2008-11-25

Ngeblog, Paradigma, Flatform Atau Popularitas

Beberapa hari ini di YM saya sering membuat status SEO Kucing, SEO Kucing VS Angling Dharma, SEO Kucing VS Wiro Sableng atau SEO Kucing VS Mie Ayam. Banyak yang bertanya kenapa saya nulis itu, atau hanya sekedar iseng menulis. Dasar kenapa saya menulis si status YM coba saya paparkan pada postingan kali ini. Pertama Blog Ini tidak ikut kontes apapun karena kebodohan dan kecupuan saya tentang yang namanya SEO. Kalimat-kalimat diatas adalah merupakan paltform dasar saya berpikir dan berkarya sesuai kemampuan. Karena harus disadari Platform adalah tempat kita berpijak, berkarya & berinteraksi. Platform tersebut akan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang ada di awalnya cenderung akan mempercepat proses transportasi fisik yang berlanjut dengan percepatan transfer informasi yang menstimulasi percepatan transfer ilmu pengetahuan. Pada masa lalu, ribuan tahun yang lalu, peradaban manusia masih sangat sederhana teknologi dikembangkan untuk mempermudah & memperbaiki hidup manusia. Panah, senjata, bangunan rumah di bangun untuk menjamin rasa aman bagi manusia di dalamnya dari gangguan-gangguan fisik. Peninggalan sejarah berupa benteng, bangunan tua menjadi lambang ke jayaan masa lalu umat manusia. Rasa aman memang di tumbuhkan dengan adanya platform fisik yang memagari umat dari lingkungannya yang ganas. Pertikaian diselesaikan secara fisik, berperang, angkatan bersenjata menjadi sebuah andalan. Kepiawaian dalam mengunakan senjata & sarana fisik untuk menang dalam pertempuran menjadi idaman bagi setiap insan. Nuansa power & kekuasaan menjadi sangat dominan. Di kemudian hari fenomena fisik ini merepresentasikan dirinya menjadi dinding-dinding tebal yang sulit di tembus, kerahasiaan, birokrasi yang bekerja atas dasar mekanisme perwakilan yang dilegitimasi oleh undang-undang. Tatanan & struktur komando yang sangat kerucut bentuknya menjadi model aplikasi birokrasi yang menjamin terlaksananya hukum & pemerintahan. Di sisi fungsional, perdagangan & niaga menjadi ciri lanjutan dari manusia dalam proses budayanya. Effisiensi dan kecepatan menjadi penting untuk memenangkan perdagangan. Pertumbuhan pabrik & industri menjadi ciri khas proses effisiensi dan kecepatan ini. Percepatan pergerakan barang secara fisik menjadi idaman banyak umat, teknologi transportasi & mekanik menjadi dominan bagi perkembangan budaya perdagangan & niaga. Ekonomi bertumpu pada rantai supply komoditas & dagangan. Di masa lalu biasanya nuansa kekuasaan & power bermain berdampingan dengan proses perdagangan tersebut. Kadang tindakan represif di halalkan untuk mengumpulkan kekayaan & kekuasaan bagi sekelompok elit yang sepertinya memperoleh legitimasi untuk melakukan apa saja mengatas namakan rakyat. Secara perlahan, dengan semakin tersebarnya informasi & terjadinya peningkatan kepandaian umat. Mekanisme & proses pendidikan menjadi kunci utama dalam proses penyebaran & pemandaian Manusia. Manusia akan berfikir, akan menggunakan otaknya & umat tidak akan begitu saja mengikuti perintah & tatanan birokrasi yang dibentuk. Kreatifitas, kebebasan berfikir & kritik menjadi lebih terbuka terhadap sistem yang ada untuk kepentingan umat. Tekanan untuk perbaikan sistem menjadi nyata dipicu dengan semakin transparan-nya sistem kepada umat. Secara alamiah & perlahan terjadi proses pengikisan terhadap nuansa kekuasaan & power yang di dominasi oleh sekelompok kecil elit. Sialnya perkembangan teknologi tidak berhenti pada proses effisiensi transportasi fisik saja. Perkembangan teknologi informasi, internet & elektronika ternyata mampu mentransportasi tulisan, informasi & pengetahuan dalam kecepatan mili detik dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi ini. Platform tempat kita berpijak telah berubah bentuk secara significan, dinding, meja, kursi, birokrasi, kekuasaan, power menjadi tidak relevan dalam platform non-fisik yang baru ini. Platform ini dibangun mengunakan program (code), server, port, resource locator yang sulit di imajinasikan dalam dunia fisik yang biasa kita kenal selama ribuan tahun belakangan. Dengan keberadaan platform yang lain ini yang dapat mengeffisienkan proses transportasi informasi & pengetahuan tentunya tingkat dominasi ke tiga (3) pilar kembali bergeser. Tiga (3) pilar (Norma vertikal, Hukum Tertulis & Konsensus) tampaknya mendominasi bentuk struktur yang dibangun di masyarakat. Ketiga-nya secara sederhana membangun kepercayaan (trust) di masyarakat yang menjadi dasar bagi anggota-nya untuk berinteraksi satu dengan lainnya. Tentunya pola kepercayaan yang digunakan sangat beragam, terkadang kepercayaan (trust) tersebut merepresentasikan diri-nya dalam bentuk ketakutan karena tindakan represif penguasa yang harusnya bisa dipercaya. Dominasi pilar horizontal (hukum tertulis & hukum tidak tertulis / konsensus) akan sangat beragam effek-nya. Dalam penjelasan terlihat pergeseran pilar & struktur yang disebabkan oleh percepatan transfer informasi & pengetahuan. Pertanyaannya Lalu :
  • Untuk apa kita Ngeblog? Menimba ilmukah? Berusaha menjadi pandai? Atau Ikut Menggeser Tiga Pilar itu?.
  • Mengapa Ngeblog & menimba ilmu perlu dilakukan? Apakah untuk KUM? Untuk naik pangkat? Untuk memperoleh kedudukan yang lebih baik? Untuk memperoleh gaji yang lebih besar?
  • Mengapa menulis paper? Apakah untuk KUM?
  • Mengapa menulis buku? Apakah untuk kuliah? Apakah untuk menaikan KUM?
  • Siapa yang harusnya menikmati hasil share ngeblog kita? Hasil analisa & sintesa pengetahuan yang dilakukan?
  • Kepada siapa kita harus pertanggung jawabkan hasil ngeblog kita? Hasil analisa & sintesa pengetahuan?
Kepercayaan (trust) tampaknya harus menjadi kunci dari pertanyaaan ini.


