog kang merupakan idola saya dan terus saya ikuti perkembangannya, teruslah berkarya kang.
Saya berharap kawan-kawan blogger yang telah lama kita menjalin komunikasi kini kembali bangkit lagi untuk mengarungi dunia blogging ini walau masih tergoda oleh indahnya facebook terutama permainan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POKERnya&lt;/span&gt;. Tapi saya berharap mari kita bangkitkan kembali semangat ngeblog dan kita jadikan dunia blog ini sebagai dunia komunikasi dan share pengalaman serta memajukan dunia teknologi, informasi dan designer..
Ok, ga perpanjang khotbah jumaatnya, saya cuman ucapkan happy blogging..
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-5008706412596707711?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/5008706412596707711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/10/kembali-ngeblog.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5008706412596707711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5008706412596707711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2009/10/kembali-ngeblog.html' title='Kembali Ngeblog'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/StHl8TyUJiI/AAAAAAAAAVY/bY7JkUMDBvI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-1827957545736053554</id><published>2008-12-07T03:03:00.000+07:00</published><updated>2008-12-07T03:04:19.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;
PINDAH LINK KE&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;http://fantasisco.co.cc&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-1827957545736053554?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/1827957545736053554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/12/pengumuman.html#comment-form' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/1827957545736053554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/1827957545736053554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/12/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-8216870295053014798</id><published>2008-11-26T21:30:00.003+07:00</published><updated>2008-11-26T21:40:03.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Haruskah Aku Pergi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SS1eH5SlUeI/AAAAAAAAAU8/T2yN_kI6uvk/s1600-h/GokuAura_1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 99px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SS1eH5SlUeI/AAAAAAAAAU8/T2yN_kI6uvk/s400/GokuAura_1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272974228451578338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidup Adalah Pilihan, Ilmu Diciptakan Untuk Bertahan dan Menyerang, Ijinkan Saya Kembali Belajar Pada Hal Telah Diberikan Berikan.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ijinkan Saya untuk kembali belajar Pada ANugrah yang telah diberikan,&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angurah yang selalu menjadi permata dalam hati dan sinar dalam kegelapan&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menuju sebuah keseimbangan yang pasti&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ijinkan saya belajar&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-8216870295053014798?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/8216870295053014798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/haruskah-aku-pergi.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8216870295053014798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8216870295053014798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/haruskah-aku-pergi.html' title='Haruskah Aku Pergi'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SS1eH5SlUeI/AAAAAAAAAU8/T2yN_kI6uvk/s72-c/GokuAura_1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3206744376376152760</id><published>2008-11-25T20:53:00.005+07:00</published><updated>2008-11-25T21:30:26.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ngeblog, Paradigma, Flatform Atau Popularitas</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:georgia;"&gt;Beberapa hari ini di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YM&lt;/span&gt; saya sering membuat status &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;SEO Kucing&lt;/span&gt;, SEO Kucing VS Angling Dharma, SEO Kucing VS Wiro Sableng atau SEO Kucing VS Mie Ayam. Banyak yang bertanya kenapa saya nulis itu, atau hanya sekedar iseng menulis. Dasar kenapa saya menulis si status &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;YM&lt;/span&gt; coba saya paparkan pada postingan kali ini. Pertama &lt;a href="http://gebrak.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog Ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tidak ikut kontes apapun karena kebodohan dan kecupuan saya tentang yang namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEO&lt;/span&gt;.
Kalimat-kalimat diatas adalah merupakan paltform dasar saya berpikir dan berkarya sesuai kemampuan. Karena harus disadari Platform adalah tempat kita berpijak, berkarya &amp;amp; berinteraksi. Platform tersebut akan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang ada di awalnya cenderung akan mempercepat proses transportasi fisik yang berlanjut dengan percepatan transfer informasi yang menstimulasi percepatan transfer ilmu pengetahuan.
Pada masa lalu, ribuan tahun yang lalu, peradaban manusia masih sangat sederhana teknologi dikembangkan untuk mempermudah &amp;amp; memperbaiki hidup manusia. Panah, senjata, bangunan rumah di bangun untuk menjamin rasa aman bagi manusia di dalamnya dari gangguan-gangguan fisik. Peninggalan sejarah berupa benteng, bangunan tua menjadi lambang ke jayaan masa lalu umat manusia. Rasa aman memang di tumbuhkan dengan adanya platform fisik yang memagari umat dari lingkungannya yang ganas. Pertikaian diselesaikan secara fisik, berperang, angkatan bersenjata menjadi sebuah andalan. Kepiawaian dalam mengunakan senjata &amp;amp; sarana fisik untuk menang dalam pertempuran menjadi idaman bagi setiap insan. Nuansa power &amp;amp; kekuasaan menjadi sangat dominan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;  &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
Di kemudian hari fenomena fisik ini merepresentasikan dirinya menjadi dinding-dinding tebal yang sulit di tembus, kerahasiaan, birokrasi yang bekerja atas dasar mekanisme perwakilan yang dilegitimasi oleh undang-undang. Tatanan &amp;amp; struktur komando yang sangat kerucut bentuknya menjadi model aplikasi birokrasi yang menjamin terlaksananya hukum &amp;amp; pemerintahan.
Di sisi fungsional, perdagangan &amp;amp; niaga menjadi ciri lanjutan dari manusia dalam proses budayanya. Effisiensi dan kecepatan menjadi penting untuk memenangkan perdagangan. Pertumbuhan pabrik &amp;amp; industri menjadi ciri khas proses effisiensi dan kecepatan ini. Percepatan pergerakan barang secara fisik menjadi idaman banyak umat, teknologi transportasi &amp;amp; mekanik menjadi dominan bagi perkembangan budaya perdagangan &amp;amp; niaga. Ekonomi bertumpu pada rantai supply komoditas &amp;amp; dagangan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Di masa lalu biasanya nuansa kekuasaan &amp;amp; power bermain berdampingan dengan proses perdagangan tersebut. Kadang tindakan represif di halalkan untuk mengumpulkan kekayaan &amp;amp; kekuasaan bagi sekelompok elit yang sepertinya memperoleh legitimasi untuk melakukan apa saja mengatas namakan rakyat.
Secara perlahan, dengan semakin tersebarnya informasi &amp;amp; terjadinya peningkatan kepandaian umat. Mekanisme &amp;amp; proses pendidikan menjadi kunci utama dalam proses penyebaran &amp;amp; pemandaian Manusia. Manusia akan berfikir, akan menggunakan otaknya &amp;amp; umat tidak akan begitu saja mengikuti perintah &amp;amp; tatanan birokrasi yang dibentuk. Kreatifitas, kebebasan berfikir &amp;amp; kritik menjadi lebih terbuka terhadap sistem yang ada untuk kepentingan umat. Tekanan untuk perbaikan sistem menjadi nyata dipicu dengan semakin transparan-nya sistem kepada umat. Secara alamiah &amp;amp; perlahan terjadi proses pengikisan terhadap nuansa kekuasaan &amp;amp; power yang di dominasi oleh sekelompok kecil elit.
Sialnya perkembangan teknologi tidak berhenti pada proses effisiensi transportasi fisik saja. Perkembangan teknologi informasi, internet &amp;amp; elektronika ternyata mampu mentransportasi tulisan, informasi &amp;amp; pengetahuan dalam kecepatan mili detik dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi ini. Platform tempat kita berpijak telah berubah bentuk secara significan, dinding, meja, kursi, birokrasi, kekuasaan, power menjadi tidak relevan dalam platform non-fisik yang baru ini. Platform ini dibangun mengunakan program (code), server, port, resource locator yang sulit di imajinasikan dalam dunia fisik yang biasa kita kenal selama ribuan tahun belakangan. Dengan keberadaan platform yang lain ini yang dapat mengeffisienkan proses transportasi informasi &amp;amp; pengetahuan tentunya tingkat dominasi ke tiga (3) pilar kembali bergeser.
Tiga (3) pilar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Norma vertikal, Hukum Tertulis &amp;amp; Konsensus) &lt;/span&gt;tampaknya mendominasi bentuk struktur yang dibangun di masyarakat. Ketiga-nya secara sederhana membangun kepercayaan (trust) di masyarakat yang menjadi dasar bagi anggota-nya untuk berinteraksi satu dengan lainnya. Tentunya pola kepercayaan yang digunakan sangat beragam, terkadang kepercayaan (trust) tersebut merepresentasikan diri-nya dalam bentuk ketakutan karena tindakan represif penguasa yang harusnya bisa dipercaya. Dominasi pilar horizontal (hukum tertulis &amp;amp; hukum tidak tertulis / konsensus) akan sangat beragam effek-nya. Dalam penjelasan terlihat pergeseran pilar &amp;amp; struktur yang disebabkan oleh percepatan transfer informasi &amp;amp; pengetahuan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;
Pertanyaannya Lalu&lt;/span&gt; :
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk apa kita Ngeblog? Menimba ilmukah? Berusaha menjadi pandai? Atau Ikut Menggeser Tiga Pilar itu?.
&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengapa Ngeblog &amp;amp; menimba ilmu perlu dilakukan? Apakah untuk KUM? Untuk naik pangkat? Untuk memperoleh kedudukan yang lebih baik? Untuk memperoleh gaji yang lebih besar?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengapa menulis paper? Apakah untuk KUM?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengapa menulis buku? Apakah untuk kuliah? Apakah untuk menaikan KUM?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapa yang harusnya menikmati hasil share ngeblog kita? Hasil analisa &amp;amp; sintesa pengetahuan yang dilakukan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepada siapa kita harus pertanggung jawabkan hasil ngeblog kita? Hasil analisa &amp;amp; sintesa pengetahuan?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kepercayaan (trust) tampaknya harus menjadi kunci dari pertanyaaan ini.&lt;/span&gt;
&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBCOM%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1875579732; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1047194068 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:108.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l0:level4 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:144.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:180.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:216.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l0:level7 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:252.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:288.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Courier New";} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:324.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Wingdings; 	mso-bidi-font-family:Wingdings;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-b&lt;/style&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3206744376376152760?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3206744376376152760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/ngeblog-paradigma-flatform-atau.html#comment-form' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3206744376376152760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3206744376376152760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/ngeblog-paradigma-flatform-atau.html' title='Ngeblog, Paradigma, Flatform Atau Popularitas'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4011304622327775671</id><published>2008-11-21T18:44:00.007+07:00</published><updated>2008-11-21T19:20:52.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>SEO, CMS, Bangsa Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SSag4hOsvfI/AAAAAAAAAUs/itWS04VkC9g/s1600-h/ireng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SSag4hOsvfI/AAAAAAAAAUs/itWS04VkC9g/s320/ireng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271077306736885234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Lama ga update blog, ak&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;hirnya bisa juga posting baru. kali ini saya mencoba memberi info tentang keberadaan sebuah website milik salah satu ponpes terkenal di pulau Jawa yakni Ponpes Tebuireng.
Website ini dibangun dari CMS joomla dengan modifikasi 100%, mulai dari template karya alumni tebuireng sendiri sampai pada fitur-fitur yang ada.&lt;/span&gt;
gambar disamping adalah tampilan awalnya dengan warna dominan merah dan putih sehingga tampak makin enak dilihat.
Design dan Deplovment web ini ini adalah seorang anggota FMN (Front Mahasiswa Nasional)&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;
&lt;/span&gt;Pemilihan warna ini disesuaikan dengan kondisi bangsa hari ini yang sedikit demi sedikit jiwa kebangsaannya luluh dan malah akan menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa, demikian filosofi warnanya disaat diskusikan design (wakakakak..kayak filosof neh). Namun yang terpenting template karya byzantium community ini telah dibeli oleh Joomla dengan harga $ 40.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.fmn-indonesia.com%3e%3cspan%20style=/"&gt;Yang Selanjutnya adalah karya anak bangsa lagi, sebuah fitur yang sangat mirip dengan joomla namun mendekati Wordpress. CMS ini diberikan nama HaveCMS, CMS ini karya anak jember seorang mahasiswa yang ingin berdedikasi untu&lt;/a&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.fmn-indonesia.com%3e%3cspan%20style=/"&gt;k bangsanya dan saat ini fitur CMS ini dalam tahap pengembangan, penasaran pengen lihat bentuk default dari HaveCMS, &lt;/a&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.fmn-indonesia.com%3e%3cspan%20style=/"&gt;neh dibawah :&lt;/a&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SSakMIzOOWI/AAAAAAAAAU0/bRQp_sD5-ac/s1600-h/cms.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 284px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SSakMIzOOWI/AAAAAAAAAU0/bRQp_sD5-ac/s320/cms.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271080942311455074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat keren kan..Jadi Kesimpulannya gapaian harus malu atau berlama-lama memakai hasil karya luar, toh juga sekarang karya anak bangsa kita sudah ada yang free.. Bravo Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4011304622327775671?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4011304622327775671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/seo-cms-bangsa-indonesia.html#comment-form' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4011304622327775671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4011304622327775671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/seo-cms-bangsa-indonesia.html' title='SEO, CMS, Bangsa Indonesia'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SSag4hOsvfI/AAAAAAAAAUs/itWS04VkC9g/s72-c/ireng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-6484045782756170494</id><published>2008-11-12T23:27:00.007+07:00</published><updated>2008-11-13T00:03:02.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>SEO dan Virus Doraemon</title><content type='html'>&lt;div align="justify"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua blogger mania mungkin sudah mengetahui banyak para blogger Indonesia yang ikut kontes &lt;strong&gt;&lt;em&gt;SEO, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;kontes ini sendiri merupakan ajang untuk lebih menguji agar lebih bersahabat dengan Pak &lt;strong&gt;Lurah Google. SEO &lt;/strong&gt;merupakan hal yang terlalu tinggi bagi saya yang masih cupu dan oon, namun sedikit saya mendapat penjelasan dari seorang kawan yang begitu ramah, saya sebut saja kawan &lt;strong&gt;Q_THEA&lt;/strong&gt; (maaf nama samaran) sehingga saya pun mendapatkan pencerahan tentang apa itu SEO.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tulisan saya yang sederhana ini pada dasarnya ingin minta pencerahan kepada semua webmaster atau para suhu blogger yang memang memahami SEO ini secara konfrehensif, secara pribadi saya memaknai SEO ini sebagai sebuah &lt;/span&gt;&lt;strong style="FONT-FAMILY: georgia"&gt;&lt;em&gt;redrect&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; saja (walah kayak master aje..wakakakak)...pemahaman ini saya dapatkan setelah mencoba search ingene lewat pak lurah google, okezone, MSN, dll, lalu mencari beberapa hal yang bisa saya pahami sendiri tentang SEO ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memang saya sadar pemahaman saya ini pasti jauh dan salah, namun ini didasari oleh satu hal yang menarik dalam bathin saya, kenapa Blogspot atau Wordpress harus menggunakan meta tag yang tepat sehingga mampu dikenal cepat oleh mesin pencari??? dari beberapa diskusi ternyata saya menemukan sebuah kesimpulan dalam persfektif berbeda mungkin dengan para web master lainnya..mohon maaf sebelumnya mungkin persfektif saya tentang SEO ini adalah sebuah redrict salah (mohon penjelasannya alias pencerahannya
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Contohnya saja Blog jelek dan sederhana ini (kecuali templatenya keren hasil karya &lt;strong&gt;kang jaloee&lt;/strong&gt;, namun sayang saya ga bisa modifikasi biar makin ngejreeeng, maaf deh &lt;strong&gt;kang suhu). &lt;/strong&gt;apabila para blogger cari lewat mesi pencari mungkin akan sulit ketemu, karena kebodohan saya ini, namun saya juga tidak berkecil hati malah bangga walau sulit ketemu namun masih ada yang berkunjung ke blog saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lanjut kemudian beberapa hari ini ketika saya mencoba otak-atik blog saya lewat mesin pencari saya menemukan sebuah page berjudul &lt;strong&gt;Virus Doraemon&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Tom jerry. &lt;/strong&gt;Memang virus ini udah lama ada dan mungkin sudah ditau oleh banyak orang, akan tetapi disini saya ingin mencoba mengatakan tentang satu hal bahwa ternyata virus ini lumayan berat..Walau saya ga paham apa itu virus dan bagaimana membuatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya katakan berat karena dari bahasa &lt;strong&gt;descrypt-enscrypt&lt;/strong&gt; nya sangat membingungkan ditambah lagi dengan bahasa pemograman yang sebagian orang kenal dengan &lt;strong&gt;VB &lt;/strong&gt;(sekali lagi apa yang saya sebut ini hasil diskusi, bukan karena pengetahuan saya), bagi yang sering donwload game asal udah ati-hari dech...hehehee..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ok..sampai sini dulu dan selamat mengikuti kontest bagi ikut kontes SEO dan selamat bagi yang kena virus doraemon berarti anda dipilih oleh dora untuk jadi sahabatnya...hehehehe (canda). Happy Blogging and Bravo Indonesia !!!.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-6484045782756170494?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/6484045782756170494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/seo-dan-virus-doraemon_12.html#comment-form' title='36 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6484045782756170494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6484045782756170494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/seo-dan-virus-doraemon_12.html' title='SEO dan Virus Doraemon'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-1967670388368197203</id><published>2008-11-08T22:26:00.008+07:00</published><updated>2008-11-08T22:58:07.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Krisis Ekonomi Negara Berkembang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KRISIS yang susul-menyusul tanpa jeda di sejumlah negara berkembang akhir-akhir ini, memunculkan kesan dunia sudah menjadi langganan krisis. Kondisi perekonomian global yang rapuh dengan sistem finansialnya yang tidak berfungsi baik, menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang kian rentan untuk terseret ke dalam krisis seperti yang dialami sejumlah negara Asia tahun 1997-1998. Belum berakhir sepenuhnya krisis finansial Asia dan Rusia, krisis ekonomi baru kembali menggulung Turki dan sejumlah negara Amerika Latin yang 20 tahun lalu juga mengalami krisis serupa dan selama satu dekade setelahnya harus menghadapi lost generation(satu generasi hilang), akibat krisis utang tahun 1980-an.&lt;div align="justify"&gt;Krisis utang Amerika Latin kali ini dimulai dari Ekuador. Negara ini gagal memenuhi kewajiban (default) atas surat utang Brady Bonds yang jatuh tempo tahun 1999. Kemudian diikuti Argentina yang defaultpada Desember 2001, lalu Uruguay dan Brasil pada Juli 2002.&lt;div align="justify"&gt;Hal serupa dialami Turki, yang seperti Brasil kondisinya semakin diperumit lagi oleh ketidakpastian politik menjelang pemilu. Ditambah kondisi perekonomian domestik yang rentan, krisis utang ini segera memicu ambruknya sistem finansial dan membuat aliran sumber pendanaan ke negara-negara itu juga terputus..&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Data Komite Pembangunan (Development Committee) Bank Dunia menyebutkan arus penanaman modal langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI atau Penanaman Modal Asing/PMA) secara neto ke Amerika Latin anjlok hingga 24 persen pada paruh pertama tahun 2002 saja. Mengapa krisis terus berulang di negara yang sama? Dan, mengapa campur tangan Dana Moneter Internasional (IMF) dengan resep-resep konvensionalnya untuk keluar dari krisis, tak bisa mencegah negara-negara tersebut kembali terjerumus ke dalam krisis serupa?&lt;div align="justify"&gt;Padahal, sebagian besar negara Amerika Latin sebenarnya sudah meliberalisasikan pasarnya, memperbaiki anggaran pemerintahnya dan membenahi pasar modal dan pasar uangnya. Menurut mantan chief economistBank Dunia sekaligus penerima hadiah Nobel ekonomi tahun 2001, Joseph Stiglitz, selama ini Argentina bisa dikatakan 'murid paling patuh' (A-plus student) IMF.&lt;div align="justify"&gt;Negara ini melakukan apa saja yang disuruh IMF, termasuk meliberalisasi pasarnya dan memprivatisasi sebagian besar BUMN-nya. Karena dianggap sebagai "murid yang patuh", Argentina dengan mudah bisa mengutang ke pasar modal AS atau negara-negara Barat lainnya.&lt;div align="justify"&gt;Akibatnya, karena tidak terkontrol, utang membengkak mencapai 144 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, dengan meningkatnya suku bunga, Argentina menjadi kesulitan membayar utang luar negerinya yang mencapai 141 milyar dollar AS.&lt;div align="justify"&gt;Karena situasi sudah memburuk sedemikian rupa, IMF pun masuk dan seperti dilakukan di negara-negara lain, IMF memaksa Argentina menerapkan kebijakan fiskal yang kontraktif. Dengan angka pengangguran yang mencapai dua digit, konsekuensi pengetatan anggaran itu sudah bisa diduga. Perekonomian yang mengalami resesi sejak empat tahun terakhir itu terus memburuk dan pengangguran melonjak hingga 20 persen lebih, belum termasuk pengangguran terselubung yang sekitar 10-15 persen, sehingga akhirnya memicu gejolak politik.&lt;div align="justify"&gt;Apa yang terjadi di Argentina, membuat investor, kreditor dan negara-negara tetangganya ikut nervous, karena jika Argentina yang "murid paling patuh" IMF saja bisa mengalami itu, bagaimana dengan yang lain? Akibatnya, seperti yang terjadi di Asia tahun 1997, investor beramai-ramai menarik dananya dari kawasan dan kreditor memutus pendanaannya dan minta utang segera dibayar.&lt;div align="justify"&gt;KEPALA Western Hemisphere Department di IMF, Claudio Loser, seperti dikutip kantor berita AFPmengakui kondisi yang dihadapi negara-negara Amerika Latin sekarang ini memang 'sangat sulit'. Namun, ia membantah kawasan itu kini sedang di ambang krisis baru. Sebaliknya, Ricardo Haussman, profesor ekonomi pembangunan dari Harvard University, tidak melihat adanya perbedaan antara apa yang terjadi di Amerika Latin dewasa ini dengan krisis utang yang dialami negara-negara tersebut tahun 1980-an. Krisis yang terus berulang dan berulang ini, menurut dia, menunjukkan bahwa ada yang salah dalam sistem finansial global.&lt;div align="justify"&gt;Pendapat serupa dilontarkan Stiglitz. Menurut Stiglitz, sebagaimana diungkapkan dalam artikel berjudul The Disastrous Consequences of Instability, apa yang terjadi di Amerika Latin dan Turki, sebenarnya membuktikan bahwa IMF telah gagal mengatasi problem mendasar penyebab krisis. Bahkan, dalam banyak kasus resep kebijakannya justru memperparah krisis, seperti di Indonesia tahun 1998. Di Amerika Latin, setelah satu dekade reformasi di bawah IMF, pertumbuhan ekonomi negara-negara selama dekade 1990-an justru merosot menjadi hanya separuh level pertumbuhan sebelum adanya program IMF.&lt;div align="justify"&gt;Pada saat yang sama, upah juga turun, sementara pengangguran membengkak. Problem mendasar yang dimaksud Stiglitz itu sendiri antara lain berupa ketidakseimbangan ekonomi global, risiko fluktuasi nilai tukar, dan suku bunga. DALAM bukunya Globalization and Its Discontent, Stiglitz menuding globalisasi sebagai penyebab meningkatnya volatilitas dan terpaparnya negara-negara berkembang pada risiko tinggi untuk mengalami krisis.
Maaf Tulisannya Ampe Sini..hehehehehe Ga Kuat, Kapan-kapan sambung lagiii.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-1967670388368197203?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/1967670388368197203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/krisis-ekonomi-negara-berkembang.html#comment-form' title='36 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/1967670388368197203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/1967670388368197203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/krisis-ekonomi-negara-berkembang.html' title='Krisis Ekonomi Negara Berkembang'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-8219887363112524052</id><published>2008-11-02T21:00:00.010+07:00</published><updated>2008-11-02T21:43:10.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Isi Hati</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Thanks To :&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Orang Tua Ku Tercinta, Khusus Almarhum &lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ibunda Tercinta&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kakak-Kakak Koe tercinta, thanks ya.&lt;span id="fullpost"&gt;

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Blink_212 Community.&lt;span id="fullpost"&gt;

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;byz9991_thea (Terus Berkarya Untuk Anak Bangsa, Selamat Atas &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Berhasilnya pembuatan &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Portal Friendster Buatan Moe, Jangan Kalah dengan Friendster Yang Lama)&lt;/span&gt;.

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;eyiiiiie212_ndut(Jangan Terlalu banyak Makan Mie Goreng, wakakakak)&lt;/span&gt;.

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;momochan_212 (thanks udah buatin gambar keren buat sampulnya)&lt;/span&gt;.

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kawan-kawan Mimi, Gondrong, Ficoe, Hok Gie dan semua pihak&lt;/span&gt; &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;yang telah membantu&lt;/span&gt;.

&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Aku Telah Berhasil......
Kawan-kawan tunggu saya disana, saya akan datang Desember ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-8219887363112524052?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/8219887363112524052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/isi-hati.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8219887363112524052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8219887363112524052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/11/isi-hati.html' title='Isi Hati'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7825889091577651247</id><published>2008-10-30T21:35:00.009+07:00</published><updated>2008-10-30T22:14:35.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Sekedar Info</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya Saya ingatkan saya bukan ahli atau apa, saya hanya menerima kabar dari kawan-kawan yang ahli yang kemudian saya kabarkan kembali kepada kawan-kawan blogger. Oh Ya selamat Hari Blogger Nasional Aja Dech.
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Google Earth, persembahan Pak Lurah Google, salah satu software yang dikembangkan oleh perusahaan internet terbesar di dunia. Atau mungkin Spyair-Earth yang dikembangkan oleh Pentagon USA yang mampu melihat objek dari NASSA 15 meter di atas permukaan objek.