Artikel Terkait:

20 comments:

hore.,.....aku dapet yang pertamaaxxxx......
baca dulu akh panjang buanget pak

wah kang enhal klo dah nulis.. ck ck ck...
jadi binun sendiri mo komen gimn.. :)

Tujuan saya ngeblog ya biar bisa nulis spt kang enhal ini, heuhehe... nomer dua ya 'membunuh sepi'

asli kang, saya salut ma artikel2 di blog ini, sorry komen sy ndeso bin katrox.. xixi...

setuju "membunuh sepi",..
wee,..tp lama2 blog ini yg membunuh,..kayak tulisane mochal,.

saya mau ngikut SEO Dorayaki ajahhhh...wekekek

dohhhh berat banget tulisannya suhuuuu...hehehe...beuh pandangannya jauh dari org kebanyakan, klo saya masih nimba aer di sumur ajah sambil ngeblog...hehehe...belajar jadi kuli kang...mumpung anak desa...hehehe

cocok dah mau jadi S2 memang hrs begini pemikirannya...heuheuheu

oppppssss buka kartu...kaborrrrr...

mbok ya kalo nulis itu di kasih jeda, apa spasi apa paragraf
lieur euy
nge-blog bwt seneng seneng

wah... kalo punya kantong ajaibnya doremon aku minta alat untuk bisa pinter SEO hehehe

kepercayaan ???
lalu apakah itu bisa kita dapat dan serahkan kepada semua orang???

SEO kucing, lalu apa nih selanjutnya?

kalau daku ngeblog awal-nya cuman iseng dan akhirnya terbawa arus. selanjutnya mencari aksistensi diri berselimut dalam bayang2 narsisme .. :D

saya ngeblog karena kesenangan juga selain untuk berbagi juga agar exist hehehe

ini anti tesis, simeotika negativa atau deconstruksi yah...eheheh keren...

saya ngeblog karena pengen dapat ilmu yang berbeda

hallo kang lam kenal aku blog pemula met pagi kang

Na itu dia.. Terkadang... kita (ya udah saya ajah lah..) sering terbawa emosi melampiaskan segalanya pada apa yang kita sebut "catatan" ini..

Memang sebagai "catatan" itu masih cukup pantas. Atau bahkan malah "sudah sepantasnya".

Karena bagaimanapun, apa yang kita lakukan.. pasti, harus terjawab dengan baik sebagai "laporan" pada sang Pemilik Dunia ini.

menurut saya tujuan ngblog saat ini lebih ke tujuan bisnis.maaf ya kalau salah

OM masih kenal saya gak rafi yang dulu yang killersmart.blogspot.com sekarang lagi bosen ngejalanin blog di facebook aja nah berhubung ada piknik ke jakarta saya harus cari uang konsen ke sini dulu baru ke yang lain... tunggu job uang untuk kesana juga 450000 ribu mahal kata ayah harus sendiri jangan minta ke orangtua hehehehehe

salam kangen.....dari mahendra...pa kabar

Post a Comment