Namun sayangnya Spyair-Earth versi trial hanya 7 hari.saja (kaciiian dech) Akan tetapi perkembangan teknologi baru-baru ini dapat kita lihat di beberapa situs terkenal seperti www.pentagon.gov yang khusus memberitakan seputar software dan teknologi pertahanan USA, www.compactbyte.info , atau situs lain dalam negeri seperi www.beritanet.com.

Hampir Kelupaaan neh..hehehehe. Kabar baik dan bahagia disaat Indonesia ataupun dunia mengalami krisis ekonomi, anak-anak bangsa sekali lagi membuktikan diri nya mampu bersaing dengan orang-orang luar, karya-karya ini antara lain adalah B3Droute V.1.0 dan Securty Motor Versi HP Nokia 3315, ok saya info kan dikit ya tentang kedua soft buatan anak negeri ini :

B3Droute V.1.0 adalah software (perangkat lunak) buatan anak bangsa. B3Droute V.1.0 merupakan pengembangan dari teknologi GPS dan Sattelite Route / maps. Tidak jauh berbeda dengan Google Earth, kita bisa melihat potret dunia dari Sattelite dengan zona waktu yang dapat kita tentukan.

Beberapa kelebihan B3Droute V.1.0 :

- Memiliki fasilitas Network Root Analis, berpungsi untuk mendeteksi dan menganalisa jaringan. Bisa digunakan untuk melacak Laptop dengan mengidentifikasi Psycal Address Wireless dan No Mesin atau HP yang hilang ( Masih terbatas pda HP yang memiliki teknologi GPS)

- Weather, yang mampu memdeteksi cuaca daerah / negara tertentu. Untuk saat ini masih menggunakan layanan Weather Info dari beberapa situs cuaca.

- IP Detect. Membaca IP dari jaringan tertentu dengan kelas dan DNS-nya.

- Port Scanner

- bandwidth Test

- Dan masih banyak lagi.

Selanjutnya Securty Versi HP Nokia 3315, security diciptakan oleh seorang mahasiswa IT jurusan sistem informasi tahun 2008 ini, securty ini berguna untuk mencegah terjadinya curanmor dan soft ini sudah diperagakan.

Kelebihannya adalah :

- Mampu Mendeteksi letak motor dan DNA Pemilik

- Mampu Mengetahui Posisi Motor Terakhir.

- Dll

Nah Jika Anda berminat memiliki dengan B3Droute V.1.0 hubungi segera Byzantium Community Atau jika Anda berminat untuk mencoba terlebih dahulu, kami berikan Versi Trial gratis !!!

Sedangkan Untuk Soft satunya lagi tidak diperdagangkan, karena masih dalam tahap penyempurnaan

&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maaf Tidak Memakai Readmore Karena saya lagi Belajar&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bravo Indonesia!!!!!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7825889091577651247?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7825889091577651247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/sekedar-info.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7825889091577651247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7825889091577651247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/sekedar-info.html' title='Sekedar Info'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-6751496472318734934</id><published>2008-10-29T23:10:00.004+07:00</published><updated>2008-10-29T23:21:34.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Sumpah Pemuda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SQiL-pZHr3I/AAAAAAAAASI/S0Ihs33SPuE/s1600-h/Sumpah+Pemuda+Memudarnya+Semangat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 355px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SQiL-pZHr3I/AAAAAAAAASI/S0Ihs33SPuE/s320/Sumpah+Pemuda+Memudarnya+Semangat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262610072961789810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
Kami Putra-putri Indonesia,

Mengaku berbangsa satu,

Bangsa Indonesia


Kami Putra-putri Indonesia,

Mengaku bertanah air satu,

Tanah Air Indonesia


Kami Putra-putri Indonesia,

Menjujung bahasa persatuan,

Bahasa Indonesia...


gambar diambil dari &lt;a href="http:///"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-6751496472318734934?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/6751496472318734934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/sumpah-pemuda.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6751496472318734934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6751496472318734934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/sumpah-pemuda.html' title='Sumpah Pemuda'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SQiL-pZHr3I/AAAAAAAAASI/S0Ihs33SPuE/s72-c/Sumpah+Pemuda+Memudarnya+Semangat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3939732435364952426</id><published>2008-10-18T21:14:00.002+07:00</published><updated>2008-10-29T00:25:22.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Paper Nepal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;“WHAT DOES SCIENCE MEAN IT? IT MEANS TO BE USEFUL TO THE PEOPLE. MY DEAR NEPHEWS AND NIECES, YOU WILL BE FUTURE SCIENTISTS, NOT TO BE BIG MEN LIVING ABOVE AND FAR FROM THE PEOPLE, BUT TO WORK FOR THE PEOPLE”

(Ho Chi Minh, when receiving academic title “Doctoral Honoris Causa” from Padjadjaran University, Bandung, 1955)
&lt;/div&gt;
At the present time, education privatization has become the general trend in Indonesia. This matter cause the government subsidy for education minim, privatization of state university, increase of education payment, and limited of academic freedom and form an organization or joint one. Education privatization in Indonesia has cause the university become hard to access by the poor people, education has change become business commodity, meanwhile scientific tradition and academic freedom never happen in campuses.
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
Based on census of Indonesian people on 2004, the population of Indonesia approximately 238.452.952 peoples who are spreads in 30 provinces. This numbers take the fourth biggest population in the world. The land wide is 1.919.440 km² (the fifteenth widest land in the world). On 2003, total income of Indonesian GDP reaches 758. 1 billion US dollars with average rate income per year reach 3200 US dollars. Majority of Indonesia people live in poverty. According to the government, the poor citizen in Indonesia at this time is 37, 17 million people (16,58%) from the total of Indonesian population. Averages of the Indonesian people get income 2 US dollar per day, even less than 1 US dollar per day.

In addition, beside the poverty, the Indonesian people right to access education also becomes more limited. On 2002, only 10% youth on university age in Indonesia enter universities. On 2003, majority of new college students (77%) are students with parents have income about Rp 1.5 million per month, 20% is students with parents have income more than Rp 2 million. On 2004, citizen who can access the university only 3% come from poor family. Meanwhile, the rest is come from high-middle class family.&lt;span id="fullpost"&gt;
As the one of important instrument in developing nation character, education should be a serious attention, especially in the cost of education operational. But in Indonesia, the government applied expensive education. At this time to enter kinder garden and elementary school we have to pay cost Rp 500.000-1.000.000 even, there is a lot more than 1 million. For junior high school and senior high school reaches Rp 1 million-5 million (depending on school). Differentiation of cost between public and private school is not much.

University fee of payment reaches millions and even thousand millions. To joint University of Indonesia (UI), for instance, must pay 5-25 millions Rupiah. The question is, can a worker in Jakarta with wage 972.000 per month or peasant in country side with wage 15.000-20.000 per day afford his children to a college with the payment?

The narrower of education access is bounded with the government policy to cut the education subsidy. In the constitution of Indonesia (UUD 1945), tell that the allocation for education must 20% from APBN and APBD. But, the government allocation for education never reaches this number. On 2007, the government only gives 12,3% or 98.4 trillion Rupiah for education from total government's expenditure 800 trillion Rupiah. This matter really contrary with the debt payment that is reaches 30-40% from APBN. The government even dares to spend fund 650 trillion Rupiah for the process of re-structure and re-capitalization banking.

The expensive of education payment became worsening by the government policy of privatization of public university. Since 2000, the government has put in effect privatization to several prominent public universities in Indonesia. They are University of Indonesia (UI), Technology Institute of Bandung (ITB), Agriculture Institute of Bogor (IPB), Gadjah Mada University (UGM), Education University of Indonesia (UPI), University of Sumatera Utara (USU), Airlangga University (Unair) and Diponegoro University (Undip)
&lt;span class="fullpost"&gt;
These campuses used to be known as “people campus” because give access for the poor people to get college with achievable cost. Now, in these campuses happens a significant escalation of payment. Privatization processes also known as “campus autonomy”. That is campuses have authority to manage funding and government don't give subsidy anymore. But, what happen is the biggest source of funding is come from students. Even, campuses put in effect policy like “special line” or Entry Examine (UM) to absorb fund from prospective students outside of regular line the selection of new student acceptance (SPMB). And opening new courses, instant education stage D1 and D2, and opening distant classes and extension classes to enhance the wealth of campuses bureaucrat.

Indonesia has approximately 2767 colleges, 82 of them are public colleges and the rest of them are private colleges. Both of private and public colleges have several common problems, like facilities and low quality of lecturer. The payment in the private colleges -mainly the big private colleges- is very expensive. In Trisakti University in Jakarta, the cost per credit semester system (SKS) is 1.750.000 Rupiah. Student in semester 1 and 2 with the packet system (20 SKS) must pay approximately 35 million per semester. In Business and Informatics Institute (IBI) campus the cost per year can reaches 30 million Rupiah. Since the campus autonomy put in effect, happens the escalation of payment in almost every public colleges.

Beside of the expensive of school payment, the other problem of Indonesian education is “curriculum”. Since 1994, has happen 3 time education curriculum exchange that is link and match (1994), curriculum based on competence (2004) and curriculum of denomination of education stage (STP) 2006. The orientation of education curriculum in Indonesia is to create academician that is ready to use and cheap in labour market.

There is no effort from government or campus to advance science and national technology, the science that is learn in colleges most of them are theories in middle century, especially in social science. The most updated science less learned. Developing of technology that is exists only to raft technology not to create a new technology.

The main focus of scientific development is related to communication and information technology (IT), civil technique and economics (accountancy and management). Meanwhile several courses that are less promise for labour market begin to cut like philosophy, theology and art. There also effort to develop entrepreneurship campus, but only a concept. This is because of disability of the campus to empower its students. This concept only raises the widespread practice of business on education from the campus by searching infestations to enter the campuses.

Indonesian education curriculum very less learns on the social reality of Indonesian people. This is causes the Indonesia university student don't know much about the reality of nation and people of Indonesia. Not a general secret anymore if the “Indonesianist” is much come from outside Indonesia. Meanwhile academician of Indonesia much more become propaganda microphone in campus about economics, politic and law theories from west that is mislead for Indonesia people.

So, can we conclude that Indonesian education curriculum is non scientific and not give an intelligent. Lecture in Indonesia very far from analyze global objective problems and reality of Indonesia people, don't have purpose to develop science and national technology and don't create highly competent labour that is useful for nation development that is strong and independent.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3939732435364952426?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3939732435364952426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/paper-nepal.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3939732435364952426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3939732435364952426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/paper-nepal.html' title='Paper Nepal'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7031123691357014886</id><published>2008-10-17T19:46:00.005+07:00</published><updated>2008-10-17T19:52:34.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Koe Kembali Sobat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ijinkan Saya Kembali Sobat

Koe Tidak Ingin Kesepian Lagi

KoeIingin Bersama Sobat-Sobat Lagi

Walau Hanya Dalam Dunia Maya Ini
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7031123691357014886?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7031123691357014886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/saya-kembali-sobat.html#comment-form' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7031123691357014886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7031123691357014886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/saya-kembali-sobat.html' title='Koe Kembali Sobat'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7948913854084076274</id><published>2008-10-07T23:52:00.002+07:00</published><updated>2008-10-07T23:57:54.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Istirahat Sejenak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sobat-Sobat Blogger, Saya Hendak Pamit

Untuk Istirahat Sejenak Ngeblog&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;Semoga Ketika Saya Kembali&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"  style="font-size:180%;"&gt;Sobat-sobat Semua Menerima Saya Kembali&lt;/span&gt;

NB : YM aktif selama ada waktu
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7948913854084076274?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7948913854084076274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/istirahat-sejenak.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7948913854084076274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7948913854084076274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/istirahat-sejenak.html' title='Istirahat Sejenak'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-15514193651901356</id><published>2008-10-06T14:53:00.007+07:00</published><updated>2008-10-11T14:10:22.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Dari Satria Gila</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam Minggu Saya Menerima Sebuah tulisan via email Dari Satria Gila atau yang sering saya panggil eeedannn212 (seorang cracker), tapi 212 yang ini bukan anak buah yang menteror &lt;a href="http://kristinadiansafitry.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gadis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tapi justru dia (eeedannn) orang  yang baek sering menasehati saya, surat  ini dipersembahkan untuk seseorang yang telah meninggalkannya dan begitu dia sayangi, bukan orang yang mengaku sayang tapi menghujat dan menteror orang yang disayang, oh ya orangnya lagi dalam perjalanan pulang ke NTB, nah ini dia surat nya :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" Seandainya hatimu adalah sebuah system.... "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Maka aku akan scan kamu untuk mengetahui port mana yang terbuka, sehingga tidak ada keraguan saat aku c:\&gt;nc -l -o -v -e ke hatimu, tapi aku hanya berani ping dari belakang anonymouse proxy, inikah rasanya jatuh cinta sehingga membuatku seperti pecundang atau aku memang pecundang sejati, Whatever..!!!&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;" Seandainya hatimu adalah sebuah system... "
&lt;/div&gt;Ingin rasanya aku manfaatkan vulnerabilitiesmu, pake PHP injection terus aku ls - la;find / - perm 777 - type d, sehingga aku tau kalo di hatimu ada folder yang bisa ditulisi atau adakah free space buat aku?. Apakah aku harus pasang backdoor " Remote Connect - Back Shell " jadi aku tinggal menunggu koneksi dari kamu saja, biar aku tidak merana seperti ini.

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" Seandainya hatimu adalah sebuah system... "&lt;/span&gt;
Saat semua requestku diterima, aku akan nongkrong terus di bugtrq untuk mengetahui bug terbarumu, maka aku akan patch n patch terus, aku akan jaga service mu, jangan sampai crash dan aku akan menjadi firewallmu. Aku akan pasang portsentry, dan menyetting error page mu " The page cannot be found coz &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAS BEEN LOVED by SOMEONE.. &lt;/span&gt;Get Out! ". Aku janji gak bakalan ada macelinious program atau service yang hidden, karena aku sangat sayang dan mencintaimu.

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" Seandainya hatimu adalah sebuah system... "&lt;/span&gt;
Jangan ada kata " You dont have permission to Access it " untuk aku, kalau gak mau di ping flood atau DDos Attack jangan ah..!!! kamu harus menjadi sang bidadari penyelamatku.
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" Seandainya hatimu adalah sebuah system...? "&lt;/span&gt;
Tapi sayang hatimu bukanlah sebuah system,....
Kamu adalah sang bidadari impianku, yang telah mengacaukan systemku..!!
Suatu saat nanti aku akan datang dan mengatakan kalau di hatiku sudah terinfeksi virus yang menghanyutkan, Gak ada anti virus yang dapat menangkalnya..
Selain.. Kamu...

Dan Lewat postingan ini juga saya hendak pamit buat sejenak untuk mencari sesuatu yang telah lama hilang..hanya untuk sejenak sobat-sobat blogger.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-15514193651901356?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/15514193651901356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/dari-pangeran-gila.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/15514193651901356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/15514193651901356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/dari-pangeran-gila.html' title='Dari Satria Gila'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-9128864693087668457</id><published>2008-10-03T18:21:00.014+07:00</published><updated>2008-10-11T14:11:56.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Maukah Kita Membaca</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hello Selamat Lebaran yaa buat semua, kita mulai dari nol ya (kayak iklan pertamina aja). &lt;span class="fullpost"&gt;Seusai lebaran ini saya sedikit mencoba mencoret blog sederhana ini dengan sebuah coretan tiada pangkal, hanya sebuah goretan si &lt;strong&gt;gebrak&lt;/strong&gt; saja.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dimulai&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;..............................."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Iqra.&lt;/strong&gt; Bacalah. Bacalah atas nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bacalah. Bacalah mengapa dan bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya. Bacalah bagaimana matahari dan bulan beredar pada waktu dan siklus yang sudah ditetapkan, berdasarkan pola dan perhitungan yang sangat rumit dan akurat. Bacalah bagaimana flora dan fauna dihidupkan berdasarkan musim dan siklusnya yang berkesinambungan. Bacalah bagaimana manusia, lelaki dan perempuan, diciptakan dari DNA purba hingga bermutasi sampai pada bentuk manusia modern saat ini. Iqra. Bacalah. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang hendak kita ingkari?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bersyukurlah kita karena Tuhan telah menciptakan manusia dengan akal budi dan qalbu yang tidak dimiliki makhlukNya yang lain di langit dan di bumi ini. Tuhan Maha Besar. Karena itu tidak ada alasan bagi kita, umat manusia, untuk tidak mau, atau tidak mampu membaca semua yang sudah disuratkan dan disiratkan. Bacalah seluruh gejala dan proses alam yang ada di hadapan panca indra, kita agar kita selalu bisa mensyukuri nikmat Tuhan yang tiada bandingan itu.
&lt;span class="fullpost"&gt;
Bacalah. Maka pengetahuan akan terbentang maha luas dan maha kaya. Tanpa membaca kita akan menjadi makhluk yang buta dan tuli, yang tidak mampu mengapresiasi kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Bacalah. Maka kita harus membuka mata, membuka hati, membuka akal dan pikiran kita. Bacalah. Maka kita harus belajar. Kita harus melatih kecerdasan. Kita harus menimba ilmu pengetahuan. Kita harus mempelajari misteri dalam kehidupan dan keajaiban di dalam dan di luar semesta ini.

Bacalah. Maka umat manusia harus memiliki akses yang seluas-luasnya terhadap ilmu pengetahuan, agama, dan pelbagai ajaran. Manusia harus memperoleh hak dan kesetaraan dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah, di madrasah-madrasah, di perguruan tinggi. Bacalah maka para pemimpin umat, di desa-desa, di kecamatan, di kabupaten, di propinsi, harus menyediakan sarana pendidikan dan pengajaran yang sebaik-baiknya dan seadil-adilnya kepada seluruh warganya, baik yang tinggal di desa-desa maupun di kota-kota besar.

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bacalah bahwa manusia diciptakan sama dan sederajat oleh Tuhan. Bahwa setiap orang sama dan setara di hadapan sang maut, di pintu surga atau di lembah neraka, sesuai amal saleh dan perbuatannya serta ilmu yang dimanfaatkannya. Bacalah bahwa belajar, mengajar, mendidik, adalah ibadah untuk sesama dan juga untuk agama dan untuk Tuhan, agar manusia tidak mengingkari kekuasaanNya yang tiada bertepi.

Bacalah undang-undang dasar negeri ini. Bacalah bahwa pendidikan dan pengajaran adalah hak setiap warga Negara yang harus dipenuhi oleh semua pemerintahan, baik desa, di kecamatan, di kota, di kabupaten, maupun di provinsi. Tanpa memandang jenis kelamin, perbedaan usia, dan tingkat serta status sosialnya. Bacalah bahwa pendidikan dan pengajaran adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua unsur pemerintahan baik di desa, di kecamatan, di kota, di kabupaten, maupun di provinsi, tanpa memandang dan menghitung berapa pemasukan anggaran daerahnya, dan berapa luas serta populasi penduduknya.

&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bacalah. Pendidikan dan pengajaran serta sarananya, sesungguhnya sudah bisa dimulai dan dibangun di desa-desa, terutama dari masjid-masjid desa yang tak terhitung jumlahnya. Seandainya para warga desa yang beragama Islam setiap hari Jumat menyedekahkan sebagian kecil rezekinya ke dalam kotak-kotak dan kantong-kantong sumbangan yang diedarkan dari satu saf ke saf yang lain di setiap masjid, di seluruh pelosok provinsi, dan kalau semua itu dikumpulkan menjadi satu, berapa juta atau berapa ratus juta rupiah dana yang sangat halal dan ikhlas itu, mampu dikeluarkan dan dikumpulkan di seluruh masjid besar di provinsi ini, hanya dalam satu hari Jumat? Dan berapa besar dana yang akan terakumulasi pada setiap tahun atau setiap 52 Jumat di seluruh provinsi? Ke manakah gerangan raibnya dana-dana umat itu? Untuk apakah penggunaannya selama ini? Sejak sebelum republik ini berdiri? Sejak agama Islam disiarkan di seluruh negeri? Pernahkan kita mengetahui bahwa selain saldo tersisa Jumat lalu, kita mendengar laporan dari para pengurus masjid bahwa sebagian dana sumbangan umat itu dialokasikan untuk dana pendidikan bagi warga yang tidak mampu? Atau disumbangkan untuk para yatim piatu dan fakir miskin? Atau untuk para orangtua jompo, para janda, dan para pengangguran?

Bacalah saudara-saudaraku seiman dan para ulama serta pemimpin pemerintahan desa, camat, kota, kabupaten, dan provinsi. Seandainya saja setiap Jumat perolehan sumbangan dari masjid-masjid itu separuhnya saja disumbangkan untuk biaya pendidikan warganya, paling kurang untuk warga di sekitar masjid yang rumahnya berada dalam radius 500 meter dari masjid, maka berapa banyak sekolah, madrasah, sekolah menengah, sekolah tinggi, atau perguruan tinggi yang bisa dibangun setiap Jumat, atau setiap 52 Jumat? Berapa banyakkah guru dan dosen berkualitas yang bisa digaji untuk memberikan pelajaran dan pendidikan yang terbaik bagi warga di sekitar masjid?

Berapa banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu yang bisa disekolahkan atau dikirimkan ke sekolah tinggi atau perguruan tinggi secara gratis? Dan, berapa ratus atau ribu atau juta penduduk yang akan terbebaskan dari kebodohan, tercerahkan oleh ilmu dan pengetahuan dunia dan agama, dan terbukakan pintu hatinya untuk mensyukuri kebesaran Tuhan melalui pemanfaatan tanah, air, satwa, dan tumbuhan di sekitar masjid? Berapa banyak warga yang tidak perlu lagi menjual tenaga kasarnya untuk mengais-ngais rezeki di negeri tetangga yang seringkali sangat tega dan telengas terhadap para pekerja kita?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-9128864693087668457?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/9128864693087668457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/maukah-kita-membaca.html#comment-form' title='29 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/9128864693087668457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/9128864693087668457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/10/maukah-kita-membaca.html' title='Maukah Kita Membaca'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-1160796424091598589</id><published>2008-09-28T23:58:00.007+07:00</published><updated>2008-09-29T00:09:46.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sepatah Kata</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perdamaian Merupakan Raja Hukum Dari Segala Hukum&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Kaidah Ushul Fiqh)

&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Dari Kaedah diatas ijinkan saya menulis sebuah kalimat dihari bahagia ini :&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepada semuanya; yang pernah ketemu maupun belum; yang puasa terus, yang bolong-bolong atau bahkan yang tidak puasa;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;yang sudah pernah ngasih kerjaan konsultan maupun yang belum ada rejeki untuk itu; yang pernah bikin dongkol ataupun yang baik-baik saja; yang sensitif gender maupun yang masih bisu-tuli-buta soal itu;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
yang kritis maupun mitis;yang menyenangkan maupun yang menyebalkan; yang rajin nulis dimilis maupun yang lebih suka nunggu kiriman; yang baru punya blog di Blogger,Multiply maupun yang sudah sampe bosan nulis update;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang lagi bikin rumah maupun yang masih betah di kost; yang baru menikah maupun yang baru menduda/menjanda;yang proyek penulisan bukunya ndak maju-maju maupun yang sampe bosan nagih-nagih; yang selalu susah ditelpon saat diperlukan maupun yang nongol terus meskitidak ditunggu; yang ribet ngurus pembukuan maupun yang betah banget ngurus server;yang sudah berambut putih maupun yang baru numbuh kumis; yang ke mana-mana naik mobil maupun yang suka menikmati tiupan angin dari jendela angkot;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang keranjingan nasi goreng maupun yang doyan banget garang asem; yang suka berbagi Jack Daniel maupun yang gemar cuka apel; yang suka rokok ketengan maupun yang milih minta kawan sebelah; yang rajin ngasih kultum maupun yang hanya jadi pendengar; yang sedang sibuk nyalon dalam Pilkades maupun hanya jadi tim sukses; yang emailnya sering dianggap spam oleh akun saya maupun yang ndak pernah nulis komentar dan email; yang mudik maupun yang betah di perantauan;yang urban maupun yang ndeso;yang suka iseng jadi hacker maupun yang memang hacker profesional; pokoknya kepada semua-muanya deh, saya mengucapkan,
&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat Idul Fitri. Saya minta Mark Up (eh....Maap!) Lahir dan Batin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Teman-teman yang ndak minta maaf kepada saya, tetap saya maafkan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Juga lahir dan batin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;By :Enhal&lt;/strong&gt; Disponsori dengan penuh selidik oleh; Semua Keluarga (Bapak, Kakak dan Kelaurga yang lain)&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-1160796424091598589?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/1160796424091598589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/sepatah-kata.html#comment-form' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/1160796424091598589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/1160796424091598589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/sepatah-kata.html' title='Sepatah Kata'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3179561077592839232</id><published>2008-09-23T22:47:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T23:01:32.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>PR Koe</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Akhirnya tiga buah PR terselesaikan juga, walau masih ada sisanya..hihihi. PR yang pertama dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;Kang Jaloe&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;, ne dia PRnya :&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;
&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Claptop%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-family: georgia;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;"  class="MsoNormal"&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat kerjaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal" face="georgia"&gt;a. Bobo &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;"  class="MsoNormal"&gt;b. Cari-cari buku-buku lapuk &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;"  class="MsoNormal"&gt;c. Kadang-kadang jadi penceramah (emang Kiyai..hihihik) &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;d. Nyari Sesuap Nasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat Tempat Tinggal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="georgia" class="MsoNormal"&gt;a.&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Cuman satu di rumah ortu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;3.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Empat film yang udah 100x ditonton?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;a. Cuman Doraemon Aja.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat tv show favorit? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;a. Realitas, MetroTV &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;b. Democrazy, Metro TV &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;c. Cover Story, TV One&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;d. Bajuri Bajaj, Anteve&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;5.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat makanan favorit?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;a. Sate &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" face="georgia" class="MsoNormal"&gt;b. Mie Ayam &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;c. Pelecing (khas &lt;st1:place st="on"&gt;Lombok&lt;/st1:place&gt;) &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;d. Krupuk (hihi)&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Empat situs favorit?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;a. Blog saya dong &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;b. Google&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;c. &lt;a href="http://www.tebuireng.net/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tebuireng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;d. &lt;a href="http://www.fmn-indonesia.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FMN Squad&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;PR yang kedua dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.arielz.net/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kang Ariel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, PR ini tentang 10 tentang diriku, ne dia PRnya :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Claptop%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Claptop%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:912852591; 	mso-list-template-ids:1095382340;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Claptop%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Claptop%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:912852591; 	mso-list-template-ids:1095382340;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Orang Yang mencintai Guru semesta Alam “ Nabi Muhammad” dengan sepenuh hati dan Murid Setia Al-Mukarrom Kiayai Haji Zainuddin Abdul Madjid&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Akhir september ini, seperti biasa sama kawan-kawan peringati      Hari Tani Internasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Perokok, Imut-imut and culun, &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;       &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;       &lt;v:formulas&gt;        &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;        &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;        &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;        &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;        &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;        &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;        &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;        &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;        &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;        &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;        &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;        &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;       &lt;/v:formulas&gt;       &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;       &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;      &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt=":P" style="'width:11.25pt;height:11.25pt'"&gt;       &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\laptop\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.gif" href="http://www.arielz.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif"&gt;      &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/laptop/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" alt=":P" shapes="_x0000_i1025" width="15" height="15" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Suka jalan-jalan walau ga ada tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Fans berat doraemon, Pramodya Anantatoer, W.S Wendra, Emha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Selalu Setia ama pacar (hihihi) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Berusaha untuk hidp selalu dengan sederhana &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Orang Yang mudah-mudahn bias merried tahun depan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Punya hoby unik, suka joinan rokok ama bapak dirumah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Yang jelas saya laki-laki dong and bukan superstar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;PR yang ketiga dari &lt;a href="http://fajarindra.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fajar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, PR ini tentang 10 tentang diriku, agak-agak mirip dikit, ne dia PRnya :&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;
&lt;/p&gt; &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Claptop%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.fullpost 	{mso-style-name:fullpost;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2083604035; 	mso-list-template-ids:-231291376;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Si enhal itu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;[Masih] Bujang Sampai Saat ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Cinta Damai, Setia Ama Pacar Juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;s&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Patriot&lt;/span&gt;&lt;/s&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; Pancasila      Kaleee…Hehehehe So Pasti Dong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;[Tidak pernah] Marah Kalo Lagi Bobo.hihihik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Rela Kemana Aja Asal Temen Seneng…Suer Deh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;s&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Rajin&lt;/span&gt;&lt;/s&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; Malas,      [diki-dikit] terampil, dan [Kayaknya Ga Deh] gembira [Seperti Doraemon      Kesayangan Ku Dong]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Hemat [&lt;i&gt;Hahaha Pengen&lt;/i&gt;], Ingin Selalu Belajar Tapi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;[Tidak] Sombong, &lt;s&gt;berani&lt;/s&gt; ama gelap aja takuuut, dan setia      --&gt;Iya Dong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Bertanggungjawab dan dapat dipercaya --&gt; Mudah-mudahan Bisa Lakuin      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. --&gt; &lt;i&gt;Amiiin&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:85%;" class="fullpost"  &gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya selesai juga, walau masih ada dua yang belum sempat saya posting...mungkin setelah lebaran deh..jauh bangeet...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3179561077592839232?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3179561077592839232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/pr-koe.html#comment-form' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3179561077592839232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3179561077592839232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/pr-koe.html' title='PR Koe'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-8397319970823644698</id><published>2008-09-19T21:04:00.009+07:00</published><updated>2008-09-19T22:21:56.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Award Dan Persahabatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selama bulan Ramadhan ini, tidak disangka dan diduga saya secara pribadi dapatkan tiga buah apresiasi dari sebuah persahabatan Ngeblog berupa award (coba THR ya..hehehe), mungkin bagi sebagian temen-temen ngeblog sambil cari duit atau naikkan pagerank and traffic, saya cuma bisa berikan ucapan sukses dan terus berkarya kepada yang menjalankannya. Tapi semoga itu tidak mengurangi makna Ngblog yakni menjalin persabahatan dan media share antara satu dan lainnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ok tidak usah terlalu panjang omong-omong pendahuluannya, dimulai minggu pertama bulan ini saya dapatkan award dari &lt;a href="http://afifamru.blogspot.com/"&gt;Bung Afif Ganteng &lt;/a&gt;, thanks ya bung afif dan ini dia awardnya
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO3BIQE8nI/AAAAAAAAAQo/flVaTOcOq5U/s1600-h/award+keduakoe.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247739220839428722" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO3BIQE8nI/AAAAAAAAAQo/flVaTOcOq5U/s320/award+keduakoe.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div align="justify"&gt;kemudian award kedua awardbuddy dari &lt;a href="http://ciamis-manis.blogspot.com/"&gt;Mas Harry&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;, kembali saya ucapkan thanks ya mas dan ini awardnya
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO6GE_E_5I/AAAAAAAAAQ4/Qzuoty7LfEE/s1600-h/butterfly_award.+award+ketiga+png.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247742604397051794" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO6GE_E_5I/AAAAAAAAAQ4/Qzuoty7LfEE/s320/butterfly_award.+award+ketiga+png.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian Award ketiga tadi malam saya terima dari seorang master Blog yakni &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;Kang Jaloe&lt;/a&gt;, Thanks so much Kang, ttapi syaratnya award kang jaloe ini harus diberikan kepada tujuh orang lainnya, oh ya ini awardnya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO6tRmybZI/AAAAAAAAARA/DUG7so30LyA/s1600-h/awardfromien.thumbnail.PNG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247743277799730578" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO6tRmybZI/AAAAAAAAARA/DUG7so30LyA/s320/awardfromien.thumbnail.PNG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;div align="justify"&gt;Dan award ketiga ini saya lempar ke tujuh orang lainnya dengan sebuah alasan, mereka tidak pernah sombong dan selalu memberikan share dan motivasinya kepada saya, adapun mereka adalah :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://fajarindra.blogspot.com/"&gt;Tukang Ronda&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://sulae.blogspot.com/"&gt;Sulae..&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://philuz.blogspot.com/"&gt;Firman&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bandotcom.co.nr/"&gt;Banny&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://ngeditfoto.blogspot.com/"&gt;EditFoto&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://putrababel.blogspot.com/"&gt;Aan Sang Filosofis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.wa-one.co.cc/"&gt;Wawan Sang Pujangga&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mengutip Wahyu Allah SWT &lt;em&gt;"bahwa Allah Tidak akan mengampuni hambanya apabila hubungan tali silaturrahmi (Hablumminannas) tidak dilakukan&lt;/em&gt;" dan melalui media Blog ini mari kita sama-sama kuatkan tali persahabatan dan berbagai pengetahuan menuju Indonesia maju dan menjadi Hamba Allah yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-8397319970823644698?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/8397319970823644698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/award-dan-persahabatan.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8397319970823644698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8397319970823644698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/award-dan-persahabatan.html' title='Award Dan Persahabatan'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SNO3BIQE8nI/AAAAAAAAAQo/flVaTOcOq5U/s72-c/award+keduakoe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7652479810404016765</id><published>2008-09-15T23:15:00.005+07:00</published><updated>2008-09-15T23:48:37.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Catatan Bagi Koe</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sebelumnya saya ingin katakan bahwa tulisan ini bukanlah review blog atau promosi iklan, hanya sekedar pengingat diri bahwa saya adalah seorang pemula yang masih harus banyak belajar dan bukanlah pula seorang ahli IT (ilmu teknologi) atau ahli blogger seperti penghulu-penghulu blogger kayak &lt;strong&gt;Kang Jaloe&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;catalog-tutorialnya&lt;/strong&gt; ataupun dengan &lt;strong&gt;jaloe blogspotnya&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Abang Andi&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;Snetworknya&lt;/strong&gt; semoga sukses abang, &lt;strong&gt;Brother Firdaus &lt;/strong&gt;dengan &lt;strong&gt;Do Follow&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Mas Mochal&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;Blogger Hack dan Javanya&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Bloggeraddichter&lt;/strong&gt; juga dengan &lt;strong&gt;Do Follow&lt;/strong&gt;, dllnya dan juga bukan seorang ahli editing foto seperti &lt;strong&gt;Mas Supris&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Bung Afif&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Lyla Home&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;MC&lt;/strong&gt;, dllnya, atau juga bukan seorang penulis kreatif seperti &lt;strong&gt;Wendra Sudut Mata, Mba Jovie (Do Follow), Mas Gus, Kang Boim, Pak Ustadz Oeoes (Do Follow), Panda, Unieq CC, Fajar Sang Tukang Ronda, Firman Sang Philuz, Aan sang Putrababel &lt;/strong&gt;atau para blogger lainnya yang ga bisa saya sebut satu-satu. Thanks sudah mengajari saya banyak hal sehingga saya bisa dikit dan semoga saya diterima diantara semua ini,(buat yang saya sebut namanya saya mohon maaf tidak memakai backlink).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;
Dan kali ini juga saya tidak membahas tentang kondisi Bangsa ini yang sedikit saya ketahui dari cerita-cerita, nonton TV, dari kawan-kawan &lt;strong&gt;FMN, FITRA&lt;/strong&gt; atau ama temen-temen aktivitis pro demokrasi lainnya, baca buku (walau bukunya buku-buku lapuk), koran (walau harus nyari sana-sini karena kagak bisa beli), via sms walau kadang-kadang ga punya pulsa. Akan tetapi saat ini saya mencoba sedikit menulis tentang kisah &lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt;. Sebenarnya tulisan tentang Tatapan Ke Depan ini diinspirasikan oleh seorang &lt;strong&gt;jiwa suci ku&lt;/strong&gt; yang sekarang lagi di SOLO, jiwa suci selalu ditemani oleh kebodohan dan kelemahannya, tulisannya itu berjudul “Manusia, Hewan, Tumbuhan, Bumi, Untuk Apa Semua Ini”. Tulisan ini memiliki pemaknaan secara filosofis-sosiologis-religius yang begitu mendalam bagiku. &lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;
Catatan tentang &lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; ini berawal dari sebuah karya &lt;strong&gt;Muhammad Rusli Abdul Hamid&lt;/strong&gt; dimana &lt;em&gt;“mereka ini adalah manusia-manusia yang patah menjadi dua batang, sebelah diatas bumi dalam lipatan rahasia demi rahasia, sesobek lagi dialam lain-dalam segumpul jiwa bulat telanjang”, lalu kenapa mereka bisa bernyanyi do-ra-mi-fa-sol dengan merdu..???&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; pun terus berjalan sampai pada suatu pagi yang cerah nan indah dimana sosok seorang anak manusia berambut gondrong, tinggi kurus dan dekil berjalan jongkok dalam sebuah iringan-iringan kecil menuju sang Tuan, tiba-tiba dari kejauhan terdengar sayu-sayu seseorang yang begitu gagah dan tegar berteriak “Tiap pengacau harus dibasmi! Tiap pengkhianat harus dibuat menungging! Tapi benarkah si gondrong bersalah atau mungkin sang tampan yang buta huruf??. &lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; pun melanjutkan perjalanannya, ditengah perjalan lalu bertemu dengan dua buah awan yakni awan kecil dengan awan besar, Tatapan Ke Depan secara diam-diam memperhatikan percakapan dua awan ini “awan besar berucap kepada awan kecil (wahai awan kecil sungguh rugi dirimu tidak bisa menyamaiku dan teman-temanku, jikalau kami berkehendak hujan turun dengan sekali tiup maka mendungpun akan muncul pertanda hujan segera turun, mendengar ucapan tersebut awan kecil pun tertunduk sambil berkata (sungguh malang nasibku, aku tidak bisa memberikan keinginan seperti awan besar dan juga tidak memiliki teman seperti awan besar) lalu &lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; melihat awan kecil pergi dengan ditertawakan terbahak-bahak oleh awan besar.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; pun mengikuti jalannya awan kecil dari belakang, namun tiba-tiba ditengah perjalanan Tatapan Ke Depan melihat awan kecil tertiup angin besar dan akhirnya menghilang, seketika itu Tatapan Ke Depan kaget bukan kepalang dengan sebuah kalimat terucap sungguh kasihan benar nasibnya awan kecil, semoga engkau tenang di alam sebelah sana bersama jiwa dalam telanjang bulat. Tatapan Ke Depan pun melanjutkan perjalanannya dengan kesendirian dan tatapan sayunya, akan tetapi kembali lagi ditengah perjalanannya ini jauh kira-kira hanya 500 meter Tatapan Ke Depan mendengar suara halilintar menggelegar dan ketika mendekat Tatapan Ke Depan pun melihat awan kecil menjadi sebuah halilintar yang menyambar-nyambar awan besar yang sedang bersenda gurau dengan istri dan temannya, melihat tersebut Tatapan Ke Depan tersenyum sambil berucap wahai sahabatku kenapa engkau tidak muncul tetap ketika hujan, kenapa engkau hanya sesekali muncul namun mampu membuka bumi dengan lipatan-lipatan rahasianya.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; pun berjalan lemah dan letih, dibawah sebuah pohon mencoba duduk guna beristrihat, disaat duduk itulah Tatapan Ke Depan melihat sebuah baju kekar yang memiliki sebuah baju indah, namun aneh bagi Tatapan Ke Depan kenapa sang baju kekar membiarkan baju Indahnya berjalan gandengan dan bermesraan dengan baju kekar lainnya tanpa ada rasa cemburu atau menasehati baju indahnya ini. Tatapan Ke Depan pun menangis dan dalam tangisnya inilah dia terbuai dalam alam tidurnya dibawah pohon tempatnya duduk.
&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan&lt;/strong&gt; pun tertidur dengan lelapnya sehingga dia tidak menyadari bahwa bersamaan dengan terbitnya matahari yang berbeda diufuk sana dia mendapatkan sejarah singa-singa dan baju kekar telah memasuki hari-hari yang berjuta-juta jumlahnya, padahal dalam berapa bulan lalu hidupnya singa-singa ini berada pada tritunggal (makan, daerah kekuasaan, dan kepuasan) yang lain-lain menjadi perkara sipil baginya, dan dalam beberapa bulan itu pula hidupnya baju kekar ini penuh dengan dansa-dansa ditemani baju indah lainnya yang lebih baru. Tatapan Ke Depan bersama cahaya matahari berjalan melanjutkan perjalanannya setelah tertidur pulas semalam, dalam perjalanannya pun Tatapan Ke Depan menemukan satu patahan yang mirip patahan manusia, akan tetapi patahan ini begitu kecil sehingga untuk mengukur kecilnya pun harus menggunakan perkara-perkara sipil yang jumlahnya hanya berbulan-bulan, Tatapan Ke Depan pun menengadah ke atas sambil menangis, lalu berkata sungguh malang wahai nasibmu singa-singa dan baju kekar yang selalu berdansa dan berdiri diatas tritunggal mu itu, kenapa engkau tidak mengikuti jejak awan kecil yang menjadi halilintar namun selalu bersabar tidak sombong, atau menjadi lelaki gondrong dan kurus yang ketika menghadap tuannya selalu jongkok dan dekil.... Tatapan Ke Depan pun lanjutkan perjalanannya dan bertemu kembali dengan awan kecil dan lelaki gondrong serta kurus di akhir perjalanannya seraya berkata saya bukan siapa-siapa, apa yang saya kerjakan hari bukan karena saya akan tetapi karena hari ini putaran itu membawa saya berjalan ke pekerjaan itu...Semoga saya selalu ingat tentang siapa sebenarnya saya ini yakni &lt;strong&gt;Tatapan Ke Depan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7652479810404016765?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7652479810404016765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/catatan-bagi-koe.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7652479810404016765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7652479810404016765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/catatan-bagi-koe.html' title='Catatan Bagi Koe'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-827123848690320896</id><published>2008-09-13T01:51:00.001+07:00</published><updated>2008-09-13T01:55:56.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global Warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Kisah Sedih Dari Bali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengerajin perak dari Gianyar, Bali. Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang  konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain tersebut. Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembalikaryanya. Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO.

"Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif asli Bali seperti `patra punggal', `batun poh', dan beberapa motif lainnya juga dipatenkan" kata Desak Suarti dalam sebuah wawancara.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;

Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana. Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.

Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. "Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak. Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan
satu desain pun," ujarnya hari ini.

Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya.

Kabar ini dari Saudara &lt;strong&gt;DEVIN.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;


&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-827123848690320896?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/827123848690320896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/kisah-sedih-dari-bali.html#comment-form' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/827123848690320896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/827123848690320896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/kisah-sedih-dari-bali.html' title='Kisah Sedih Dari Bali'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-2170654118404277834</id><published>2008-09-06T20:52:00.016+07:00</published><updated>2008-09-06T21:59:01.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Bergerak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Perdamaian'/><title type='text'>Akankah Kejujuran Ada</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242921865173714066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SMKZqH7OxJI/AAAAAAAAAQM/iLXlWK4HN7g/s320/bintanglibra.jpg" border="0" /&gt;Tidak terasa sudah enam hari Bulan Suci Ramadhan ini berjalan, dan tidak terasa pula bahwa umur kita makin berkurang. Ramadhan bagi ummat Islam merupakan bulan yang penuh berkah dan rahmat, bulan dimana seluruh Dosa manusia dihapus oleh Sang Pencipta Allah SWT. Akan tetapi benarkah dosa-dosa manusia akan dihapus sedangkan prilaku dan tabiatnya tidak pernah berubah walau pada bulan suci ini..Mungkin itu pertanyaan kecil saya bagi kita yang menjalankan ibadah puasa. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ramadhan merupakan sarana untuk mencerna apa yang telah kita lakukan selama ini, akan tetapi saat ini saya tidak membahas keutamaan Ramadhan atau Hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya, namun lewat tulisan ini saya mencoba melihat dalam persfektif yang berbeda tentang bagaimana menjalankan ibadah Ramadhan sehingga benar-benar mendapatkan ampunanNYA. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak hari pertama bulan Ramadhan ini seperti biasa saya selalu mengikuti berita-berita yang ditayangkan oleh stasiun TV baik swasta maupun Nasional (TVRI). &lt;span class="fullpost"&gt;Berbagai berita saya dapatkan, mulai dari antrean membeli tiket KA yang sudah habis buat arus mudik maupun arus balik, berita tentang kasus Ryan, berita tentang KA yang anjlok, dan lain-lainnya. Namun dari sekian ragam berita ini ada sebuah cuplikan dari sebuah stasiun TV swasta tentang para petani yang memberontak akibat dari gagal panennya Padi yang dianjurkan oleh pemerintah (maaf namanya saya lupa). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para petani merasa kecewa dengan PT SHI yang memberikan bibit padi dimana janjinya dalam satu kali musim tanam bisa panen sampai tiga kali tanpa menanam kembali. Akibat kasus ini banyak petani yang dirugikan karena tidak dapat melakukan panen malah kalender musim tanamnya mundur akibat permasalahan ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbagai pemberitaan pun muncul disertai dengan berbagai tanggapan maupun komentar, setelah mencoba saya analisis tanggapan maupun komentar, saya melihat ada dua opsi yang muncul, pertama karena pihak yang menjadi penyuplai bibit tidak melakukan uji coba sebelum diberikan kepada petani, kemudian yang kedua opsi bahwa kondisi ini tidak lepas dari kepentingan politik para pejabat yang berkepentingan akan hal ini. Analisis sederhana ini saya coba mulai dari pertama kondisi obyektif bangsa ini yang sebentar lagi akan menghadapi pemilu 2009, kemudian bagaimana kondisi para petani kita hari ini yang sekedar untuk membeli pupuk pun hampir-hampir tidak mampu. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanya ini yang dapat saya tulis, sekali lagi saya hanya mampu menulis tulisan yang tiada ujung pangkalnya, namun melalui tulisan ini pula saya berharap analisis rekan-rekan blogger tentang hal ini dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas analisis dan komentarnya karena dengan itu saya dapat menyelesaikan kajian sderhana saya tentang kondisi ekonomi politik 10 tahun Bangsa Indonesia Pasca Refomasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-2170654118404277834?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/2170654118404277834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/akankah-kejujuran-ada.html#comment-form' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/2170654118404277834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/2170654118404277834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/09/akankah-kejujuran-ada.html' title='Akankah Kejujuran Ada'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SMKZqH7OxJI/AAAAAAAAAQM/iLXlWK4HN7g/s72-c/bintanglibra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>28</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-996047621720774907</id><published>2008-08-30T20:25:00.004+07:00</published><updated>2008-08-30T21:14:33.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Bergerak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Mari Kita Berbuat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SLlUsXZB7xI/AAAAAAAAAP8/oOtpRKoNuYo/s1600-h/pesan-kemanusiaan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SLlUsXZB7xI/AAAAAAAAAP8/oOtpRKoNuYo/s200/pesan-kemanusiaan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240312762592259858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum saya memulai tulisan singkat ini, ijinkan saya untuk mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan, semoga dengan datangnya bulan suci ini, segala amal perbuatan kita diterima disisiNYA dan kita semakin giat untuk terus lebih memupuk semangat guna berbuat kebaikan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Indonesia merupakan sebuah Negara yang dikenal dengan Negara kepulauan dan memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah, namun sayang kekayaan alam tersebut tidak bisa dinikmati secara maksimal oleh sebagian rakyat Indonesia. Mungkin tulisan ini bagi orang tidak ada ujung dan pangkalnya, tulisan ini berawal ketika kemarin malam saya membuka &lt;a href="http://semarangreview.blogspot.com/"&gt;blog seorang yang begitu giat menulis tentang persoalan-persoalan sosial bangsa ini dan dunia&lt;/a&gt;.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah membaca dengan seksama tulisan tentang review kampanye di MTV saya mencoba mendiskusikannya dengan &lt;a href="http://www.andimujahidin.com/"&gt;orang yang bagi saya sangat berpengalaman&lt;/a&gt;, dalam proses diskusi lewat Yahoo Mesengger ini, saya juga mencoba menghubungi&lt;a href="http://sudut-mata.blogspot.com/"&gt;penulis kreatif dan penuh semangat&lt;/a&gt;. Dalam diskusi kami ini ternyata memunculkan sebuah gagasan yang sangat cemerlang dan mulia, namun itu tentu tetap membutuhkan perencanaan yang matang.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gagasan ini mengambil inti sari dari tulisan &lt;a href="http://semarangreview.blogspot.com/"&gt;Mas Gus&lt;/a&gt;. Bagi saya tulisan tersebut butuh tindak lanjut dengan action plan yang matang karena sudah saatnya para blooger Indonesia berbuat dengan konkrit dalam bencana kemanusiaan ini. Memang saya tidak memungkiri bahwa selama ini public opini yang dimunculkan oleh para blogger cukup maju dan kritis, akan tetapi bagi saya yang baru gede ini, public opini yang kita bangun ini harus diiringi dengan sebuah perbuatan nyata.&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para blogger juga harus membuktikan diri bahwa selain kreatif dan jago dalam hal desaign dan pemerhati sosial &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di samping membangun komunitas-komunitas blogger baik didaerah-daerah maupun komunitas blogger Indonesia, maka tindakan kita harus lebih maju lagi, sehingga para blogger tidak dianggap sebelah mata dan yang paling mulia adalah mendapatkan tempat dihati mereka yang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akan tetapi sekali lagi semua ini butuh sebuah frame work yang matang dengan mempertimbangkan segala hambatan-hambatannya, dan lewat tulisan ini pula saya mengajak kita semua untuk sama-sama memikirkan solusinya sehingga kita mampu berbuat demi mereka yang membutuhkan..Akhirnya saya mohon maaf bila tulisan pendek ini tidak jelas ujung pangkalnya atau ada yang menyinggung perasaan yang membaca, saya tidak ada maksud lain kecuali berharap blogger Indonesia harus lebih maju dalam tindakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mari Jangan Ragu berbuat Demi bangsa dan Negara, Bencana Kemanusiaan Tidak Bisa dibiarkan begitu saja..Kalo tidak sekarang kapan lagi...Negara Membutuhkan para blooger.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-996047621720774907?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/996047621720774907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/mari-kita-berbuat_6559.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/996047621720774907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/996047621720774907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/mari-kita-berbuat_6559.html' title='Mari Kita Berbuat'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SLlUsXZB7xI/AAAAAAAAAP8/oOtpRKoNuYo/s72-c/pesan-kemanusiaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-6604604720294244470</id><published>2008-08-25T16:46:00.005+07:00</published><updated>2008-08-25T17:05:19.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Award Pertamakoe</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SLJ_87TxDqI/AAAAAAAAAOw/10EomLVG8qw/s1600-h/awardbuddy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238390001274785442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SLJ_87TxDqI/AAAAAAAAAOw/10EomLVG8qw/s320/awardbuddy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pukul 17.00 Waktu Indonesia saya, saya melihat Buku Tamu dan melihat sebuah pesan yang bagi saya sangat mengejutkan..Pesan singkat tentang saya mendapatkan sebuah award pertama dari &lt;a href="http://pandalanememory.blogspot.com/"&gt;Panda..&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan setelah saya cek ternyata benar saya dapatkan..Saya tidak bisa berkata apa-apa, cuman bisa bilang Thanks So Much Bung...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus Berkarya dan Tetap Semangat...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;



&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-6604604720294244470?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/6604604720294244470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/award-dari-pertamakoe.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6604604720294244470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6604604720294244470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/award-dari-pertamakoe.html' title='Award Pertamakoe'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SLJ_87TxDqI/AAAAAAAAAOw/10EomLVG8qw/s72-c/awardbuddy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3631510543006217540</id><published>2008-08-22T17:21:00.003+07:00</published><updated>2008-08-22T17:33:58.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenangan'/><title type='text'>Mengenangmoe Ibu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SK6UEPw_xnI/AAAAAAAAAOY/Tfj1q63NEXI/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237286217350891122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SK6UEPw_xnI/AAAAAAAAAOY/Tfj1q63NEXI/s320/images.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari ini tepat sudah 6 tahun beliau kembali menghadap sang penguasa, meninggalkan anaknya yang belum bisa berbhakti dan membuktikan diri bisa menjadi permata keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang begitu mencintai, memanjakan serta mendidikku agar menjadi orang yang berguna, orang pertama yang telah mengajariku tenang salah dan benar, orang yang selalu hadir dan tersenyum kita melihat saya duduk dirumah sambil pegang keyboard..Namun sekarang senyuman itu hilang sudah, 6 tahun ini saya tidak lagi melihat senyuman itu, 6 tahun lagi saya tidak melihat mata yang begitu bening menyayangiku..Hati yang begitu tulus mengajariku.. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibu..hanya doa yang mampu anakmu ini berikan, ibu lihatlah dari sana, bahwa sekarang anakmu sudah mampu sejajar dengan orang-orang yang pernah Ibu sebut dahulu..Ibu lihatlah dari sana bahwa anakmu ini berjuang keras untuk memenuhi cita-citamu..Sertailah anakmu ini dengan senyummu dari syurga milik Tuhan wahai Ibuku. dan Maafkanlah anakmu ini tidak mampu berbhakti disaat Ibu masih ada....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Doa anakmu selalu bersamamu ibu... &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;


&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3631510543006217540?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3631510543006217540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/mengenangmoe-ibu.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3631510543006217540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3631510543006217540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/mengenangmoe-ibu.html' title='Mengenangmoe Ibu'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SK6UEPw_xnI/AAAAAAAAAOY/Tfj1q63NEXI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-6195511465018901975</id><published>2008-08-14T12:29:00.010+07:00</published><updated>2008-08-14T14:22:28.489+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kado 17 Agusutus (Politik Anggaran VS Kekuasaan)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SKPEHxEyEeI/AAAAAAAAANo/FrgVk1nssl8/s1600-h/m6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SKPEHxEyEeI/AAAAAAAAANo/FrgVk1nssl8/s320/m6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234242829646172642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:georgia;"&gt;Rakyat Indonesia sudah pasti tidak akan pernah lupa dengan slogan tentang komitmen pemimpin nasional maupun lokal pada saat pemilihan dulu. Komitmen untuk menciptakan tatanan sosial yang adil, sejahtera, bermartabat dan lain-lainnya telah berkumandang ke seluruh pelosok daerah dan tertanam di hati rakyat Indonesia. Didaerah misalnya hampir semua pejabat mengaku dengan gagah memperjuangkan visi dan misi masa depan bangsa seperti ini. Sayang, dalam praktek gambaran akan hal tersebut diatas tidak pernah terlihat.&lt;span class="fullpost"&gt;
Berbagai upaya yang disusun dan dituangkan dalam kebijakan umum anggaran, strategi dan prioritas kebijakan serta APBD lebih banyak menjadi dokumen formal ketimbang rencana aksi yang kongkrit untuk kepentingan rakyat. Ada sesuatu yang aneh, ketika pemerintah daerah mengklaim telah membenahi sistem perencanaan dan penganggaran sepanjang waktu, kepercayaan publik justru semakin menurun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
Rakyat merasa janji politik dengan berbagai reformasi yang ditawarkan tidak memiliki korelasi bagi peningkatan kualitas hidup mereka. Roda pembangunan terus menggelinding maju, namun rakyat justru merasakan sedang berjalan di tempat atau bahkan merasakan kemunduran.
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="" lang="IN"&gt;Indikator-indikator ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjukkan gambaran nyata tentang itu. Jumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penganggur meningkat tajam, kesenjangan sosial semakin lebar, harga-harga semakin sulit dijangkau, kualitas pelayanan kesehatan semakin menurun meski ongkos untuk itu semakin mahal, pendidikan semakin eksklusif dan mahal, lingkungan semakin tidak ramah, dan bocah-bocah busung lapar dianggap sesuatu yang biasa saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tahun 2004 misalnya, &lt;span style="color:black;"&gt;Data Depdiknas menyebutkan dari 29,8 juta siswa SD/MI hanya sekitar 82 persen saja yang dapat menyelesaikan sekolahnya dan dari 50 juta orang siswa SD sampai dengan SMA hanya sekitar 20-25 persen saja yang mampu menyelesaikan sekolahnya atau hanya sekitar 10-12,5 juta siswa pada setiap tingkatannya. Ketiadaan biaya adalah faktor penyebab yang paling dominan, sementara itu angka buta huruf di Indonesia 15,5 juta. Tahun 2004 juga, indeks pembangunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia (HDI) Indonesia diurutan 111. Setingkat di atas Vietnam, tetapi masih di bawah Filipina, Malaysia, dan Thailand (&lt;i&gt;Sumber Kompas, 10/10/2005&lt;/i&gt;).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain itu juga, hasil&lt;span style="color:black;"&gt; proyeksi Balitbang Depdiknas memperkirakan bahwa murid yang putus sekolah tahun ajaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2004-2005 di level SD, SMP/MTs, SMA/MA mencapai 1.122.742 anak. Angka terbesar putus sekolah justru berada pada tingkat SD, yakni mencapai 685.967. Satu sisi, biaya pendidikan setiap tahun selalu naik. Untuk masuk SD saja, rakyat harus membayar hingga ratusan ribu rupiah (Seperti yang terjadi di 2 sekolah Negeri di Lombok Timur/NTB sampai Rp. 2.415.000/untuk putra dan Rp. 2.516.000./untuk putri, hanya untuk membayar uang masuk bagi yang tidak lulus ujian masuk lewat seleksi nilai SKHU). Kenyataan ini diperparah lagi dengan tingginya angka rakyat miskin yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan bahwa sekitar 19 persen dari anak-anak berusia sekolah (di bawah 15 tahun) tidak bersekolah dengan perbandingan pendapatan rakyat Indonesia 2 dollar/hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hal ini tentu mengherankan rakyat ditengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meningkatnya jumlah pajak dan retribusi yang harus disetor kepada penguasa. Rasa keadilan masyarakat semakin tertusuk oleh kenyataan yang bertolak belakang secara diametral dengan kehidupan mereka, yakni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemewahan yang menjadi &lt;i&gt;privilege&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi elit politik dan kelompoknya. Kemewahan dan prilaku &lt;i&gt;extravaganza&lt;/i&gt; juga dipertunjukkan oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para politisi, gedung wakil rakyat tidak lagi menjadi simbol penderitaan dan perjuangan rakyat, namun sebaliknya menjadi &lt;i&gt;marketing agent&lt;/i&gt; kapitalis pemburu rente lengkap dengan berbagai symbolnya. Mobil mengkilap, jas bermerk, rumah baru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nan mewah , fasilitas hidup nan lengkap dan sebagainya hadir tanpa diketahui sumbernya, sangat tidak sebanding dengan pendapatan resmi yang diperolehnya. Pertumbuhan kekayaan oleh segelintir elit sudah sampai pada tingkat yang tidak dapat ditolelir oleh himpitan kemiskinan rakyat. Fenomena-fenomena ini terakumulasi menjadi frustasi sosial dan menghancurkan sosial-kapital yang sudah ada. Penghancuran ini muncul dalam bentuk meningkatnya kriminalitas, krisis moral dan penyimpangan-penyimpangan lainnya yang mengancam kenyamanan sosial. Ketidakpercayaan yang luar biasa tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi juga kepada sesama masyarakat. Jika kerusakan sosial semacam ini terus tumbuh secara linear, bom waktu bernama kesenjangan dan pembodohan yang maha dahsyat akan menjadi ancaman kehidupan kita bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lalu, dimana sebetulnya pangkal soalnya ? Mengapa perubahan sosial yang terjadi justru berbeda arah dengan konstruksi sosial yang ingin diwujudkan oleh perencana pembangunan ? Apakah kesalahan terjadi pada konsep dan strategi program yang direncanakan? Ataukah justru para pelaksana pembangunan yang mendistorsinya? Apakah yang sesungguhnya telah dilakukan oleh pemerintah? Sebagian pertanyaan tersebut terjawab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manakala kita menelisik lebih teliti, bagaimana cara pemerintah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan kekuasaannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengumpulkan sumber daya publik? Untuk siapa dan dengan cara bagaimana pemerintah menggunakan sumber daya tersebut?. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas akan kita ketemukan dalam proses dan produk penganggaran, karena anggaran khususnya anggaran daerah adalah dokumen perencanaan pembangunan paling kongkrit yang menunjukkan prioritas dan arah kebijakan pemerintahan dalam satu periode (tahunan). Dinyatakan paling konkrit karena anggaran berperan sebagai kebijakan operasional yang merupakan turunan dari strategi pemerintah sesuai visi, misi dan program pembangunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ditetapkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin kita mulai dari persoalan Otonomi Daerah, sejak otonomi daerah diterapkan mulai tahun 2001 silam belum ada perubahan kebijakan Fiskal yang cukup mencolok. Kebijakan desentralisasi fiskal sebagai turunan dari UU otonomi daerah No. 22 tahun 1999&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih mencerminkan dominasi pemerintah pusat dalam pengelolaan keuangan masih sangat besar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lihat saja, seluruh daerah propinsi dan kabupaten di Indonesia hanya memiliki kewenangan perpajakan &lt;i&gt;(taxing power)&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak lebih dari 5% dari seluruh kewenangan pajak di Indonesia. Jauh dibawah rata-rata negara berkembang yang jumlahnya sebesar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;10% dan negara maju yang rata-rata mencapai 20 %. Dalam hal alokasi anggaran, misalnya DAU yang dikucurkan ke daerah, masih menggunakan batas minimal yang 25% dari APBN.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Konsep DAU semacam ini tidak efektif untuk menjembatani kesenjangan antar daerah &lt;i&gt;(horizontal imbalance) &lt;/i&gt;karena memuat internal paradoks di dalamnya. Dengan karakteristik kewilayahan dan kemampuan yang sangat beragam dari masing-masing daerah, DAU hanya akan efektif jika kekuasaan keuangan pemerintah pusat sangat besar dan kemudian pemerintah pusat mendistribusikan ke daerah-daerah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meskipun konsentrasi keuangan dan kewenangan pengalokasiannya masih didominasi pemerintah pusat, desentralisasi fiscal melalui pemberian/alokasi anggaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melalui mekanisme perimbangan/bagi hasil pajak, DAU dan DAK, setidaknya telah memberikan kekuasaan yang lebih luas kepada daerah. Dengan demikian ada peluang untuk mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas untuk mempengaruhi kebijakan publik. Akan tetapi menguatnya kekuasaan di pemerintahan daerah dengan kebijakan otonomi daerah khususnya desentralisasi fiskal ini tentunya membawa konsekuensi desentralisasi korupsi di daerah yang akan semakin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggejala. Karena hampir tidak ada control yang cukup kuat terhadap perilaku pengelolaan desentralisasi fiscal ini. Bolehlah ada Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA). Akan tetapi selama Bawasda masih berada bawah ketiak kepala daerah maka ia tidak bisa optimal melakukan pengawasan. Karena itu diperlukan pengawasan dari luar. Teori manajemen paling sederhana mensyaratkan pentingnya &lt;i&gt;eksternal auditing. &lt;/i&gt;Perangkat hukum yang disusun di banyak daerah pun mengabaikan pentingnya jaminan terhadap pengawasan publik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;
Akhirnya dengan sebagian kecil potret penganggaran diatas setidaknya kita bisa selalu berharap dan terus mendesak pemerintah dan DPRD untuk benar-benar melakukan amanat UUD dan rakyat. Mungkin, reformasi anggaran saat ini sangat mendesak untuk dilakukan karena hubungannya dengan birokrasi yang rentan korupsi, terlalu gemuk dan tidak efektif dan efisien dalam operasionalnya. Juga sangat terkait dengan struktur organisasi pemerintah yang demikian besar tetapi hasil kerjanya tak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:georgia;"&gt;Semoga kita masih bisa berharap pada wakil rakyat yang ditangannya telah dititipkan amanah untuk membahasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-6195511465018901975?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/6195511465018901975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/kado-17-agusutus-politik-anggaran-vs.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6195511465018901975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6195511465018901975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/kado-17-agusutus-politik-anggaran-vs.html' title='Kado 17 Agusutus (Politik Anggaran VS Kekuasaan)'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SKPEHxEyEeI/AAAAAAAAANo/FrgVk1nssl8/s72-c/m6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3461887009893701557</id><published>2008-08-11T14:37:00.005+07:00</published><updated>2008-08-11T15:34:54.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Bergerak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Hultah NW Di NTB Membawa Berkah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SJ_vitMUupI/AAAAAAAAAM0/aeYvEXS6RDI/s1600-h/PICT0074.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233164671553682066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SJ_vitMUupI/AAAAAAAAAM0/aeYvEXS6RDI/s320/PICT0074.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Setelah dua hari ini saya kena demam and pileeek berat akhirnya bisa ngeblog and nulis sesuatu walau masih dikit-dikit ada rasa pileknya..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal 10 Agusutus 2008 kemarin, di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kabupaten Lombok Timur sebuah ormas Islam terbesar di NTB rayakan HUTnya yang ke 73 tahun, ORMAS bernama Nahdlatul Wathan yang disingkat dengan NW. HUTnya ini dari pantauan beberapa media dihadiri oleh sekitar 70 ribu massa yang datang juga dari luar NTB (Jakarta, Kalimantan, BALI, dll) yang sejak tanggal 08 Agustus sudah memadati Kota Pancor yang begitu kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;NW sendiri merupakan ORMAS ISLAM yang bergerak dibidang Pendidikan, Dakwah, Sosial dan Pengembangan Ekonomi Umat..Pendirinya adalah seorang putra lombok yang telah mendapat gelar bintang kenegaraan dari Presiden Megawati saat itu, Pendirinya Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan lulusan As-Shaulatiyah dengan nilai Cemerlang dan pernah menjadi anggota Konstituante pada zaman Orde Lama dan Anggota DPR RI pada zaman Orde Baru. Profil lengkap NW &lt;a title="NW Online" href="http://www.nw.or.id/tgbc/"&gt;Bisa Dilihat Disini..&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun saya tidak membahas bagaimana proses HUTnya, namun saya lebih cenderung melihat sebuah fenomena yang menurut kacamata subyektif saya mampu mengangkat perekonomian masyarakat Lombok khususnya. Tidak bisa di elakkan acara tahunan ini selalu mendatangkan rezeki yang lumayan melimpah bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang membuat stand disekitar lokasi perayaan HUT NW ini, tahun ini saja sekitar 100 stand berjejer rapi menawarkan berbagai macam bentuk kebutuhan sehari-hari masyarakat mulai dari sembako sampai aksesoris muda-mudi. para PKL sendiri mengaku bahwa pada saat inilah mereka dapat mengumpulkan modal yang cukup untuk mengembangkan usah-usaha meraka sebagaimana tuturnya pasa salah satu media cetak lokal saat itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;NW sendiri dalam visi misinya dalam penguatan ekonomi umat memiliki ragam strategy yang telah banyak dilaksanakan, namun ini tetap menjadi tugas pemerintah NTB secara khusus dan Indonesia secara umum untuk tetap memberikan peluang kepada pemain ekonomi kecil guna menguatkan dan mengembangkan strategi dan pemasarannya. Dari Pengamatan saya selama ini NW dalam pola pengembangan ekonomi umatnya sesuai dengan yang di ungkapkan oleh Dr. Abdurrahman al-Maliki yang menyatakan bahwa politik ekonomi Islam adalah sejumlah hukum (kebijakan) yang ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan primer setiap individu dan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pelengkap (kebutuhan sekunder dan tersier) sesuai dengan kadar kemampuannya. Untuk itu, semua kebijakan ekonomi Islam harus diarahkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan asasi dan (jika memungkinkan) terpenuhinya kebutuhan pelengkap pada setiap orang (perindividu) yang hidup di dalam satu negara, sesuai dengan syariah Islam.

Dengan paparan ini, dapat dikatakan politik ekonomi Islam didasarkan pada empat pandangan dasar Setiap orang adalah individu yang membutuhkan pemenuhan atas kebutuhan-kebutuhannya, yaitu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Adanya jaminan bagi setiap individu yang hidup di dalam suatu negara untuk memenuhi kebutuhan primernya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Islam mendorong setiap orang untuk berusaha dan bekerja mencari rezeki agar mereka bisa mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup; alias bisa memasuki mekanisme pasar. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Negara menerapkan syariah Islam untuk mengatur seluruh interaksi di tengah-tengah masyarakat serta menjamin terwujudnya nilai-nilai keutamaan dan keluhuran dalam setiap interaksi, termasuk di dalamnya interaksi ekonomi. Atas dasar itu, politik ekonomi Islam tidak sekadar diarahkan untuk meningkatnya pendapat nasional (GNP) atau disandarkan pada pertumbuhan ekonomi nasional, keadilan sosial, dan lain sebagainya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Politik ekonomi Islam terutama ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan primer secara menyeluruh bagi setiap orang yang hidup di Daulah Islamiyah. Atas dasar itu, persoalan ekonomi bukanlah bagaimana meningkatkan kuantitas produksi barang dan jasa, tetapi sampainya barang dan jasa itu kepada setiap orang (distribusi). Hanya saja, pertumbuhan ekonomi juga menjadi obyek yang diperhatikan dan hendak diselesaikan di dalam sistem ekonomi Islam. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa obyek persoalan ekonomi dalam sistem ekonomi Islam ada macam: (1) politik ekonomi; (2) pertumbuhan kekayaan.

Akan tetapi persoalan utamanya ialah bagaimana pemerintah kemudian memperhatikan para PKL ini dengan cermat dan serius, karena perlu diketahui bahwa sampai saat ini kondisi ekonomi bangsa kita masih rendah, terbukti dengan pendapatan masyarakat Indonesia hasil survei ILO dibawah 2 dolar sehari, artinya itu cukup untuk membeli makan dan minum saja. Dan yang paling penting kemudian pemerintah NTB tidak mengandalkan acara-acara keagamaan guna mengumpulkan para PKL untuk mendapatkan penghasilan cukup karena tentu itu sifatnya musiman.  Sampai sini dulu saya mencoba corat-coret yang tiada mutu mungkin bagi sebagian yang baca. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3461887009893701557?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3461887009893701557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/hultah-nw-di-ntb-membawa-berkah.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3461887009893701557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3461887009893701557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/hultah-nw-di-ntb-membawa-berkah.html' title='Hultah NW Di NTB Membawa Berkah'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SJ_vitMUupI/AAAAAAAAAM0/aeYvEXS6RDI/s72-c/PICT0074.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-5944941252042461604</id><published>2008-08-06T16:16:00.008+07:00</published><updated>2008-08-06T18:07:35.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Indonesia Belum Merdeka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231338481814900994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; HEIGHT: 158px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SJlyoeRokQI/AAAAAAAAAL0/XKGxJZggKxY/s320/240px-Ma.jpg" border="0" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
17 Agustus mungkin bagi semua rakyat Indonesia adalah hari yang begitu bersejarah, karena pada tanggal itu bangsa ini mendapatkan kemerdekaannya walau menurut sebagian orang kemerdekaan itu adalah hadiah dari penjajah. Akan tetapi perdebatannya bukan disana (ini menurut pandangan subyektif pemula). Pertanyaan sekaligus perdebatan yang tepat untuk kita layangkan adalah sudah 63 tahun bangsa ini mendapatkan hadiah tersebut, akan tetapi perubahan secara signifikan belum ada. Perubahan sampai hari ini oleh sebagian orang masih berbentuk struktural atau perebutan kekuasaan semata, siapa yang dijatuhkan dan siapa yang akan menggantikan..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal bangsa dengan begitu besar pulau dan indah ini tidak memerlukan perdebatan seperti itu, hal nyata dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah hal paling mendasar untuk dilaksanakan. Berbicara perwujudan kesejahteraan rakyat tidak bisa dilihat dengan sebelah mata atau setengah-tengah, perwujudan kesejahteraan bangsa harus dilihat secara konfrehensif dan lugas. Kenaikan harga BBM. Biaya Pendidikan yang mahal, perekonomian rakyat kecil yang semakin hari semakin melemah, penangkapan dan pemukulan para penggiat sosial dan aktivis gerakan mahasiswa serta lain-lainnya merupakan bagian-bagian yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara kasat mata memang persoalan-persoalan bangsa ini terlalu banyak sehingga memerlukan waktu dalam penyelesaian. Padahal kalau kita mau jujur persoalan besarnya atau kontradiksi pokoknya ada pada menyembahnya pemerintah bangsa ini kepada kepentingan &lt;strong&gt;IMPERIALISME &lt;/strong&gt;di bawah pimpinan Amerika Serikat (AS). Ini terbukti dengan ketidak beranian Pemerintah mengambil sikap pada pertemuan WTO di Hongkong desember 2005 yang pada akhirnya Pendidikan sebagai ujung tombak peradaban bangsa menjadi Mahal dan sulit dijangkau oleh anak-anak buruh, petani, nelayan dan rakyat kecil lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu, APBN kita pada tahun 2005/2006 sekitar 40% hanya digunakan untuk membayar hutang dan hutang, kemudian sektor Anggaran Pendidikan 20% hanya mimpi bagi rakyat kecil terbukti sampai tahun 2008 ini hanya 11,5% (kurang lebih) yang dianggarkan padahal kalau pemerintah kita mau serius mengurusi pendidikan, maka pemerintah hanya perlu menganggarkan 70 triliun rupiah hanya untuk pendidikan dan itu sudah include semuanya (operasional, dll). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang lebih mengherankan adalah kekayaan alam bangsa ini dikeruk habis oleh Top One Oil, Freeport, Newmont, Exon Mobile (pokoknya negara-negara G-8,Paris Club,dll) dan rakyat Indonesia hanya menjadi buruh disana dengan gaji yang murah. Kasus Newmont di NTB, warga pribumi hanya satu orang yang memiliki gaji 32 juta rupiah perbulan namun dengan resiko kerja 99% karena bekerja diterowongan bawah tanah..apabila hitung secara matematika, maka gaji itu hanya untuk membayar asuransi nyawa yang dimiliki oleh karyawan Newmont NTB ini. Kalau alasannya adalah Sumberdaya Manusia kita kurang memadai, maka pertanyaan baliknya kenapa Pendidikan Mahal, kenapa harus orang luar yang kerjakan hal kecil, kenapa kalau ingin melamar kerja harus antri???semua pertanyaan itu adalah jawaban dari alasan tidak rasional tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehingga kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh Para Pahlawan bangsa ini menjadi sia-sia karena Indonesia sekarang kembali lagi dijajah secara modal dan pikiran...Lalu kapan Indonesia &lt;strong&gt;MERDEKA&lt;/strong&gt; secara total. &lt;em&gt;Mari Kita Renungkan Bersama..........&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini merupakan rangkuman dari beberapa catatan tentang analisis ekonomi politik dan review pemerintahan SBY-JK selama 4 tahun.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;


&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-5944941252042461604?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/5944941252042461604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/indonesia-belum-merdeka.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5944941252042461604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5944941252042461604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/indonesia-belum-merdeka.html' title='Indonesia Belum Merdeka'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CSkpiUW0Bj0/SJlyoeRokQI/AAAAAAAAAL0/XKGxJZggKxY/s72-c/240px-Ma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4621137166585527749</id><published>2008-08-06T04:32:00.004+07:00</published><updated>2008-08-06T14:44:00.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Thanks For Kang Rohman</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;Setelah Lama Ngeblog and belajar buat template (he..he..he) kayak orang bisa aja.....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;Akhirnya saya memnutuskan memakai template magazine karya Kang rohman &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/" title="Blog Tutorial"&gt;Lihat  Disini..&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/br&gt;
&lt;li&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;a&gt;dengan sedikit modifikasi dan corat-coret, akhirnya agak bagus neh menurutku..hehe maklum lagi belajar..&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a&gt;&lt;p align="center"&gt;

&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;a&gt;Thanks Ya Kang Rohman Terus Berkarya Demi Bangsa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a&gt;
&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a&gt;

&lt;/p&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4621137166585527749?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4621137166585527749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/thanks-for-kang-rohman.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4621137166585527749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4621137166585527749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/08/thanks-for-kang-rohman.html' title='Thanks For Kang Rohman'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4153176119868871611</id><published>2008-07-29T20:51:00.007+07:00</published><updated>2008-08-12T10:01:05.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multikultural'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Perdamaian'/><title type='text'>INTELEKTUAL + MULTIKULTURAL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228438356934690402" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SI8k-_MehmI/AAAAAAAAALE/hvcI4T-ylio/s320/attachment1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulisan Di Buat  Saat Aku Mendengar Pertama Kali Kerusuhan Di Maluku Utara.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangsa Indonesia telah lama dikenal dengan bangsa majemuk dan beragam (plural). Bangsa kita juga dikenal sebagai bangsa timur yang masih mempunyai tata-krama serta budaya unggul (dalam bahasa Presiden SBY), cita-cita ungah-ungguh dan sopan santun terlepas dari konteks negatif yang terjadi saat ini, dengan kata lain, bangsa kita adalah icon multikulturalisme dunia.
Tapi, multikulturalisme yang seharusnya menjadi bagian kebangsaan, justru menjadi batu sandungan yang amat riskan untuk kemajuan bangsa. Multikulturalisme tidak disikapi secara arif dan bijaksana, akan tetapi keberagaman budaya akhirnya menimbulkan konflik. Konflik berbasis kekerasan di Indonesia telah menjadi bencana kemanusiaan yang cenderung berkembang dan meluas, baik dari segi issu maupun para pihaknya. Hal ini yang menjadikan proses penanganan konflik membutuhkan waktu yang lama dengan kerugian sosial, ekonomi dan politik yang luar biasa. Tercatat selama kurun waktu Oktober 1998 hingga September 2001 saja, ada 18.910 orang bangsa Indonesia meninggal dunia akibat konflik. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Sementara upaya penanganan konflik (Prevention, Resolution, and PostConflict Action) yang dilakukan oleh semua pihak selama ini pada beberapadaerah konflik seperti; di Poso, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Barat masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Penanganan konflik belum sampai menyentuh pada akar permasalahan konflik. Karenanya patut diduga, potensi akan munculnya konflik dengan berbasis kekerasan di masa mendatang masih cukup tinggi dan berkepanjangan. Melihat sejarah Indonesia zaman dahulu, hambatan Indonesia adalah penjajahan dari bangsa asing yang berkepanjangan, akan tetapi sekarang ini, justru yang menjadi persoalan terbesar adalah genealogi reintegrasi bangsa.&lt;span class="fullpost"&gt;
Selanjutnya, ditengah-tengah krisis dan bencana berkepanjangan, muncul gerakan-gerakan politis yang mengarah pada perpecahan bangsa. Demokrasi yang menjadi acuan kebangsaan, disikapi sebagai “demokrasi individual”, artinya, sudah banyak pihak yang memaknai demokrasi menurut kepentingan pribadi dan kelompok, demokrasi hanya menjadi “topeng” dalam manuver politik. Pada masa pasca reformasi ini, seiring terbukanya kran politik bagi semua pihak, muncul dominasi “muka lama” yang sangat hegemonik. Persaingan politik partai yang begitu tajam, justru menihilkan demokrasi dalam arti sebenarnya, yang hanya menimbulkan disintegrasi bangsa. Seakan klaim bahwa, politik untuk merebut atau mempertahankan kekuasaaan mutlak.
Nilai-nilai demokrasi yang meniscayakan kebebasan pendapat (baik teks maupun konteks), kritisme terhadap pihak lain yang konstruktif dan menihilkan klaim kebenaran (truth claim) tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang urgen. Ketidaksudian dalam menghormati perbedaan hanya akan menghantarkan kita pada absolutisme yang membuat kita tidak kritis, tidak peka problem sosial, serta merasa diri kita sebagai satu-satunya “sumber” kebenaran.
Oleh karena itu, dibutuhkan sikap mampu mengusung dan menghargai perbedaan. Rasa perbedaan bukan merupakan ancaman, tetapi sebagai bekal untuk memperkaya wawasan dan pengalaman kebangsaan. Erich Fromm (1996) mengingatkan bahwa kehendak untuk berkuasa mutlak atas diri orang lain, lebih sering didorong oleh sikap kejiwaan yang sadistic. Tujuan sadisme adalah mengubah manusia menjadi benda, mengubah yang berjiwa menjadi tidak berjiwa, karena dengan adanya pengawasan mutlak dan menyeluruh, maka kehidupan kehilangan salah satu kualitasnya yang mendasar, yaitu kebebasan.
Demokrasi yang dianut bangsa ini, tidak akan terlaksana apabila masih ada upaya-upaya dari segelintir kelompok yang tidak mengakui adanya kebebasan. Kebebasan dalam berolah pikir dan pendapat hanya diasumsikan sebagai “kejahatan”. Kebebasan tidak lagi mendapatkan ruang terbuka dalam kemajemukan bangsa. Kebebasan disikapi sebagai embrio perpecahan bangsa, oleh karena itu harus ‘ditumpas”. Hal ini sangat tidak selaras dengan nilai-nilai fundamental demokrasi yang justru mengakui kebebasan, sebagai ujung tombak kemajuan bangsa.
Tetapi, kebebasan yang dimaknai sebagai boleh melakukan apapun dengan cara apapun, hanya mengakibatkan kerugian dan penderitaan. Karenanya, dibutuhkan komunikasi dan dialog antar komponen masyarakat dan pemerintah agar tercipta ruang politik yang bebas. Di sinilah kita dapat mengasumsikan urgensi dan pentingya multikultural agar bangsa ini tidak terus menerus terjebak dalam kekerasan dan hegemoni terhadap kelompok-kelompok yang dikenal sebagai the other.
Robert W. Hetner (2001) mengemukakan tiga alasan pentingya membicarakan multikulturalisme dalam kaitannya dengan upaya demokrasi dan pembentukan civil society. Pertama, perkembangan global sejak awal tahun 1990-an yakni runtuhnya komunisme di eropa timur memunculkan harapan-harapan baru akan penyebaran demokrasi liberal di negara-negara bekas komunis. Kedua, meningkatnya gelombang imigrasi ke negara-negara Barat atau negara-negara maju. Ketiga, perhatian yang semakin besar terhadap persoalan demokrasi dan pluralisme atau persoalan “kewarnegaraan multikultural”.
Ketiga point penting tersebut merupakan pijakan awal untuk memandang sekaligus membentuk persfektif ‘nalar multikultural” dalam konteks kondisi bangsa Indonesia. Karena, kalau kita mau jujur, ketiga permasalahan itulah yang menjadi starting point munculnya pemikiran tentang pendidikan multikultural. Persfektif multikultural secara teoritis akan sangat lemah, tanpa adanya dukungan (power legitimate) dari intelektual yang memang peduli dengan perkembangan ‘nasib” bangsa ini, dalam hal ini khususnya intelektual muda.
Intelektual (saya tidak menyebutkan peneliti, pengamat, pemikir ulung atau mahasiswa secara keseluruhan sebagai intelektual, tapi mereka yang senantiasa bergerak dalam rel-rel pemikiran dan pergerakan yang dinamislah yang pantas disebut sebagai intelektual), mengacu pada Noam Chomsky dalam The Responsibility of Intellectuals, berperan untuk mengungkap kebohongan-kebohongan pemerintah, menganalisis tindakan-tindakan berdasar penyebab-penyebab dan motif-motif yang pada tujuan-tujuan tersembunyi. Pandangan Chomsky sejalan dengan Edward Said, dalam The Public of Writers and Intellectual, bahwa kaum intelektual abad ke-21 memiliki aktivitas-aktivitas seperti mempersoalkan kebenaran, menjadi saksi penganiayaan dan penderitaan serta menyampaikan suara penolakan (dissenting voice) dalam konflik-konflik dengan penguasa.
Komunitas intelektual tidak hanya berada dalam menara gading “penelitian ilmiah”, tetapi harus memahami kondisi sosial bangsa. Kaum intelektual juga diharapkan (untuk tidak menyebut fardhu ‘ain) agar mampu berperan sebagai jembatan dialog untuk menterjemahkan nilai-nilai pendidikan multikultural menjadi opini publik secara konstruktif serta mampu menjembatani dialog “kepentingan” lintas komponen bangsa. Hal ini sejalan dengan pandangan Paulo Freire (1995) yang mengungkapkan bahwa dialog bebas mungkin merupakan salah satu cara lain yang efektif untuk memahami krisis yang dihadapi masyarakat sekarang ini. Dialog dapat dimaknai sebagai aliran makna yang bebas (a free flow of meaning) di antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi. Intelektual berkewajiban menjadi problem solver (tentu dengan menggandeng semua pihak) dalam rangka mengatasi berbagai krisis bangsa yang timbul akibat “luka sejarah” maupun bencana social yang menimpa bangsa ini..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4153176119868871611?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4153176119868871611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/intelektual-multikultural.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4153176119868871611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4153176119868871611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/intelektual-multikultural.html' title='INTELEKTUAL + MULTIKULTURAL'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SI8k-_MehmI/AAAAAAAAALE/hvcI4T-ylio/s72-c/attachment1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-2224554255882479499</id><published>2008-07-24T02:29:00.011+07:00</published><updated>2008-07-25T21:33:39.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Mata Pena.</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SInhtPOvIxI/AAAAAAAAAKs/M14_siehrBw/s1600-h/pena.jpeg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SInhtPOvIxI/AAAAAAAAAKs/M14_siehrBw/s320/pena.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226957009838875410" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;

Dengan Mata Pena
Ku Gali-gali Seluruh Diri
Dengan Helai-helai Kertas
Ku Tutup Nganga Luka-luka
&lt;div class="fullpost"&gt;
Kupancing Udara Di Dalamnya
Dengan Angin Tangkapanku
Begitulah Selalu
Ku Tulis Nyawamu
Senyawa-nyawaku

&lt;div align="right"&gt;&lt;span&gt;(Abang Abenk)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-2224554255882479499?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/2224554255882479499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/mata-pena.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/2224554255882479499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/2224554255882479499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/mata-pena.html' title='Mata Pena.'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SInhtPOvIxI/AAAAAAAAAKs/M14_siehrBw/s72-c/pena.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-5898957246577936639</id><published>2008-07-24T02:29:00.006+07:00</published><updated>2008-07-24T02:38:42.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kejamnya Diskriminasi Dunia Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SIeHd67GYfI/AAAAAAAAAKk/b9CQz3-5lFE/s1600-h/bukan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 142px;" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SIeHd67GYfI/AAAAAAAAAKk/b9CQz3-5lFE/s320/bukan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226294840689844722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pelanggaran hak asasi manusia mewarnai penerimaan mahasiswa  baru tahun akademik 2008 ini. Wijaya, seorang tunanetra alumni SMA Negeri 66  Jakarta Selatan, setelah lolos seleksi Ujian Masuk Bersama (UMB) Fakultas  Tarbiyah jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1216841134_4"&gt;Hidayatullah&lt;/span&gt;, saat daftar ulang ditolak oleh pihak universitas, karena dia  tunanetra. Uang yang telah dibayarkan sebesar Rp 1,850,000 dikembalikan kepada  yang bersangkutan, sementara semua berkas pendaftaran ulang yang telah  diserahkan hingga kini tetap ada pada pihak perguruan tinggi.
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudah sejak  tahun 80an, atau bahkan mungkin sebelumnya, universitas yang dahulu bernama  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ini membuka diri pada hadirnya tunanetra  untuk belajar di sana di berbagai jurusan yang ada, termasuk Fakultas Tarbiyah.  Dan, dari kampus yang berlokasi di kawasan Ciputat ini, telah lahir sejumlah  sarjana tunanetra yang saat ini telah berkiprah di masyarakat pada bidang mereka  masing-masing. Bahkan, tahun lalu, seorang tunanetra dari Fakultas Dakwah lulus  dengan predikat terbaik.&lt;div class="fullpost"&gt;

Tapi entah mengapa, tiba-tiba perguruan tinggi  yang semula ramah pada tunanetra itu mengubah pendiriannya. Wijaya, siswa  tunanetra yang sejak di awal masa studinya senantiasa mendapatkan layanan  dampingan dari Yayasan Mitra Netra, setelah lolos ujian masuk bersama yang  diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni lalu, ditolak dengan alas an karena  dia tunanetra. Bersama Wijaya, Arif, yang juga satu SMA dengannya, saat ini  sedang mempersiapkan diri belajar di FISIP &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1216841134_5"&gt;Universitas Indonesia&lt;/span&gt;, jurusan  kesejahteraan social. Dari catatan Mitra Netra, terdapat empat tunanetra lain  yang saat ini sedang menempuh studi di UIN, salah satu di antaranya Rafiq, juga  belajar di Fakultas Tarbiyah jurusan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1216841134_6"&gt;Pendidikan Agama Islam&lt;/span&gt;.

UIN, sebagai  salah satu lembaga pendidikan tinggi yang juga berfungsi sebagai "agen  perubahan", telah menodai dirinya sendiri dengan perlakuan diskriminasi kepada  satu anak bangsa yang dengan sungguh-sungguh ingin mengembangkan dirinya. Apakah  kekerasan dalam pendidikan semacam ini akan terus dibiarkan?

Jakarta, 17  Juli 2008

Aria Indrawati

Kabag Humas

Yayasan Mitra  Netra

Sumber : Hermaini Pematasuri (Milista TIFA Foundation) Di Kutip Dari Forum Pembaca Koran Kompas.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-5898957246577936639?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/5898957246577936639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/kejamnya-diskriminasi-dunia-pendidikan.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5898957246577936639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5898957246577936639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/kejamnya-diskriminasi-dunia-pendidikan.html' title='Kejamnya Diskriminasi Dunia Pendidikan'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SIeHd67GYfI/AAAAAAAAAKk/b9CQz3-5lFE/s72-c/bukan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3236255640269867277</id><published>2008-07-19T19:07:00.001+07:00</published><updated>2008-07-23T17:50:00.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Bergerak'/><title type='text'>Bangkitnya Pemuda Desa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SIHbAVQO7KI/AAAAAAAAAJs/vDIoDCiWOFI/s1600-h/IMG_9626a.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224697841478200482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SIHbAVQO7KI/AAAAAAAAAJs/vDIoDCiWOFI/s400/IMG_9626a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ada sebuah kalimat mashur dari seorang tokoh di IRAN, bahwa di dunia ini para pemimpin sebuah negeri atau apapun itu lebih banyak dari desa, karena 1 dari 10 orang anak desa pasti memiliki IQ yang membanggakan alias fantastis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang di katakan tokoh ini menjadi spirit bagi 30 orang pemuda desa yang sekarang masuk sekolah gratis di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur-NTB. Sekolah ini sendiri tidak memungut biaya apapun, tidak harus memakai seragam sekolah atau harus memiliki tempat yang mewah atau bagus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka sekolah di sebuah rumah gubuk yang tidak lagi di pakai oleh warga sana, rumah ini sendiri dihibahkan ke Community Education Reform For Civil Society (CERCS) NTB yang merupakan sebuah komunitas peduli pendidikan dan pengembangan ekonomi pedesaan. Yang menjadi catatan ialah sekolah ini tidak menjanjikan Ijazah bagi siswanya kelak, namun menjanjikan untuk melek terhadap situasi sosial, ekonomi dan politik bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mata pelajaran yang ada di sekolah ini sendiri sama dengan mata pelajaran di SMA atau MA yang formal, namun yang menjadi keunggulan sekolah ini adalah dengan adanya mata pelajaran khusus yang berbicara kondisi kekinian dan bagaimana mengembangkan potensi diri mereka dalam memaksimalkan potensi sumberdaya alam sekitar serta yang paling penting ialah para siswanya mengetahui hak-hak demokratisnya sebagai pemuda Indonesia yang bernaung di bawah NKRI. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekolah ini baru berdiri 15 hari kemarin, dengan jadwal masuk belajar setiap hari pada waktu sore hari dan malam (untuk muatan lokalnya), jumlah relawan sekarang mencapai 7 orang yang berfungsi menjadi guru mereka. Para relawan ini tidak dibayar apapun dan mereka sudah siap menderita bersama kawan-kawan pengelola (CERCS). Banyak orang yang mengatakan bahwa pekerjaan ini sia-sia karena kelak mereka tidak mendapatkan Ijazah untuk masuk kuliah atau kerja, selintingan ini sendiri datang dari beberapa orang yang secara tidak langsung menyadari makna pendidikan yang sebenarnya "Long Live Education" dimana sesungguhnya pendidikan berfungsi sebagai wadah memanusiakan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang menarik lagi mungkin dalam waktu 1 minggu mendatang kawan-kawan dari Desa Kilang Kecamatan Montong Gading akan mendirikan sekolah yang sama, dan tentunya dengan tujuan yang sama pula sehingga secara tidak langsung kami menginformasikan kepada rekan-rekan pembaca atau siapapun itu yang membaca tulisan ini dan berminat menjadi relawan kami, silahkan kontak kami (form contac me) dan dalam waktu singkat kami akan kirimkan beberapa hal penting mengenai hal tersebut. Namun yang terpenting adalah para relawan tidak mendapatkan bayaran apapun dan apabila berasal dari luar daerah, kami hanya menyiapkan tempat tinggal yang sederhana bagi rekan-rekan yang peduli.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhir kata, kami menunggu kedatangan kawan-kawan yang peduli, semoga di Indonesia masih banyak para sarjana yang mengabdikan Ilmunya kepada rakyat tanpa harus berpikir mendapatkan imbalan berupa materi atau lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;" Seribu Kalimat Kalian Tulis Tidak Akan Bermakna dan Berbekas, Satu Perbuatan Kalian Lakukan Maka Itu Akan Berbekas Selamanya di Hati Mereka".&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;
&lt;!-- Star Rating Start Code --&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://www.mypagerank.net/services/starrating/rating.php?rid=2912714298987690154855abb775c05b84fac30372455a55445935f271a74a705d6dc1d7f90bb1c94837a257&amp;rima=2"&gt;&lt;/script&gt;&lt;!-- Star Rating End Code --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3236255640269867277?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3236255640269867277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/bangkitnya-pemuda-desa.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3236255640269867277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3236255640269867277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/bangkitnya-pemuda-desa.html' title='Bangkitnya Pemuda Desa'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SIHbAVQO7KI/AAAAAAAAAJs/vDIoDCiWOFI/s72-c/IMG_9626a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3627775644790347713</id><published>2008-07-16T22:35:00.001+07:00</published><updated>2008-07-23T17:52:15.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Perempuan Inginkan SBY Jadi Presiden</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SH4Z_uysWlI/AAAAAAAAAHg/dlkZbID3S3w/s1600-h/2968.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223641200479459922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="174" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SH4Z_uysWlI/AAAAAAAAAHg/dlkZbID3S3w/s320/2968.jpg" width="261" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jam 22. 30 WITA saya buka email dan dapatkan sebuah email dari Milista TIFA yang berjudul Kaum Hawa Pilih SBY, Kira-kira begitulah judul email yang saya dapat dari Hermaini Permatasuri pada milista TIFA Foundation, yang menarik ini adalah bukan sekedar lelucon atau wacana namun ini adalah hasil riset adapun isi email tersebut antara lain.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Siapa wanita yang tak tergiur oleh ketampanan dan kegagahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ? Meski konon karismanya belum bisa mengalahkan Presiden pertama RI, Soekarno. Hal ini terbukti dari hasil penelitian Centre for Strategic and International Studies, Ternyata sebagian besar kaum Hawa di Indonesia lebih memilih SBY untuk kembali menduduki kursi kepresidenan ketimbang tokoh lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Sebanyak 80 persen perempuan Indonesia memilih SBY untukmenjadi presiden."Uniknya, para kaum Hawa justru memilih SBY ketimbang calon lain ketika kami bertanya siapa yang dicalonkannya. Posisi kedua, Sultan Hamengku Buwono X dengan suara 77 persen," ujar Ketua Tim Peneliti Perilaku Pemilih Indonesia 2008 Nico T B Harjanto saat temu wartawan di kantor CSIS Jakarta.&lt;/div&gt;

&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Namun, lanjutnya, secara keseluruhan pamor SBY telah turun dan itu akan terus berlanjut. Pemerintahan SBY hanya dapat dua poin positif dari 3.000 responden di 13 provinsi, yaitu dapat menjaga persatuan dan pemberantasan korupsi, mendengar keluhan rakyat, menanggapi masalah rakyat, memperbaiki kesejahteraan, dan melaksanakan janji kampanye menduduki poin terendah.&lt;/div&gt;

&lt;div class="fullpost"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.kompas.%20com/read/%20xml/2008/%2007/15/13400195/%2080.persen.%20perempuan.%20pilih.sby.%20jadi.pre%20siden" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.kompas.%20com/read/%20xml/2008/%2007/15/13400195/%2080.persen.%20perempuan.%20pilih.sby.%20jadi.pre%20siden&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;

&lt;div class="fullpost"&gt;BOB Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- Star Rating Start Code --&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://www.mypagerank.net/services/starrating/rating.php?rid=2912714298987690154855abb775c05b84fac30372455a55445935f271a74a705d6dc1d7f90bb1c94837a257&amp;rima=2"&gt;&lt;/script&gt;&lt;!-- Star Rating End Code --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3627775644790347713?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3627775644790347713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/perempuan-inginkan-sby-jadi-presiden.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3627775644790347713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3627775644790347713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/perempuan-inginkan-sby-jadi-presiden.html' title='Perempuan Inginkan SBY Jadi Presiden'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SH4Z_uysWlI/AAAAAAAAAHg/dlkZbID3S3w/s72-c/2968.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7823581143293532224</id><published>2008-07-12T22:46:00.000+07:00</published><updated>2008-07-19T17:28:42.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>NTB Dapatkan Gubernur Termuda Di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SHjThyxtA8I/AAAAAAAAAHA/Ot1xBJS-iJ8/s1600-h/bm.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222156345455477698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SHjThyxtA8I/AAAAAAAAAHA/Ot1xBJS-iJ8/s320/bm.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para Pembaca, Pengunjung, Para Blogger Mania atau khalayak publik yang tercinta, untuk sementara saya baru dapat posting hasil pilkada NTB versi LSI, sedangkan untuk hasil mutlak baik pilkada NTB maupun Pilkada Lombok Timur versi KPU lagi saya ketik dan belum rampung karena untuk Pilkada Lombok Timur baru tadi siang rampung penghitungan secara manual dari KPUD Lombok Timur. Semoga bisa menambah informasi dan khasanah pengetahuan dan paling utama semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi, MA - Ir H Badrul Munir, MM (BARU) yang dicalonkan PBB dan PKS, unggul dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB). &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;

&lt;/o:p&gt;Gubernur Termuda di Indonesia Berumur 36 Tahun Calon PBB-PKS Ungguli Pilgub NTB Mataram, Pelita Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi, MA - Ir H Badrul Munir, MM (Barru) yang dicalonkan PBB dan PKS, unggul dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB). &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hasil quick count menempatkan pasangan Barru sebagai pemenang Pilgub NTB, hasil itu tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan KPUD, kata Manager Eksekutif LSI Denny JA, PhD kepada wartawan di Mataram, Senin (7/7). Menurut dia, Pilgub NTB yang dilaksanakan, Senin (7/7) baru akan diumumkan secara resmi oleh lembaga penyelenggara KPUD NTB beberapa hari atau pekan mendatang, sementara publik ingin mengetahui hasil Pilgub NTB secepatnya sehingga LSI bekerjasama dengan JIP melakukan penghitungan cepat.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;LSI dan JIP menggunakan metoda sampel yakni sebanyak 320 sampel Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 7.210 TPS dengan jumlah pemilih 3.004.905 jiwa dalam pelaksanaan Pilgub NTB. Hasilnya, pasangan (BARU) meraih perolehan suara sebanyak 36,72 persen, disusul pasangan Drs H Lalu Serinata - Husni Jibril (SERIUS) dengan perolehan suara 28,75 persen, pasangan Dr Zaini Arony, MPd - Nurdin Ranggabarani, SH, MH (ZANUR) 17,97 persen dan Ir H Nanang Samudera, MSc dan M Jabir, SH, MH (NAJAR) sebesar 16,56 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pasangan Barru diusung Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing memiliki enam kursi di DPRD NTB sehingga totalnya 12 kursi atau mencapai 21,81 persen dukungan. Serius diusung Partai Golkar yang memiliki 15 kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2004, PDIP yang memiliki enam kursi, Partai Bintang Reformasi (PBR) lima kursi dan Partai Patriot satu kursi. Total kursi partai pendukung Serius sebanyak 27 kursi sehingga dukungannya mencapai 49,06 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Zanur diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki tiga kursi di DPRD NTB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki enam kursi sehingga totalnya sembilan kursi atau 16,36 persen dukungan. Pasangan Najar diusung oleh sembilan Parpol menggunakan prosentase jumlah suara sesuai hasil Pemilu 2004 yakni Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 111.762 suara, Partai Demokrat 80.801 suara, Partai Keadilan dan Persatuan Bangsa (PKPB) 41.174 suara, Partai Persatuan Nahdatul Ulama (PPNU) 25.786 suara dan Partai Serikat Indonesia sebanyak 32.209 suara sehingga total suara sebanyak 291.462 suara.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Menurut dia, suara yang masuk pada 320 TPS sampel itu sebesar 96,88 persen atau masih ada tiga persen lebih suara belum masuk, namun jika terdistribusi sesuai pilihan tidak akan mempengaruhi peringkat perolehan suara. Nantinya KPUD NTB akan mengumumkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS yakni sebanyak 7.210 TPS, namun hasilnya tidak akan berbeda jauh dengan hasil quick count karena salah sampel tidak lebih dari satu persen, ujar Denny.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Empat sejarah Pada bagian lain, Denny JA mengatakan dirinya menemukan empat peristiwa bersejarah yang lahir dari proses Pilgub NTB ini. Empat peristiwa bersejarah itu yakni terpilihnya gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 36 tahun (kurang dari 40 tahun) dan satu-satunya gubernur terpilih dari kalangan ulama atau pemimpin Ormas keagamaan (Nahdlatul Wathan). Tuan Guru Bajang juga menciptakan sejarah sebagai kandidat dari partai kecil namun mampu mengalahkan dua partai besar yakni Golkar dan PDI Perjuangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sementara itu, DPP PBB dalam siaran persnya yang dikirimkan kepada Pelita, semalam menyatakan ucapan syukur ke hadirat Allah SWT dan menyambut gembira serta mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat NTB yang telah memilih calon gubernur yang diusung PBB. Pilihan masyarakat NTB kepada figur pemimpin muda yang memiliki integritas dan kapabilitas intelektual maupun spiritual serta mempunyai pengalaman politik juga akan menginspirasi rakyat Indonesia dalam menentukan kepemimpinan nasional tahun 2009 nanti, tulis pernyataan yang diteken Wakil Ketua Umum DPP PBB Hamdan Zoelva, SH, MH dan Sekjen DPP PBB Drs H Sahar L Hasan.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;(Sumber:&lt;span style="TEXT-DECORATION: underline"&gt; Lingkar Survei Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7823581143293532224?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7823581143293532224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/ntb-dapatkan-gubernur-termuda-di.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7823581143293532224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7823581143293532224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/ntb-dapatkan-gubernur-termuda-di.html' title='NTB Dapatkan Gubernur Termuda Di Indonesia'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SHjThyxtA8I/AAAAAAAAAHA/Ot1xBJS-iJ8/s72-c/bm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-4794300528319355550</id><published>2008-07-11T21:46:00.000+07:00</published><updated>2008-07-11T22:12:35.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Tuan Guru dan Pembangunan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SHd3kCE8_xI/AAAAAAAAAGw/kGP6wkPeQro/s320/sunset-di-pantai-kuta-bali.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221773753876021010" /&gt;
&lt;/div&gt;Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menjadi wacana global yang sering disoroti  dalam berbagai pembicaraan, kajian, dan penelitian. Sejak krisis menimpa Indonesia pada pertengahan tahun 1997 di berbagai bidang kehidupan, sebagian rakyat Indonesia menjadi  demikian pesimis. Apalagi mereka yang terkena akibat krisis secara langsung, seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau usahanya gulung tikar, akan tetapi ada juga dari mereka yang tetap yakin, optimis, dan  beranggapan Indonesia masih tetap kaya, baik kekayaan sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), budaya, maupun kekayaan lainnya. Akan tetapi, kekayaan Indonesia tersebut tidak dikelola dengan baik, sehingga tidak memberikan hasil dan secara merata untuk dirasakan oleh rakyat Indonesia, kemudian timbul sikap apatis dari rakyat, berupa berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sehingga melalui agenda reformasi diharapkan bangsa Indonesia akan mampu keluar dari krisis yang multidimensi tersebut. Namun, upaya yang dilakukan tidak semudah membalikkan telapak tangan, ironisnya keadaan bangsa Indonesia semakin “parah” ditandai dengan tindakan-tindakan anarkhis dan brutal yang jauh menyimpang dari identitas  bangsa, ajaran agama, dan nilai-nilai, serta norma-norma kehidupan yang selama ini menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;
Terlalu sulit untuk mengidentifikasikan penyebab dari semua peristiwa yang menimpa bangsa Indonesia, akan tetapi jika dilihat dalam konteks sosiologis, sebab dari semua peristiwa tersebut ialah ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh masyarakat. Bentuk ketidaksesuaian tersebut tidak sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah ditetapkan dalam Garis-Garis Haluan Negara (GBHN) mengenai kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan lahir dan bathin. &lt;div class="fullpost"&gt;
Diketahui juga, pada masa Orde Baru pembangunan dilaksanakan secara top down, kemudian menimbulkan dampak sampingan terhadap pembangunan itu sendiri. Pembangunan yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam persaingan pasar bebas terkendali, memberikan munculnya para pengusaha kaya raya (konglomerat) yang tidak memberikan keuntungan bagi sebagian besar masyarakat lapisan bawah. Pembangunan dilaksanakan dengan konsep pertumbuhan ekonomi telah melahirkan kemiskinan dan lemahnya kualitas SDM. Dengan kata lain, terjadinya ketimpangan pada bidang ekonomi dan pendidikan. Selain itu, ketimpangan antara pemerintah pusat dan daerah, antara Jawa dan luar Jawa, serta antara kota dengan desa (Thamrin, 1995: 119).

Sejalan dengan itu, perubahan dalam berbagai bidang kehidupan telah membawa implikasi terhadap perubahan sistem kenegaraan ke arah desentralisasi ditandai dengan lahirnya Undang-Undang (UU) No. 22 tahun 1999 dan UU No. 25 tahun 2000, namun otonomi daerah baru terlaksana pada awal tahun 2001, kemudian UU No. 22 tahun 1999 dan UU No. 25 tahun 2000 dijadikan sebagai landasan yuridis bagi penyelenggaraan otonomi daerah, tetapi dalam perkembangannya UU No. 20 tahun 1999 dan UU No. 25 tahun 2000 direvisi dengan UU No. 32 tahun 2004 dan UU No. 34 tahun 2004, maka sejak itu pula titik berat otonomi berada pada tingkat daerah Kabupaten/Kota. Dengan itu pula, menunjukkan pada banyaknya tanggung jawab yang diemban oleh daerah, seperti pendidikan hingga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain pemeliharaan fakir miskin dan anak-anak terlantar. Tidak menutup kemungkinan akibat yang ditimbulkan yakni saat pemerintah daerah ‘tidak peduli’ dengan  pendidikan, ini menandakan Indonesia semakin terpuruk  dalam soal human resources.

Beratnya beban yang dihadapi oleh daerah menunjukkan pada kondisi riil masyarakat, khususnya masyarakat Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat, berupa tingginya angka kemiskinan atau rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat (59%), diiringi dengan rendahnya mutu SDM dengan tingkat pendidikan menunjukkan pada tingginya angka buta huruf dan tamat sekolah dasar (57%), yaitu kira-kira setengah lebih dari jumlah penduduk desa yang ada  (BPS Kab. Lombok Timur, 2002).
Mencermati kondisi masyarakat desa pada era otonomi daerah dan globalisasi sudah menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat sendiri. Keterlibatan masyarakat, secara khusus tidak dapat lepas dari peran tokoh-tokoh yang berpengaruh di dalamnya. Bagi masyarakat Desa Jerowaru tokoh agama (Islam) sangat berpengaruh dan memiliki peran sentral dalam mengembangkan aktifitas masyarakat, hal ini dimungkinkan karena sebagian besar masyarakatnya beragama Islam dan secara umum masyarakat Lombok, sehingga tak salah memperoleh sebutan “Pulau Seribu Masjid”.

Tuan guru demikian sebutan untuk tokoh agama pada masyarakat Lombok dalam kehidupan sehari-hari dikenal memiliki gaya hidup (life style) sederhana, tidak menonjolkan diri pada urusan-urusan keduniawian, dan tidak terbawa oleh gemerlapnya mode-mode sesaat. Dengan begitu masyarakat merasa kagum, patuh, dan memposisikannya “serba lebih” dan “serba bisa” dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang ada pada masyarakat desa. Adapun tuan guru yang cukup terkenal pada masyarakat Lombok, antara lain, seperti TGH. Muh. Zainuddin Abdul  Majid (almarhum) di Pancor Lombok Timur, TGH. Umar  (almarhum), seorang imam besar di Mekkah dari Kelayu Lombok Timur, TGH. Nadjamuddin (almarhum) dari Praya Lombok Tengah, TGH. Ibrahim (almarhum) dari Kediri Lombok Barat.

Tuan guru atau kyai (Jawa) bukan hanya sebagai tokoh agama, melainkan juga sebagai pendiri, pimpinan, pengasuh dan pemilik pondok pesantren, yang kemudian oleh Wahid (1984: 10) disebut subkultur yang menjadi pusat gerakan kultural dan moral, sehingga pondok pesantren tidak dapat dilepaskan dari posisi tuan guru, karena tuan guru merupakan salah satu elemen dasar yang penting, bahkan terpenting dari pondok pesantren (Ali, 1987: 23, Dhofier, 1990: 44). Hal ini juga terbukti dengan perkembangan pondok pesantren yang begitu cepat di Lombok, sampai dengan tahun 2004 berjumlah 198, dengan rincian di Kota Mataram terdapat 16 pondok pesantren, Lombok Barat terdapat 60 pondok pesantren, Lombok Tengah terdapat 51 pondok pesantren, dan Lombok Timur  terdapat 71  pondok pesantren  (Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi NTB, 2004).
Sumber : Tesis Habibuddin, M.Pd (Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat/LPM) IAIH Pancor.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-4794300528319355550?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/4794300528319355550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/tuan-guru-dan-pembangunan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4794300528319355550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/4794300528319355550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/tuan-guru-dan-pembangunan.html' title='Tuan Guru dan Pembangunan'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SHd3kCE8_xI/AAAAAAAAAGw/kGP6wkPeQro/s72-c/sunset-di-pantai-kuta-bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3093651650814027663</id><published>2008-07-05T00:01:00.000+07:00</published><updated>2008-07-05T00:06:47.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Analisis Kenaikan BBM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SG5X_Ex5ltI/AAAAAAAAAGA/10RT45Q-nig/s1600-h/s_AB04060811_high_thumb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219205759295395538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SG5X_Ex5ltI/AAAAAAAAAGA/10RT45Q-nig/s320/s_AB04060811_high_thumb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tanggal 24 Mei 2008, rejim SBY-Kalla kembali membuka memperlihatkan muka bopengnya sebagai rejim anti rakyat yaitu dengan menaikkan harga BBM di dalam negeri. Kebijakan yang tidak populis tentang kenaikan harga BBM sebesar 28,7% ini, telah memicu kebangkitan pergerakan rakyat di Indonesia secara lebih meluas. Kenaikan harga ini merupakan yang ketiga kalinya setelah hal serupa yang dilakukan pada pada Maret 2005 dan Oktober 2005. masing-masing dengan kenaikan sebesar 29% dan 128%.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
Dalam setiap pemberitaan di berbagai media, tidak pernah lepas dari pantauan kita tentang aksi-aksi yang dilakukan berbagai sektor rakyat tertindas yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM yang diterapkan oleh rejim kali ini. Alasan menyelamatkan APBN agar tidak bangkrut karena besarnya tanggungan subsidi yang harus diberikan pemerintah pada BBM yang dikonsumsi oleh rakyat akibat kenaikan harga minyak dunia yang terskhir mencapai US$ 135 per barrel, jelas tidak bisa kita terima. Meskipun pemerintah berasumsi bahwa kenaikan harga BBM ini merupakan jalan terbaik yang harus dilakukan karena perhitungan yang dilakukan kenaikan ini akan menghemat anggaran negara sampai dengan Rp 190 trilliun atau sekitar US$ 20 milliar. selengkapnya lihat disini &lt;a href="http://fmn-indonesia.blogspot.com/"&gt;http://fmn-indonesia.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3093651650814027663?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3093651650814027663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/analisis-kenaikan-bbm.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3093651650814027663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3093651650814027663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/analisis-kenaikan-bbm.html' title='Analisis Kenaikan BBM'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SG5X_Ex5ltI/AAAAAAAAAGA/10RT45Q-nig/s72-c/s_AB04060811_high_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-8101359681921493864</id><published>2008-07-01T21:39:00.000+07:00</published><updated>2008-07-01T22:09:07.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Dari Agus Sudibyo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGpH6oKRgJI/AAAAAAAAAFo/qAysbLRiN_4/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218062190800634002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGpH6oKRgJI/AAAAAAAAAFo/qAysbLRiN_4/s200/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah sekian lama hilang dari peredaran, mantan Menteri Penerangan Harmoko muncul lagi di hadapan publik beberapa saat lalu. Bung Harmokoatau Bung Har meluncurkan buku kesaksiannya tentang kejatuhan mantanPresiden Soeharto. Di negeri ini hampir tidak ada orang yang tidak tahu betapa lekatnya Bung Har dengan Soeharto hingga huru-hara politik1998 merenggangkan keduanya.
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
Namun, apakah buku itu sekadar memoar? Hampir pasti tidak! Buku itujuga menandakan langkah Harmoko untuk kembali terjun ke dunia politik.Sebuah partai politik baru bahkan telah ia dirikan, Partai Kerakyatan Nasional.Bukankah Bung Har sudah sepuh dan layaknya pensiun? Di sinilahpersoalannya. Bung Har tidak sendirian. Di depan kita ada sederetgenerasi sepuh (the sunset generation) yang dengan percaya diri dan semangat luar biasa berupaya kembali mendominasi dunia politik. &lt;/div&gt;

&lt;div align="justify"&gt;Jika menyimak bursa calon presiden pemilu 2009, kita akan menemukan deretangenerasi sepuh itu. Dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yangberusia 58 tahun, Wakil Presiden Jusuf Kalla (65), mantan PresidenMegawati Soekarnoputri (60), mantan Presiden Abdurrahman Wahid (67),Akbar Tandjung (62), Wiranto (60), Sutiyoso (63), hingga Sri SultanHamengku Buwono X (61). Dapat dipastikan, nama-nama inilah yangmeramaikan suksesi nasional tahun 2009.Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia memang lambat dalamregenerasi kepemimpinan. Generasi pertama pemimpin pascareformasi kinisudah berusia sekitar 60 hingga 70-an tahun, tetapi mereka masihmendominasi struktur politik dan pemerintahan di semua lini. Padahal,lebih dari cukup fakta yang menunjukkan mereka gagal dalam mengawalagenda-agenda reformasi. &lt;div class="fullpost"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di bawah kepemimpinan mereka, Indonesiajustru kian terpuruk dalam krisis multidimensi hingga kini. Regenerasikepemimpinan nasional menjadi tak terelakkan. Generasi tua, dengankompleksitas masalah masa lalunya, tidak kompatibel bagi pelaksanaanagenda-agenda demokrasi. Krisis multidimensi yang dihadapi bangsaIndonesia membutuhkan pemimpin yang inovatif, berkualitas, danberorientasi ke depan. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Hal yang sulit diharapkan dari generasi tua. Persoalannya kemudian, apakah generasi muda siap memimpin? Apakahgenerasi muda mampu menciptakan perubahan? Ataukah jangan-janganmereka sesungguhnya setali tiga uang dengan seniornya?Seminar Republik Kaum Muda: Sinergi Kebangkitan Menuju Cita-Cita Republik menggambarkan masalah dan fakta pada aras ini.Kecuali dipolitik nasional, regenerasi kepemimpinan itu sebenarnya telahterjadi. Cukup banyak bukti menunjukkan pemimpin muda dapatdiandalkan. Kalaupun ada kendala, terutama bukan kendala kemampuanatau komitmen, tetapi kendala sistem dan struktur kekuasaan yang belumkondusif bagi ide perubahan yang mereka tawarkan.Cukup signifikanMerujuk pengalaman Anggota F-KB DPR Maria Ulfah, politisi muda di DPR jumlahnya cukup signifikan. Visi dan keberpihakan mereka juga cukupjelas. Namun, visi dan keberpihakan itu sulit diwujudkan karenaterbentur sistem pengambilan keputusan, hierarki politik partai yangtak kondusif bagi semangat perubahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaik apa pun konsep atausolusi yang diajukan politisi muda, pada akhirnya suara mayoritaskomisi yang menentukan atau garis kebijakan partai atau lobi politisisenior. Kreativitas tokoh-tokoh muda itu juga tidak optimal karenamereka sering dipaksa mengurusi hal-hal di luar kompetensinya,ditempatkan di komisi yang tidak mereka kuasai duduk persoalannya.Kondisi yang berbeda tercipta di dunia bisnis. Seperti dikatakan KetuaHIPMI Sandiaga Uno, dunia bisnis lebih egaliter dan memberikan peluangsama besarnya kepada anak-anak muda. Di dunia bisnis pascakrisis 1998,justru terasa determinasi pengusaha-pengusaha muda. Dalam daftar 10besar pengusaha tersukses (terkaya) di Indonesia, didominasiorang-orang muda. Pada level itu, ada nama Haritanoesoedibyo, ChairulTandjung, Patrick Waluyo, dan Tom Lembong yang berusia 40-an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nama-nama yang relatif tidak dikenal sebelum krisis karena publikhanya mengenal taipan, seperti Salim atau Eka Cipta Widjaja. Sandi menyebut ide-ide dan pendekatan segar sebagai keunggulan parapengusaha muda itu. Jika para seniornya berbisnis dengan modalkedekatan dengan penguasa, para pengusaha muda lebih mengandalkan SDMberkualitas dan orientasi pada meritokrasi.Hal yang sama juga terjadi pada dunia pendidikan dan organisasinonpemerintah (ornop). Di dunia pendidikan tinggi, muncul tokoh-tokoh muda yang menjabat pimpinan rektorat ataupun dekanat. Di dunia ornop,suasana egaliter sangat mendukung munculnya tokoh-tokoh muda.Seperti dikatakan Hetifah Syaifuddin, mereka juga berhasil mengubahpendekatan dan mereposisi diri. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Dari pendekatan konfrontatif menujupendekatan kooperatif terhadap pemerintah. Dari posisi tukang kritik menjadi Dmitra partisipatoris pemerintah. Mereka tak canggungmelakukan program pendampingan pemerintahan daerah, merancang programparticipatory planning, dan lain-lain.Demikian pula yang terjadi pada aras pemberantasan korupsi. MenurutChandra Hamzah, KPK saat ini adalah KPK-nya anak muda. Dari 500 stafKPK, mayoritas adalah anak-anak muda. Demikian juga denganposisi-posisi kunci di lingkungan KPK. Unsur jaksa, polisi, dananggota KPK sendiri banyak diisi generasi muda, dengan kecenderungandan kegairahan yang khas anak muda: berorientasi ke depan, terbuka terhadap masukan, dan haus akan perubahan. DIni yangmenjelaskankemajuan kinerja KPK belakangan,kata Chandra.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Relokasi sukarelaTak kalah fenomenal kiprah Joko Widodo. Hanya 2,5 tahun menjadi WaliKota Surakarta, Joko berhasil membuat perubahan signifikan dalam tata pemerintahan dan pelayanan publik di wilayahnya. Sebagai pengusaha,perhatian utama Joko adalah pembenahan birokrasi yang buruk dan sangattidak efisien. Jangka waktu pengurusan izin usaha dipangkas dari 8 sampai 12 bulan menjadi enam hari, nyaris tanpa biaya sama sekali.Joko menerapkan one top service untuk perizinan usaha dan pelayananpublik yang lain. Sebuah terobosan fenomenal untuk konteks Indonesiabahwa pengurusan KTP di Surakarta hanya butuh waktu 1 jam, denganbiaya Rp 5.000.Joko Widodo juga berhasil merelokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL)secara sukarela dan gotong-royong, tanpa penggusuran, bahkan denganarak-arakan yang meriah ke tempat baru yang benar-benar merekahendaki. Tak pelak, ruang-ruang publik yang sebelumnya dipenuhi PKLberhasil direvitalisasi. Joko juga merevitalisasi pasar-pasartradisional sehingga mampu bersaing dengan serbuan mal danhypermarket. Patut digarisbawahi, Pemerintah Kota Surakarta menetapkankebijakan zero grouth untuk PKL, hotel berbintang, dan pusat perbelanjaan.Joko Widodo tidak sendirian di sini. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Masih banyak pemimpin muda yangsukses menjalankan pemerintahan daerah, seperti Bupati Kebumen Rustriningsih dan Wali Kota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad. Sungguhkontras membandingkan keberhasilan mereka dan cerita kegamangan ataukegagalan pemimpin generasi tua pada level nasional.Sandiaga Uno, Chandra Hamzah, Maria Ulfah, Hetifah Syaifuddin, dan Joko Widodo membuktikan tokoh muda mampu menjalankan kepemimpinan danlayak mendapatkan kesempatan lebih besar. &lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Tantangan mereka sekarang bukan sekadar merebut tampuk kepemimpinan, tetapi juga bagaimana mensinergikan potensi-potensi mereka dalam satu gerakan yang secarapolitik signifikan.Bagaimana agar tokoh-tokoh muda itu tidak terkesan berjalansendiri-sendiri pada bidang masing-masing? Seminar yang dilakukan LMI dan Kompas hanyalah titik awal menuju sinergi tersebut, terlebih menyambut 80 tahun Sumpah Pemuda, Oktober.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;Agus Sudibyo Deputi Direktur Yayasan SET (Sains, Estetika, danTeknologi) Jakarta&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-8101359681921493864?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/8101359681921493864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/yang-muda-membuktikan.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8101359681921493864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8101359681921493864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/07/yang-muda-membuktikan.html' title='Dari Agus Sudibyo'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGpH6oKRgJI/AAAAAAAAAFo/qAysbLRiN_4/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-2517257255707142610</id><published>2008-07-01T00:29:00.000+07:00</published><updated>2008-07-01T00:46:27.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampanye Perdamaian'/><title type='text'>Bisa Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGkb0nsDeEI/AAAAAAAAAFY/hnlhjHy58jE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGkb0nsDeEI/AAAAAAAAAFY/hnlhjHy58jE/s320/images.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217732234106337346" /&gt;&lt;/a&gt;Pada Dasarnya Perdamaian adalah hal yang sangat di dambakan oleh segala pihak. Akan tetapi pada kenyataannya sampai tahun 2008 ini begitu banyak kekerasan yang terjadi, masih kuat ingaan kita bagaimana kasus PILKADA Maluku Utara yang sampai saat ini masih berpolemik. Kemudia Kasus lahan di Sumatera Utara yang sudah empat tahun namun sampai saat ini masih terus berpolemik.

Baru-baru ini kemudian, mahasiswa UNAS menjadi korban kekerasan, Maftuh Fauzi meninggal disaat aksi menolak kenaikan harga BBM. Tahun 1997-1998 bagaimana korban berjatuhan di saat mahasiswa menuntut adanya Reformasi pada bangsa ini.

Sebuah Pertanyaan yang mungkin perlu sama-sama kita lontarkan..Adakah hal yang bisa kita lakukan membangun sebuah perdamaian pada bangsa ini. Aku bukan seorang politikus, bukan pula seorang peneliti atau apapun istilahnya..Namun aku menulis ini karena aku cinta pada bangsa ini dan tidak ingin bangsa ini hancur oleh kekerasan

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-2517257255707142610?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/2517257255707142610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/bisa-kita.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/2517257255707142610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/2517257255707142610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/bisa-kita.html' title='Bisa Kita'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGkb0nsDeEI/AAAAAAAAAFY/hnlhjHy58jE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-8550999071749793887</id><published>2008-06-30T19:49:00.000+07:00</published><updated>2008-06-30T20:02:59.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Ambil Ijazah Kasi Sumbangan Dulu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGjZOXDcQDI/AAAAAAAAAEw/yZYOLkUNcO0/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217659009038565426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGjZOXDcQDI/AAAAAAAAAEw/yZYOLkUNcO0/s320/images1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kawan-kawan siswa kelas 3 SMAN 1 Selong yang telah lulus berjumlah 248 orang, siang tadi melakukan pengambilan Ijazah, namun ironisnya mereka harus memberikan sumbangan satu sak semen baru mendapatkan Ijazah mereka. sebagian wali murid tidak mampu untuk memberikan sumbangan sebesar harga satu sak semen dan memberikan sumbangan semampu mereka, namun hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak sekolah (panitia pengambilan Ijazah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
Perlu diketahui, bahwa SMAN 1 Selong merupakan salah sekolah yang menjadi sekolah favorit dan bergengsi. favorit bukan karena mutunya, namun karena dominan disana adalah golongan anak kaya, bergengsi karena berada tepat dipusat kota Kabupaten Lombok Timur. Jelas sudah bahwa semakin hari, pemerintah tidak lagi memperhatikan bagaimana mutu pendidikan namun cenderung pada proses pembiayaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Kondisi pendidikan di lotim sendiri dari anggaran APBD hanya 8 persen saja, kemudian dari sisi kelulusan tahun ini, LOTIM peringkat terakhir dari kabupaten yang ada di NTB. tentunya ini semakin mengiris hati kita semua, sudah lulus malah diminta berikan sumbangan. tidak lulus ikut paket C. Inilah kondisi pendidikan kita. Biaya mahal, mutu tidak terjamin.
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-8550999071749793887?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/8550999071749793887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/ambil-ijazah-kasi-sumbangan-dulu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8550999071749793887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/8550999071749793887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/ambil-ijazah-kasi-sumbangan-dulu.html' title='Ambil Ijazah Kasi Sumbangan Dulu'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGjZOXDcQDI/AAAAAAAAAEw/yZYOLkUNcO0/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-7235884982508245005</id><published>2008-06-30T11:36:00.001+07:00</published><updated>2008-06-30T11:50:14.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Pilihan Semua</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGhk1CFDoSI/AAAAAAAAAEo/bGKUQR7GjkM/s1600-h/bm.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217531030562644258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="121" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGhk1CFDoSI/AAAAAAAAAEo/bGKUQR7GjkM/s200/bm.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TUAN GURU JARI DATU
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;OLEH: AFGANÂ. K&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teman kerap bertanya: Gimana ini, â€˜kan sudah jadi tuan guru, koq nyalon jadi gubernur, bupati dan wakil bupati? Koq jadi pingin ngurus â€œduniaâ€ lagi? Apa ndak salah mau terjun ke dunia politik? Dunia politik itu â€˜kan kotor. Kalo Tuan Guru masuk politik, berarti ibaratnya nyemplung ke comberan. Mestinya tetap saja jadi tuan guru, ngajar kita ngaji. Apa bisa ngurusi negara hanya bermodal ilmu fikih, nahwu, sharaf dan kitab kuning.
â€œKalo sudah jadi ulama, ya, jadi ulama sajalah. Jangan kepingin jadi umara. Ulama dan umara sudah diciptakan berbeda. Ulama ngurus akhirat, umara ngurus dunia,â€ ujar seorang teman lain kepada saya, danâ€¦.. banyak lagi pertanyaan dan ungkapan lainnya yang bernada menyayangkan.
Jadi, kalau disimak ucapan-ucapan tersebut, ternyata dalam persepsi masyarakat kita, seorang tuan guru atau ulama harus mentok ngurus masalah akhirat saja. Misalnya, buka pengajian, sembahyang, wirid putar tasbih dan hadiri undangan kematian dan rowah. Sedangkan urusan politik, itu adalah urusannya â€œBapak-Bapakâ€ lulusan dari sekolah umum. Karena itu, konon, bila ada tuan guru coba-coba terjun ke dunia politik bisa-bisa dianggap keluar dari â€œrelâ€ ketuan-guruannya. Bisa-bisa tangannya tak lagi dicium para jamaah. &lt;div class="fullpost"&gt;

Sayapun akhirnya jadi kepingin nimbrung juga membahas topik seputar ulama jadi umara atau tuan guru jadi datu ini. Menurut saya, fungsi ulama yang hanya mengaji dan tidak boleh menjadi pemimpin formal adalah peninggalan kolonialisme. Faham ini sengaja ditanamkan oleh penjajah karena para penjajah ketakutan apabila para ulama bergerak di bidang politik. Para penjajah cukup banyak mendapat pengalaman pahit dari etos perjuangan dan perlawanan yang dipimpin ulama. Kalau ini dibiarkan, maka sudah pasti kuku penjajahan bakal segera lepas. Tentunya hal ini sangat tidak diinginkan oleh para penjajah.

Thomas Raffles, tokoh dan pentolan penjajah, dalam bukunya The History of Java mengakui secara terang-terangan bahayanya peran ulama dan santri terhadap kepentingan kolonial Belanda. Menurutnya ulama beserta santrinya sangat aktif dalam berbagai perlawanan terhadap kolonial Belanda.

Oleh karena itulah para penjajah kemudian mendikotomikan fungsi ulama dengan umara. Urusan negara diberikan kepada para pejabat yang telah mereka didik, sedangkan ulama cukup ngajar ngaji di pesantren dan masjid. Para ustad cukup ngajar alif-bata di surau-surau. Dengan cara ini diharapkan peran ulama di bidang politik bisa dieliminir sehingga tidak akan menjadi ancaman bagi penjajah.

Kondisi seperti ini terus berlangsung hingga sekarang. Dikotomi peninggalan penjajah itupun masih tertanam kuat dibenak sebagian orang. Dan tidak saja di kalangan masyarakat awam, tapi juga kaum intelektual. Padahal Islam sendiri melarang adanya pengkotak-kotakan bidang kehidupan. Islam memuat aturan kehidupan secara menyeluruh termasuk politik.

Dalam Islam sendiri politik dikenal dengan istilah As Siyasah. Jika terjun ke dunia politik merupakan jalan untuk memperbaiki umat maka terjun ke dunia politik tersebut merupakan suatu keharusan. Nabi Muhammad SAW, selain mengemban risalah Alloh, menyampaikan firman-firman Alloh kepada umat manusia, Beliau juga bertugas menjadi pemimpin negara Islam Madinah. Adakah ketakwaan beliau jadi berkurang karena menghandle tugas kenegaraan? Padahal tugas-tugas kenegaraan itu sendiri erat kaitannya dengan hal-hal yang berbau politik.

Dalam Al-qurâ€™an juga terdapat kisah tentang nabi-nabi yang -selain mengemban risalah Alloh- juga merangkap sebagai datu. Contohnya, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Beliau adalah raja-raja yang cukup terkenal dan tangguh. Begitu pula Nabi Yusuf, selain sebagai nabi, juga dikenal sebagai seorang bendaharawan negara atau kalau istilah sekarangnya, semacam menteri keuangan.

Adakah ketakwaan para nabi itu memudar karena merangkap jabatan sebagai datu? Pernahkan nabi-nabi tersebut dicap oleh Alqurâ€™an sebagai nabi yang â€œurus dunia meluluâ€ karena mau jadi raja? Tentu saja tidak. Sebab justru dengan posisinya sebagai penguasa itulah maka para nabi semakin memperoleh power untuk menegakkan yang hak dan memberantas kebathilan.

Jadi kalau politik dan kekuasaan djadikan kendaraan untuk beramar maâ€™ruf nahi munkar, mak berpolitik dan berkuasa itu dapat bernilai ibadah. Politik dan kekuasaan itu tidak kotor. Yang kotor adalah orang-orang yang memanfaatkan politik dan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan agama.

Politik dan kekuasaan itu ibarat gelas kosong. Jikalau diisi dengan racun, maka jadilah gelas itu berisi racun. Tapi bila diisi dengan susu, maka gelas itupun menjadi gelas susu yang bisa diminum. Begitu juga dengan politik, jika yang mengisinya adalah orang-orang kotor dan berniat kotor, maka jadilah politik itu kotor. Tapi bila diisi oleh orang-orang baik dan berniat baik, maka baik pulalah politik itu. Jadi siapapun boleh terjun ke politik. Siapapun boleh jadi penguasa selama tujuannya untuk kebaikan. Demikian juga dengan ulama yang menjadi umara.

Seorang ulama, mungkin hanya punya â€œlisanâ€. Ia hanya bisa sebatas mengingatkan umat tentang yang hak dan bathil. Sedangkan umara punya â€œtanganâ€ untuk menegakkan yang hak dan menghancurkan yang bathil. Tapi sayangnya umara jaman sekarang kadang tidak bisa â€œmenggerakkan tangannyaâ€ itu. Selain kurang punya ilmu tentang hak dan bathil, juga mereka kerap terjerumus kepada kebathilan. Oleh karena itu nilai lebihnya bila ulama yang jadi umara, yaitu selain ia punya â€œlisanâ€ untuk mengingatkan tentang yang hak dan bathil, ia juga sekaligus akan punya â€œtanganâ€ untuk menegakkan kebenaran dan memberangus kebathilan tersebut.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, memang banyak orang yang sangsi. Bila ulama nanti jadi umara, apa bisa benar-benar konsisten beramar maâ€™ruf nahi mungkar? Apa tidak malah nantinya justru akan ikutan bermungkar ria? Malah ada yang bilang, jangan-jangan nanti sang ulama bakal ikutan korupsi bila telah jadi umara.

Kalau menyangkut kemungkinan akan berbuat salah, tentu potensi itu ada pada semua orang, baik penguasa yang berasal dari kalangan ulama maupun umara asli. Tapi setidaknya umara yang berasal dari ulama insya Alloh lebih bisa mengendalikan diri. Sebab bekal ilmu agama yang dimilikinya akan menjadi rem agar tidak melakukan hal-hal tercela. Berbeda dengan penguasa yang tidak dibekali ilmu agama, bisa diibaratkan seperti mobil tanpa rem. Semua yang ada ditabrak saja tanpa kendali bahkan hingga nyungsep ke telabah. Contohnya seperti di negara kita ini, pemimpinnya sebagian besar dari kalangan sekuler yang tidak mengerti dan peduli halal-haram. Akibatnya, ya, silahkan anda lihat sendiri bagaimana keadaan negara ini sekarang.

Lalu bagaimana dengan kemampuan sang ulama kalau memimpin negara? Apa cukup mengelola negara dengan ilmu agama doang? Untuk urusan disiplin ilmu, barangkali perlu kita mencermati lebih dekat perbedaan ulama tempo doeloe dengan ulama sekarang. Ulama tempo doeloe dididik di madrasah atau pesantren yang tidak dilengkapi ilmu pengetahuan umum. Kurikulum saat itu masih berkutat pada kajian kitab-kitab kuning, fiqih, tafsir dan hal-hal yang terkait ibadah ritual lainnya. Sedangkan kurikulumÂ� madrasah atau pesantren jaman sekarang selain berisi tentang ilmu agama, juga dilengkapi ilmu umum.

Coba saja Anda sesekali tengok madrasah atau pesantren, selain diajarkan ilmu fiqih, akidah akhlak, quran hadis, nahwu dan sebagainya, juga diajarkan matematika, fisika, kimia, tata negara, bahasa Inggris, sejarah, ekonomi, akutansi, sosiologi-antropologi, geografi dan semacamnya. Malah kalau mau jujur, ilmu di pesantren lebih banyak daripada di sekolah umum. Pelajaran yang ada di sekolah umum, sudah pasti ada di pesantren. Tapi pelajaran yang ada di pesantren, belum tentu bisa didapat di sekolah umum.

Jikalau merujuk pada kurikulum tersebut, maka bisa dikatakan lulusan pesantren lebih siap daripada sekolah umum untuk ditempatkan di mana saja. Jadi ulama siap, umarapun siap. Jadi tuan guru oke, datupun oke. Jadi lurah bisa, jadi khatibpun bisa. Mimpin zikir lancar, mimpin sidang paripurnapun mantap. Oleh karena itu sudah bukan jamannya lagi menyangsikan kemampuan ulama untuk menjadi umara. Malah bukan tidak mungkin negeri kita -insya Alloh- akan jadi lebih baik setelah dipimpin ulama.

Terakhir, cobalah kita menengok ke Iran. Negara tersebut justru menjadi maju dan mulai diperhitungkan dunia setelah dipimpin oleh para Mullah (ulama). Bahkan kini Amerikapun tak berani seenaknya kepada Iran. Lalu bagaimana dengan negara kita? Kata seorang teman, konon, negara kita jadi begini kacau, miskin dan korup karena pemegang kekuasaannya kebanyakan bukan dari kalangan Mullah, melainkan dari kalangan Ulah (ular).Â� Nah, sekarang terserah kita. MAU DIPIMPIN MULLAH ATAU â€¦â€¦â€¦...ULAH LAPAH. Wallahuaâ€™lam&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-7235884982508245005?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/7235884982508245005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/pilihan-semua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7235884982508245005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/7235884982508245005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/pilihan-semua.html' title='Pilihan Semua'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGhk1CFDoSI/AAAAAAAAAEo/bGKUQR7GjkM/s72-c/bm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-9071047587566645984</id><published>2008-06-30T11:19:00.001+07:00</published><updated>2008-06-30T11:56:05.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Globalisasi Ekonomi</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGhfrkmkZPI/AAAAAAAAAEA/ZAaE1sRtOZk/s1600-h/demo1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217525370473178354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="208" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGhfrkmkZPI/AAAAAAAAAEA/ZAaE1sRtOZk/s200/demo1.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Globalisasi Ekonomi, apa artinya buat buruh?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;

&lt;div class="fullpost" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hilmar Farid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Istilah 'globalisasi' mungkin tidak terlalu asing lagi buat kita sekarang. Hampir setiap hari istilah itu kita baca atau dengar di media massa maupun percakapan sesama teman. Sayangnya dalam media massa istilah itu tidak pernah dijelaskan tuntas. Yang kita tahu hanya bahwa globalisasi itu di satu sisi positif bagi pengusaha dan pedagang karena memberi kesempatan masuk ke wilayah manapun di dunia. Di sisi lain globalisasi juga dilihat sebagai tantangan yang menuntut persaingan lebih tajam di antara pengusaha. Di tingkat internasional, pemimpin-pemimpin negara bertemu, seperti pertemuan APEC di Bogor tahun 1994, mengatur segala hal yang berkaitan dengan pembukaan negara masing-masing terhadap barang dagangan dan investasi dari negara lain. Di wilayah lain tegadi pertemuan serupa yang diberi nama AFTA (untuk Asia Tenggara), NAFTA (untuk Wilayah Lautan Atlantik bagian utara). Sementara itu sejak tahun 1970-an sudah berlangsung perundingan yang diberi nama GATT, yang akhirnya pada tahun 1995 menjadi WTO (World Trade Organisation atau Organisasi Perdagangan Dunia).
Dalam perundingan, kesepakatan dan organisasi itu semua hal yang berkaitan dengan penanaman modal dan perdagangan internasional, paling tidak yang menyangkut kepentingan para pengusaha dan pedagangnya. Kepentingan buruh juga dibicarakan serba sedikit, di sana-sini, tapi bukan untuk membela kepentingan buruh itu sendiri. Sebaliknya, masalah buruh sering dibicarakan oleh negara-negara maju untuk menekan negara Dunia Ketiga agar mengikuti skenario yang mereka atur. Hal ini pernah terjadi di Indonesia, saat Amerika Serikat mengancam akan memberhentikan fasilitas GSP bagi Indonesia jika tidak menghormati hak-hak buruh untuk berorganisasi.1) Banyak aktivis perburuhan dart berbagai kalangan 'termakan' oleh 'sikap baik' pemerintah Amerika Serikat, yang mereka pikir benar-benar membela kepentingan buruh. Nyatanya, 'sikap baik' itu hanya ada jika Amerika Serikat sedang punya persoalan dengan kebijaksanaan dagang yang tidak menguntungkan bagi mereka. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;
Risalah singkat ini akan membahas beberapa masalah di atas. Pertama, tentunya soal globalisasi itu sendiri. Apa yang sebetulnya terjadi dalam proses globalisasi itu? Apa bedanya dengan era industnalisasi substitusi impor, orientasi ekspor, yang sering kita dengar sebelumnya? Dari sini kita membahas bagaimana Indonesia masuk ke dalam proses globalisasi tersebut. Bagaimana sikap dan kebijaksanaan pemerintah terhadap globalisasi perdagangan. Pihak mana saja yang diuntungkan oleh sikap pemerintah itu? Terakhir, yang terpenting, apa anti globalisasi bagi buruh di Indonesia. Dan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap globalisasi?
Globalisasi Ekonomi
Istilah 'globalisasi' sebenarnya mengacu kepada makin menyatunya unit-unit ekonomi di dunia ke dalam satu unit ekonomi dunia. Secara kongkret bisa digambarkan begini. Celana yang kita pakai itu bisa jadi kainnya dibuat oleh buruh tekstil di Thailand, kancingnya di Korea Selatan, resleting-nya di Mexico, lambangnya di India dan penjahitannya sampai jadi celana di pabrik tempat kita kerja. Setelah jadi, barangnya dibawa dan dijual di Inggris dan Eropa Barat, dan dibeli oleh turis dari Amerika Latin. Atau ambil contoh lain, komputer yang dipakai mengetik makalah ini. Layar monitornya mungkin dirakit di Singapura, tapi banyak komponennya yang dibikin di Jepang, Taiwan atau Korea Selatan, sementara kabel listriknya dibikin di Amerika Serikat. CPU-nya lebih remit lagi. Tempat disketnya dibikin di Jerman, tombol-tombolnya di Malaysia, dan komponen lainnya di Argentina. Ini semua belum tentu benar, narnanya juga contoh, tapi dalam kenyataan kurang lebih begitulah.
Nah, buat kita yang daya jelajahnya paling-paling keliling Jawa, kenyataan seperti itu terasa aneh. Bagaimana mungkin mengatur produksi barang yang dibikin di tempat yang berjauhan. Di sinilah peran perusahaan raksasa yang disebut perusahaan multinasional (multinational corporations atau MNC). Perusahaan semacam ini yang mengatur arus barang dan menjaga produksi agar selesai tepat pada waktunya, dan agar terus bisa bikin keuntungan.2) Karena jaringannya tersebar di mana-mana, maka bukan masalah untuk mendatangkan komponen dari segala penjuru dunia dan dirakit di tempat lain. Makin remit barangnya, makin besar modal yang diperlukan untuk mengatur produksinya dan makin besar perusahaan yang mengelolanya.
Kalau melihat hasil akhimya mungkin kita tetap saja bingung. Mari kita lihat proses sampai terciptanya keadaan seperti itu. Pada abad ke-19, sekitar 150 tahun yang lalu, produksi barang dagangan belum sehebat sekarang. Kebanyakan pengusaha baru mulai mengumpulkan modal, dan juga belum malang melintang di seluruh dunia. Pengusaha-pengusaha di apa yang kemudian disebut negara maju (Eropa dan Amerika Utara) dapat keuntungan besar dari kolomalisme di negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Keuntungan ini kemudian dipakai untuk mulai memproduksi barang-barang lain. Jadilah mereka berkembang menjadi pengusaha yang punya banyak perusahaan di berbagai bidang.3) Di tanah jajahan itu juga mereka membangun perusahaan baru, atau bekerjasama dengan perusahaan setempat. Kerjasamanva ada yang sebagai 'mitra sejajar' artinya saling memberi keuntungan, ada yang hanya memperlakukan sebagai boneka karena orang asing dilarang bekerja di negeri itu misalnya. Bentuk perusahaannya bisa macam-macam juga, misalnya joint-venture, investasi langsung, dan lainnya, tapi intinya adalah semua kegiatan produksi dan distribusi barang yang dihasilkan diatur oleh pemilik modal.
Untuk menyebarkan barangnya, perusahaan raksasa ini perlu tempat-tempat yang pasti. Mereka lalu mendekati pemerintah yang berkuasa di satu negeri, dan meminta jaminan bahwa hanya produk perusahaan mereka yang boleh dijual di negeri tersebut. Praktek ini namanya monopoli dan berlaku juga untuk impor barang tertentu dari luar negeri. Karena praktek monopoli dan pencaplokan perusahaan ini maka lama-lama muncul perusahaan multinasional raksasa. Cabangnya ada di seluruh dunia, belum lagi jaringan bisnisnya. Perusahaan raksasa seperti ini paling banyak ada di Amerika Serikat pada awalnya. Negara ini hampir tidak tersentuh Perang Dunia I maupun II sehingga dengan tenang bisa terus membangun dirinya menjadi kekuatan ekonomi dunia. Jepang sempat luluh lantak pada Perang Dunia lI, tapi kemudian bangkit menjadi kekuatan yang amat penting. Di beberapa negara lain di Eropa Utara, ada juga perusahaan raksasa semacam itu, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak.
Dalam globalisasi sekarang ini ada tiga hal dasar: (1) penghapusan hambatan dagang dan penanaman modal yang menciptakan gerak modal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Keputusan menghapus batas-batas itu memungkinkan perusahaan Jepang menanam modalnva di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia dan begitu juga sebaliknya (kalau mampu); (2) pembentukan blok-blok perdagangan regional seperti AFTA, NAFTA, CIS, MERCOSUR, APEC, dan lainnya yang punya komitmen memajukan perdagangan bebas. Di tingkat dunia, para pemimpin dunia sepakat untuk membentuk GATT dan kemudian WTO. Perkembangan ini kemudian memaksa pemerintah anggota blok perdagangan untuk mengeluarkan (3) peraturan dan undang-undang yang sesuai dengan kenyataan integrasi ekonomi yang baru, perdagangan bebas dan liberalisasi ekonomi.
Banyak pengamat menilai bahwa di dalam situasi seperti ini peran negara sebagai pembuat kebijaksanaan tidak lagi penting, dan hanya sekadar menjadi pelayan kepentingan pasar bebas. Sepintas memang benar, karena keputusan di bidang ekonomi makin lama makin bergantung pada negosiasi dan kebijaksanaan di tingkat internasional, dalam forum APEC dan sejenisnya. Tapi di sisi lain, negara masih berkuasa penuh terhadap wilayahnya, terutama dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mengatur kepatuhan buruh. Hal ini akan kita bicarakan lebih lanjut di bagian belakang.
Di Asia Pasifik, ada dua kekuatan besar yang berkuasa, yakni Amerika Serikat dan Jepang. Amerika Serikat berkuasa terutama secara militer, terbukti dari keterlibatannya dalam politik dalam negeri sejumlah besar negara. Di Filipina, saat masih ada pangkalan perang Subic Bay dan Clark, pemenntah Amerika Serikat menjadi unsur yang menentukan, terutama saat penggulingan Marcos dari jabatan presiden dan kehidupan politik secara umum. Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang menghadapi tekanan dari pihak Amerika Serikat, yang mengecam tindakan keras militer dalam menghadapi masalah 27 Juli 1996. Secara ekonomi Amerika Serikat juga memiliki kepentingan yang luas di wilayah ini. Di Indonesia khususnya dalam bidang eksplorasi minyak dan hasil-hasil tambang. Jepang sementara itu dalam ekonomi Asia-Pasifik adalah kekuatan tekno-ekonomi yang paling besar dan kuat. Jaringan TNC-nya di wilayah ini sudah jauh melebihi kekuatan Amerika Serikat, khususnya dalam sektor manufaktur. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya produk Jepang di pasaran Indonesia, khususnya barang-barang elektronik atau listrik. Perlu diketahui, karena kelebihan Jepang dalam pengembangan teknologi, ia menciptakan ketergantungan baru--dari segi industri--dalam hubungannya dengan negara-negara industri baru (newly industrialized countries).
Bagaimana Indonesia menghadapi Globalisasi?
Dalam diskusi-diskusi kita sering mendengar istilah industrialisasi substitusi impor (ISI) dan industrialisasi orientasi ekspor (I0E). Keduanya digambarkan sebagai strategi industrialisasi yang dikembangkan oleh negara. Strategi pertama (substitusi impor) berlangsung sejak tahun 1970-an, saat pemerintah menggarap habis-habisan sumber daya mmyak dan gas bumi. Pendapatan dari sektor ini begitu besar sehingga pemerintah dapat menghidupkan banyak kegiatannya tanpa perlu pinjam uang (hutang) atau dapat bantuan dari negara lain. Bagi yang sudah besar di tahun 1970-an mungkin masih ingat betapa susahnya menemukan barang-barang impor untuk kebutuhan sehan-hari seperti sepatu, baju dan sebagainya. Sekarang sepatu Nike bukan barang langka lagi di pasaran, walau tetap tidak terjangkau oleh kebanyakan teman-teman. Nah, strategi ini berubah di tahun 1980-an, saat pendapatan dari minyak dan gas bumi ini jauh menurun. Hal ini terlihat dari ramai-ramamya pejabat pemerintah (sampai Presiden Soeharto sendiri) bicara soal perlunya ekspor non-migas.
Ketika menyusun strategi industnalisasi itu, pemerintah tidak sendirian. Ada banyak penasehat, terutama yang berasal dari negara dan lembaga donor, seperti Amerika Serikat dan Jepang serta Bank Duma dan IMF. Saat dicanangkannya strategi ekspor, pemerintah tidak punya banyak pilihan. Selama ini andalan ekonominya adalah minyak dan gas bumi. Industri manufaktur hanya sedikit saja, dan infrastrukturnya terlalu lemah untuk menjadi sebuah wilayah industri baru. Karena itu pemenntah lalu membuka Indonesia bagi penanaman modal asing, yang diharapkan dapat membantu mengembangkan dunia industri. Sejak tahun 1980-an mulailah dibangun pabrik dan kemudian wilayah industri (Tangerang, Bogor dan Bekasi di Jawa bagian Barat; Gerbangkertasusila di Jawa Timur, dan lainnya) di seluruh Indonesia yang mencapai puncaknya pada tahun 1990an ini. Kembali ke contoh sepatu, bersamaan dengan itu kita juga melihat banjirnya pasaran dengan barang-barang 'luar negen' seperti Nike, Reebok, dan merk-merk lainnya.
Perubahan strategi ini semula dianggap sangat berhasil karena pendapatan negara dan angka pertumbuhan melonjak tinggi. Secara bertahap pemerintah mengeluarkan aturan-aturan baru yang menjamin penanaman modal asing secara langsung, dan memudahkan fasilitas dagang dan investasi di Indonesia. Pada tahun 1994 dikeluarkan PP20/1994 yang mengembalikan status investasi asing di Indonesia seperti pada masa awal berdirinya Orde Baru, yaitu bahwa investasi bisa 100% dimiliki orang asing (semula harus kerjasama dengan pengusaha dalam negeri). Kalau kita-kita berhenti pada angka-angka pertumbuhan dan devisa mungkin kita sudah puas dan ikut manggut-manggut. Tapi industrialisasi ini punya sisi lain.
Sejak tahun 1990 kita mencatat gelombang pemogokan yang makin besar di seluruh Indonesia. Sekarang ini pemogokan sudah bukan barang aneh bagi buruh di Indonesia. Hampir setiap hari ada berita di media massa tentang buruh mogok di berbagai pabrik dan daerah. Tuntutan umumnya kenaikan upah dan kesejahteraan. Ada beberapa yang bahkan menuntut perubahan politik yang lebih menjamin kehidupan buruh. Pemerintah bilang bahwa gelombang pemogokan ini terjadi karena ada 'pihak ketiga' yang menunggangi tapi pengalaman kita mengatakan bahwa pemogokan itu terjadi karena buruh-buruhnya sudah tidak puas dengan keadaan mereka, baik dari segi upah maupun kesejahteraan secara umum. Di sisi lain terjadi juga protes di kalangan petani, dan sektor-sektor masyarakat lainnya, yang umumnya memprotes pemerintah karena kebijaksanaannya atau bahkan menuntut agar pemerintah menyediakan penghidupan yang lebih baik (membagi rezeki yang didapat selama ini kepada rakyat).
Kenyataan ini juga perlu dipertanyakan: mengapa saat adanya peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi (katanya) justru buruh-buruh protes karena upahnya tidak cukup dan merasa hidupnya tidak sejahtera? Di sini juga ada kontradiksi, di satu sisi makmur; di sisi lain menderita. Untuk mengerti persoalan ini, kita perlu melihat industri macam apa yang dibangun di Indonesia selama ini, dan bagaimana pengelolaannya. Setelah rezeki minyak berlalu, pemerintah--dengan dukungan pengusaha, lembaga dan negara donor--untuk membangun mdustri yang berorientasi ekspor. Tujuannya tidak lain agar ada pemasukan dari sektor lain yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Para pemilik modal tentunya bertanya-tanya: "apa yang bisa you tawarkan, kok berani-beraninya mengundang kita menanam modal?"
Dalam industri ada tiga hal penting: modal, bahan mentah dan tenaga kerja. Kalau modal jelas Indonesia tidak punya. Di tahun 1980-an belum ada pengusaha-pengusaha mentereng (konglomerat) seperti Liem Sioe Liong, kelompok Bimantara, Bakrie Brothers, Lamtoro Gung Persada, Sudwikatmono, dan sebagainya. Mereka sudah mulai bisnis tapi ukurannya masih kecil, dan (sampai sekarang) belum ada apa-apanya dibandingkan TNC dari Amerika Serikat (Exxon, Caltex, Freeport) atau Jepang (Toyota, Mitsubishi). Yang berduit di zaman itu adalah pemerintah sebagai pengelola Pertamina, beberapa orang yang sudah lama jadi pengusaha dan orang-orang yang pegang lisensi menggarap sumber daya alam, seperti hutan dan lainnya. Jadi, belum terbentuk kumpulan pemilik modal yang kuat. Bahan mentah, Indonesia cukup kaya, tapi industri yang mengolah bahan itu belum banyak berdiri. Bahan mentah itu juga kebanyakan hasil tambang dan hutan, itupun terbatas. Sementara itu industri berorientasi ekspor itu membutuhkan bahan mentah yang beragam, bukan hanya hasil tambang dan hutan. Jadi, dari segi bahan mentah pun belum cukup. Nah, kalau tenaga kerja, jumlahnya seabrek-abrek. Penduduk Indonesia jumlahnva saat itu 175 juta orang dan 70% berada dalam usia angkatan kerja. Banyak di antara penduduk ini menganggur karena tidak ada lowongan kerja. Dan ini oleh ahli-ahli ekonomi disebut sebagai 'keunggulan komparatif' karena tenaga kerja di negara-negara lain, harganya sudah sangat mahal. Pada tahun1970-an juga tidak ada serikat atau organisasi buruh yang mengurus upah, jadi tingkat upah (sampai sekarang) ditentukan sepihak oleh pemerintah. Kalaupun ada pihak lain yang didengar maka itu adalah pengusaha yang berkepentingan sekali mendapat tenaga kerja murah.
Nah, berdirilah industri Indonesia yang bersandar pada buruh murah dan sedikit bahan mentah. Sejak itu beramai-ramai pengusaha internasional datang ke Indonesia, menanam modalnya, mendinkan pabrik dan merekrut buruh. Beberapa pengusaha dalam negeri ikut memanfaatkan kesempatan ini dengan mendirikan perusahaannya sendiri atau kalau modalnya tidak cukup mendirikan perusahaan patungan (joint-venture). Ini khususnya berlaku untuk industri manufaktur yang belum banyak dikembangkan pada masa itu. Industri tambang, seperti Freeport di Irian Jaya, dan pengeboran minyak, sudah lama dipegang oleh perusahaan asing. Mereka bahkan mendapat fasilitas khusus dengan sistem bagi hasil yang mirip dengan sistem produksi di zaman kolonial. Di samping itu ada beberapa sektor industri yang dilindungi oleh negara, karena sifatnya strategis dan penting bagi masyarakat. Dalam pembicaraan sehari-hari sektor itu kita kenal dengan 'sektor monopoli'.
Setelah berjalan selama beberapa tahun, muncul isyu globalisasi. Indonesia terlibat aktif di dalamnya, dan bahkan menjadi penyelenggara konperensi APEC di Bogor pada tahun 1994. Terlibatnya Indonesia dalam forum perdagangan bebas membawa pengaruh besar bagi kalangan pengusaha. Sebelumnya pemerintah sering memberikan lisensi atau hak monopoli kepada pengusaha tertentu. Hak itu melindungi si pengusaha dari serbuan modal asing yang dilarang untuk menyelenggarakan kegiatan yang sama di Indonesia. Misalnya HPH hanya diberikan kepada pengusaha dalam negeri walaupun banyak pengusaha asing yang punya kemampuan dan ingin memanfaatkan kesempatan itu. Belakangan ini kita dengar berita tentang mobil nasional, Timor yang dikelola oleh Tommy Soeharto. Perusahaannya mendapat fasilitas khusus dari pemerintah untuk mengimpor komponen dan unsur produksi lainnya, agar dapat menjual mobil nasional lebih murah ke pasaran (dan sekaligus menguasai pasar). Dalam sektor petrokimia hak istimewa diberikan kepada PT Chandra Asri yang sempat menciptakan perdebatan hangat di kalangan pengusaha, karena merasa praktek monopoli seperti itu tidak fair. Sebelumnya ada kasus BPPC yang memberikan hak monopoli dalam perdagangan cengkeh. Dalam era perdagangan bebas, praktek semacam itu tidak dibenarkan, karena prinsipnya "semua orang mendapat kesempatan yang sama". Sekarang ini tengah terjadi perdebatan dan pergeseran kebijakan yang harus mendukung prinsip perdagangan bebas dan penghapusan segala macam hambatan untuk menanam modal di Indonesia.
Di atas kertas, pemerintah Indonesia akan ikut dalam arus perdagangan bebas, dengan menyesuaikan kebijaksanaan ekonominya dengan prinsip-prinsip yang dicanangkan oleh forum perdagangan regional dan internasional itu. Dalam kenyataan masih terus terjadi praktek monopoli dan pemberian hak istimewa kepada pengusaha tertentu. Ini tentunya menciptakan kontradiksi. Di satu pihak punya komitmen pada perdagangan bebas, tapi di sisi lain tetap ada praktek monopoli. Dalam kasus mobil Timor misalnya, pemerintah Amerika Senkat dan Jepang mengecam kebijakan memberikan hak impor bebas bea itu karena dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip perdagangan bebas yang dicanangkai dalam WTO dan APEC. Dan sampai sekarang masalah itu tetap masuk dalam agenda pembahasan ekonomi internasional tentang Indonesia.
Di sampmg kontradiksi itu yang menonjol juga masalah pengembangan sektor industri dalam kehidupan ekonomi nasional. Seperti kita lihat, industri Indonesia bersandar pada tenaga kerja murah dan sedikit bahan mentah. Terlalu banyak uang yang harus dikeluarkan untuk menciptakan industri hulu semacam baja atau logam, olefin dan lainnya, dan panjang sekali waktu yang diperlukan untuk mendapatkan keuntungan (akumulasi modal). Para penanam modal asing dari Jepang, negara-negara Asia Timur lainnya (Korea Selatan, Taiwan) juga punya kerangka berpikir seperti ini. Saat ini arus modal mereka mulai masuk ke Indonesia dalam jumlah yang sangat besar, tapi hanya pada sektor manufaktur ringan, dan kadang-kadang bekerjasama dengan pengusaha dalam negeri. Pabrik-pabrik yang mereka dirikan sudah dihitung dapat memberikan keuntungan dalam waktu singkat, karena pada dasarnya hanya merupakan 'pindahan' (relokasi) dari negara-negara yang tenaga kerjanya sudah mahal. Upah buruh di Indonesia sekarang ini termasuk yang paling rendah di Asia dan juga di dunia.
Semua ini punya akibat yang serius bagi buruh yang menjadi tulang punggung industrialisasi ini.
Lantas, Apa Arti Semua itu Bagi Buruh?
Berkembangnya industrialisasi, terutama dengan masuknya gelombang modal asing ke Indonesia pada tahun 1980-an pertama-tama berarti terjadinya pemusatan penduduk di daerah perkotaan. Pedesaan atau basis kegiatan pertanian, yang tidak begitu terurus, makin terbengkalai saja. Di dalam konsep perdagangan bebas sektor pertanian akan lebih sengsara lagi karena harus membuka pasar dalam negeri bagi barang-barang pertanian dari luar. Pemusatan penduduk di daerah perkotaan ini makin memperlemah sektor pertanian dari segi tenaga kerja, dan juga makin banyaknya orang yang terserap ke dalam sektor industri (tidak harus sebagai buruh).
Dari penjelasan di atas kita lihat bahwa tenaga kerja adalah unsur penting dalam pembangunan industri. Para perencana pembangunan, baik dari dalam negeri maupun lembaga-lembaga ekonomi seperti IMF dan World Bank yang didominasi Amerika Serikat sadar betul akan kenyataan itu. Adalah mereka yang juga 'membantu' menyusun konsep industrialisasi onentasi ekspor yang mengandalkan buruh murah dan sedikit bahan mentah. Memang secara statistik, strategi mdustrialisasi untuk ekspor ini menghasilkan pertumbuhan yang mengesankan, tapi pertumbuhan itu dibangun dengan menekan buruh sedemikian rupa secara ekonomi maupun politik. Secara ekonomi, upah buruh ditentukan sepihak oleh pemerintah berdasarkan standar-standar tanpa melibatkan buruh. Berdatangannya orang dalam jumlah besar ke kota-kota (urbanisasi) juga menghasilkan wilayah pemukiman yang amburadul dan jauh dari standar kesejahteraan. Sebagian kita mungkin terima jadi saja, 'memang sudah nasibnya begitu'. Tapi perlu diingat bahwa keadaan itu sebenarnya terjadi karena adanya proses globalisasi yang didukung oleh policy pemerintah. Karena tidak adanya akses buruh ke meja perundingan ekonomi internasional, regional, nasional, lokal maupun tingkat pabrik, maka masalah-masalah itu terbengkalai begitu saja. Perhatian dari pengusaha maupun pemerintah baru ada kalau protes sudah terjadi, dan korban sudah berjatuhan.
Perundingan APEC, WTO dan sebagainya memang tidak pernah memperhitungkan unsur buruh di dalamnya, karena para pemikirnya berangkat dari pemikiran bahwa buruh hanyalah faktor tenaga kerja yang statis dan diperlakukan sebagai salah satu deret statistik saja. Secara politik pemerintah menjamin ketidakterlibatan buruh dengan menutup kemungkinan berorganisasi. Jika kita lihat di negara-negara lain, seperti Afrika Selatan, buruh memainkan peranan penting dalam menentukan kebijaksanaan ekonomi nasional dan juga berpengaruh dalam pembentukan forum regional tentang perdagangan bebas.
Dari uraian di atas kita lihat ada kontradiksi kepentingan di antara rezim perdagangan bebas dan industri nasional (monopoli versus liberalisasi). Praktek merkantilisme seperti BPPC clan tata niaga jeruk juga ditentang karena tidak sesuai dengan prinsip pasar bebas. Kelihatannya dalam beberapa tahun mendatang Indonesia akan mendapat masalah dengan praktek-praktek itu. Amerika Serikat dan Jepang adalah pihak-pihak yang sangat berkepentingan untuk menghapus praktek monopoli itu, dan sekarang sudah terus melancarkan kecaman. Dalam kasus ini Amerika Serikat juga 'memakai' isyu perburuhan dan hak asasi manusia untuk menekan Indonesia menjadi lebih terbuka dan liberal dalam kebijaksanaannya. Sepintas lalu, tampak ada kesesuaian kepentingan, karena dua-duanya (Amenka Senkat maupun buruh) giat memperjuangkan kebebasan organisasi, tapi kepentingan dasarnya sangat berbeda. Organisasi buruh sekarang menghadapi masalah ini. Di satu sisi mendesaknya kebutuhan berorganisasi ini ditopang oleh 'dukungan' Amerika Serikat yang juga menghendaki berkurangnya kekuatan terpusat yang lebih sulit mereka kontrol. Kalau ada serikat-serikat buruh dan organisasi masyarakat yang kuat mengimbangi pemerintah, maka kekuasaan tidak lagi ada di satu institusi saja, dan dalam keadaan seperti itu lebih mudah pula dilakukan negosiasi dan sebagainya.
Catatan:
1) Generalized System of Preferences (GSP) adalah aturan pemerintah Amerika 5erikat tentang perdagangan mereka dengan negara-negara lain. Aturan itu menyediakan berbagai kemudahan dagang (yang memberi keuntungan) bagi negara lain, yang sewaktu-waktu bisa dicabut jika pemerintah negara lain itu tidak memenuhi bermacam tuntutan pemerintah Amerika Serikat.
2) Sekarang ini seperempat dari seluruh aset produktif di dunia (alat produksi seperti mesin, gedung, tanah dan sebagainya) dikuasai sekitar 300 perusahaan raksasa semacam itu. Jaringan perusahaan semacam itu tersebar di seluruh dunia, juga di Indonesia. Pendapatan perusahaan raksasa ini juga luar biasa. Pada tahun 1980, penjualan tiap 10 perusahaan multinasional terbesar di dunia mencapai $28 milyar dolar, lebih besar dari pendapatan nasional banyak negara di dunia. Penjualan perusahaan Exxon misalnya lebih besar dari pendapatan nasional Denmark, Austria dan Norwegia. General Motors kalau dianggap sebagai negara, maka namanya akan masuk ke dalam jajaran 20 negara terkaya di dunia.
3) Ada juga uangnya yang tidak langsung ditanam ke pabrik atau tempat produksi tertentu. Uang itu mereka kumpulkan di satu tempat yang namanya bank. Simpanan itu kemudian mereka pinjamkan kepada orang atau pengusaha lain (kredit) yang harus dibayar kembali dengan bunga. Kalau tidak sanggup bayar bunga, maka orang itu harus menyerahkan barang miliknya (tanah atau perusahaan) sebagai gantinya. Itu sebabnya banyak konglomerat yang bisa punya ratusan perusahaan dalam waktu sekejap.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-9071047587566645984?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/9071047587566645984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/globalisasi-ekonomi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/9071047587566645984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/9071047587566645984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/globalisasi-ekonomi.html' title='Globalisasi Ekonomi'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGhfrkmkZPI/AAAAAAAAAEA/ZAaE1sRtOZk/s72-c/demo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-23725370425337652</id><published>2008-06-28T23:39:00.000+07:00</published><updated>2008-06-28T23:53:47.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Hangat'/><title type='text'>Kabar Dari Kawan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGZsPjfwkhI/AAAAAAAAAD4/ndVfA4sKe5Y/s1600-h/sukribores.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216976232837583378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 334px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px; TEXT-ALIGN: center" height="143" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGZsPjfwkhI/AAAAAAAAAD4/ndVfA4sKe5Y/s320/sukribores.jpg" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pukul 20.15 Wita, aku di sms oleh seorang kawan yang cukup cerdas dan lihai..dia adalah seorang aktivitas yang benar2 konsen dalam melakukan pemberdayaan masyarakat sipil.. Biasanya dia agak jarang sms kalau ada sesuatu yang penting, dia selalu call apalagi XL karang makin murah, tapi tiba-tiba malam ini dia sms dengan sms yang cukup penting (itu bagiku)..salah satu bunyi sms akhirnya adalah "Maaf bung aku ga call karena nomer ku telah di acak alias disadap"..
&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Aku berpikir, mungkin karena dia dianggap adalah seorang yang mampu menggerakkan komunitas-komunitas yang ada sehingga entah siapa yang menyadap nomernya..Lalu sms ke dua kali berbunyi "untuk beberapa waktu saya akan pake nomer saya yang lain" karena memang dia punya HP dua dan dengan nomer serta operator yang berbeda.&lt;/div&gt;
&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Pertanyaaan yang muncul, dimana letak privacy orang dalam hal komunikasi, toh juga dia bukan pemberontak, dia hanya manusia biasa yang selalu beaktivitas bersama masyarakat....Mari kita sama-sama cari jawabannya.......????
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-23725370425337652?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/23725370425337652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/kabar-dari-kawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/23725370425337652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/23725370425337652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/kabar-dari-kawan.html' title='Kabar Dari Kawan'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGZsPjfwkhI/AAAAAAAAAD4/ndVfA4sKe5Y/s72-c/sukribores.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-3267022113059507914</id><published>2008-06-27T17:42:00.000+07:00</published><updated>2008-06-27T18:21:09.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Bergerak'/><title type='text'>Suasana Sanggar Belajar Desa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGTLA_XxsjI/AAAAAAAAADw/vOD69lAbAy0/s1600-h/DSC03025.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216517486273475122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGTLA_XxsjI/AAAAAAAAADw/vOD69lAbAy0/s200/DSC03025.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sanggar Belajar adalah salah satu bahasa yang dipakai oleh kawan-kawan Gerakan Pemuda Mandiri di Desa Kembang Kuning Guna Mendapat Dukungan dari kalangan Tokoh Tua (TOGA,TOMA). Alhasil dalam beberapa kegiatan GPM sendiri sangat di Support oleh golongan tua. Dalam Photo ini adalah suasana saat terjadi diskusi interaktif antara golongan tua, GPM dan kalangan Perempuan. dalam Diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi guna perjalanan roda organisasi ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu kawan-kawan ketahui GPM adalah sebuah organisasi pemuda desa yang independent dan baru berdiri kurang lebih 2 bulan bersamaan dengan Gerakan Perempuan Pedesaan Mandiri. GPM memiliki sebuah sekolah yang kemudian di bahasakan dengan sanggar belajar. dalam sanggar ini, materi yang didapatkan setara dengan materi pelajaran SMA. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;GPM memiliki Relawan Pengajar dari mahasiswa disamping dari Education Reform Civil Society dan AVESINA Institute. Waktu belajar dalam seminggu masih 2 kali pertemuan terkait kurangnya tenaga relawan...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;'Cita-cita GPM adalah mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana mestinya kawan-kawan yang telah mendapatkannya dan kami ingin maju bersama-sama mereka yang bersekolah" Motto mereka adalah &lt;strong&gt;Bergerak Bersama dan Bekerja Bersama&lt;/strong&gt;.

&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-3267022113059507914?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/3267022113059507914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/suasana-sanggar-belajar-desa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3267022113059507914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/3267022113059507914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/suasana-sanggar-belajar-desa.html' title='Suasana Sanggar Belajar Desa'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGTLA_XxsjI/AAAAAAAAADw/vOD69lAbAy0/s72-c/DSC03025.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-5505486273447125788</id><published>2008-06-24T18:14:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T18:50:41.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global Warming'/><title type='text'>Sumur Maut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGDeZfpe-mI/AAAAAAAAADQ/_HiZffa-ltU/s1600-h/SANY0753+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215412898068626018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGDeZfpe-mI/AAAAAAAAADQ/_HiZffa-ltU/s200/SANY0753+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kejadian ini terjadi pada pukul 11.30 Wita di Desa Anjani Kabupaten Lombok Timur, NTB. Sumur ini telah memakan korban jiwa sebanyak enam (6) orang masyarakat sipil. Sumur ini di duga mengandung gas beracun (mirip dengan lumpur sidoarjo)  karena rata-rata korban meninggal akibat keracunan. Demikian tutur Tim SAR yang melakukan evakuasi tadi siang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akankah Lombok Timur akan seperti Sidoarjo, Lombok Timur yang begitu asri dan indah, sedikit demi sedikit hancur oleh kerakusan manusia dan alamnya pun semakin hari semakin panas..Korban telah berjatuhan, semoga ini tidak terjadi lagi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-5505486273447125788?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/5505486273447125788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/sumur-maut.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5505486273447125788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/5505486273447125788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/sumur-maut.html' title='Sumur Maut'/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SGDeZfpe-mI/AAAAAAAAADQ/_HiZffa-ltU/s72-c/SANY0753+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5660831504430746745.post-6870470185394813954</id><published>2008-06-22T21:38:00.001+07:00</published><updated>2008-06-22T21:43:40.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Bergerak'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SF5kb4yxa5I/AAAAAAAAACk/2oaPs1ulotQ/s1600-h/Latih+1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214715848806198162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SF5kb4yxa5I/AAAAAAAAACk/2oaPs1ulotQ/s320/Latih+1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fhoto ini adalah suasana pelatihan Kerajinan oleh para anggota GPPM. Pelatihan ini guna menunjang jalannya Organisasi yang baru berdiri kurang lebih 1 bulan, Pelatihan ini sendiri terlaksana atas kerjasama dengan AVESINA INSTITUTE dan Education Reform Civil Society (IRCS) dengan Gerakan Perempuan Pedesaan Mandiri yang disingkat dengan GPPM.
Pelatihan ini dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu bertempat disekretariat GPPM sendiri di bawah lereng Gunung Rinjani, tepatnya Desa Kembang Kuning Lombok Timur. Pelatihan ini juga di ikuti oleh Siswa Sekolah Pemuda Merdeka yang disingkat dengan SPM (Belum Lounching) yang sampai saat ini sudah memiliki siswa/anggota 30 orang.
Kelahiran kedua organisasi ini sendiri merupakan bukti konkrit bahwa semakin hari, rakyat semakin sadar bahwa rezim yang berkuasa adalah rezim anti rakyat. Yang menarik dari ke dua organisasi rakyat ini, belum genap 2 bulan sudah melakukan pendidikan untuk anggotanya dan khusus untuk GPPM sudah mampu memasarkan produksi kerajinannya di pasar. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Sekolah Pemuda Merdeka khususnya merupakan sekolah alternatif yang dibangun bersama-sama untuk membangun persatuan pemuda yang nantinya kelak diharapkan dapat bergandengan tangan bersama kawan-kawan Mahasiswa dan Organisasi Rakyat lainnya. Sebagai informasi bahwa SPM sendiri memiliki Guru dari IRCS dan dibantu oleh beberapa sukarelawan dari Desa Kembang Kuning Sendiri. Materi pokok sekolahnya sama dengan materi SMA namun ada kekhususan yang diberikan dalam forum belajar yakni materi-materi tentang Hak-hak Demokratisnya dan Siasat Licik Rezim Anti Rakyat (SBY-JK) sebagai antek-antek dari Imperialisme di bawah pimpinan Amerika Serikat.
Akhir kata.. Jika anda ke Lombok khususnya Ke Lombok Timur, kami berharap anda semua yang membaca tulisan ini mengamalkan Ilmu anda pada kami, karena kami dalam tahap belajar menuju Kemerdekaan Indonesia Sejati.

Untuk Sementara anda dapat berhubungan dengan kawan Enhal (081917163222)
SALAM&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5660831504430746745-6870470185394813954?l=gebrak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gebrak.blogspot.com/feeds/6870470185394813954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/fhoto-ini-adalah-suasana-pelatihan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6870470185394813954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5660831504430746745/posts/default/6870470185394813954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gebrak.blogspot.com/2008/06/fhoto-ini-adalah-suasana-pelatihan.html' title=''/><author><name>Enhal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04824652455726420134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-T1VWEgRIddo/TigPeXj_gGI/AAAAAAAAAWk/NVohGn5IJl8/s220/enal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_CSkpiUW0Bj0/SF5kb4yxa5I/AAAAAAAAACk/2oaPs1ulotQ/s72-c/Latih+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
